JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Penelitian ini menganalisis pentingnya pendidikan komunikasi digital dalam meningkatkan literasi informasi pemilihan dan keterampilan berpikir kritis bagi anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) di LPKA Kelas II Maros. Sebagai kelompok rentan sekaligus pemilih pemula, mereka memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang mencakup aspek komunikasi digital. Temuan menunjukkan bahwa kekurangan keterampilan dalam komunikasi digital dan pengelolaan informasi menjadi salah satu faktor penyebab masalah yang dialami oleh anak-anak tersebut. Di era digital, kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif, termasuk melalui media digital, merupakan keterampilan dasar dalam kehidupan sosial mereka. Penelitian ini melibatkan 50 anak yang merupakan pemilih pemula dan berpartisipasi dalam program Sekolah Kebangsaan, yang bertujuan untuk memperkuat literasi digital dan keterampilan berpikir kritis, terutama terkait dengan isu pemilihan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi selama kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang berhadapan dengan hukum telah mengembangkan keterampilan komunikasi, pengelolaan informasi, kepercayaan diri, dan berpikir kritis, terutama terkait dengan isu pemilihan.

Penyampaian pendidikan komunikasi digital kepada anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) di LPKA Kelas II Maros melalui program Tular Nalar Sekolah Kebangsaan menghadapi tantangan khusus, terutama karena pembatasan penggunaan perangkat digital.Namun, elemen-elemen dasar komunikasi digital, seperti pengelolaan informasi, berpikir kritis, dan kemampuan menilai kredibilitas informasi, tetap menjadi fokus pendekatan program.Kompetensi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan komunikasi anak-anak, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka untuk menavigasi informasi secara kritis dalam lingkungan yang terbatas.Dengan mengintegrasikan nilai-nilai nasional, meningkatkan literasi digital, membangun kepercayaan diri, dan mendorong partisipasi aktif, program ini menawarkan pengalaman belajar yang bermakna.Meskipun terbatas dalam infrastruktur, metode kreatif program telah memastikan implementasinya yang sukses dan penerimaan yang positif.Akhirnya, inisiatif ini berkontribusi dalam membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang berpikir kritis, mandiri, dan berprinsip.

Berdasarkan temuan penelitian ini, kami menyarankan agar program pendidikan komunikasi digital untuk anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) di LPKA Kelas II Maros dapat dikembangkan lebih lanjut dengan fokus pada aspek-aspek berikut: 1. Pengembangan modul pendidikan komunikasi digital yang khusus dirancang untuk anak-anak ABH, dengan mempertimbangkan tantangan dan kebutuhan unik mereka. 2. Mengintegrasikan pelatihan keterampilan komunikasi digital dengan program rehabilitasi dan reintegrasi sosial anak-anak ABH, sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk berinteraksi secara efektif di masyarakat. 3. Melibatkan pihak-pihak terkait, seperti organisasi non-pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal, dalam upaya meningkatkan literasi digital dan berpikir kritis di kalangan anak-anak ABH. Dengan menggabungkan upaya-upaya ini, kita dapat membantu anak-anak ABH mengembangkan keterampilan komunikasi yang kuat, berpikir kritis, dan kemampuan untuk mengelola informasi dengan bijak, sehingga mereka dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab.

  1. DOI Name 10.56326 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 02z crossref email support... doi.org/10.56326DOI Name 10 56326 Values doi name values index type timestamp data hs serv 02z crossref email support doi 10 56326
  2. Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Pidana Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Maros | H | Phinisi Integration... doi.org/10.26858/pir.v4i1.19338Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Pidana Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Maros H Phinisi Integration doi 10 26858 pir v4i1 19338
  3. Deviant Behavior of Children in Social Media from Perspective of Law and Criminology: Does Creativity... journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jcs/article/view/38774Deviant Behavior of Children in Social Media from Perspective of Law and Criminology Does Creativity journal unnes ac nju index php jcs article view 38774
  4. Edukasi politik virtual era demokrasi digital pada sekolah menengah kejuruan | Masyarakat Berdaya dan... doi.org/10.33292/mayadani.v1i2.14Edukasi politik virtual era demokrasi digital pada sekolah menengah kejuruan Masyarakat Berdaya dan doi 10 33292 mayadani v1i2 14
  1. #berpikir kritis#berpikir kritis
  2. #sekolah kebangsaan#sekolah kebangsaan
Read online
File size474.23 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2Ay
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test