STFXAMBONSTFXAMBON

Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Era post-truth, yang ditandai oleh disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi algoritmik, menimbulkan tantangan etis dan epistemik yang signifikan bagi masyarakat demokratis. Artikel ini mengkaji relevansi Prinsip Kerugian (Harm Principle) John Stuart Mill dalam On Liberty (1859) sebagai kerangka normatif untuk mengatasi tantangan tersebut. Melalui analisis filosofis, penelitian ini merekonstruksi Prinsip Kerugian agar mencakup kerusakan epistemik, psikologis, dan demokratis yang disebabkan oleh kebebasan berekspresi tanpa batas di ruang digital. Dengan menganalisis fenomena seperti filter bubble, ruang gema, dan kampanye disinformasi, artikel ini mengusulkan solusi praktis—literasi digital, komunikasi etis, dan transparansi algoritmik—untuk mendorong tanggung jawab epistemik. Studi kasus, termasuk misinformasi pemilu AS 2016 dan disinformasi vaksin COVID-19, mengilustrasikan implikasi nyata dari kerusakan tersebut. Data empiris mengenai literasi digital dan bias algoritmik lebih lanjut mendukung kerangka yang diusulkan. Temuan menyoroti relevansi berkelanjutan dari pemikiran Mill sambil mengakui keterbatasan, seperti tantangan implementasi dan kebutuhan akan perspektif tambahan. Penelitian ini berkontribusi pada filsafat politik dan etika komunikasi dengan menawarkan kerangka Millian yang direkonstruksi untuk menavigasi kompleksitas ruang publik digital, dengan implikasi bagi kebijakan, pendidikan, dan deliberasi demokratis.

Prinsip Kerugian John Stuart Mill, ketika direkonstruksi untuk mencakup kerusakan epistemik, psikologis, dan demokratis, memberikan kerangka normatif yang kuat dalam menghadapi konsekuensi etis era post-truth.Penguatan tanggung jawab epistemik melalui literasi digital, komunikasi etis, dan transparansi algoritmik dapat menjaga nilai kebebasan berekspresi sekaligus mengurangi dampak negatif disinformasi dan ujaran kebencian.Studi ini memberikan kontribusi bagi filsafat politik dan etika komunikasi, meskipun perlu eksplorasi lebih lanjut mengenai tantangan implementasi dan integrasi perspektif filsafat lainnya.

Pertama, perlu penelitian empiris untuk mengevaluasi efektivitas intervensi literasi digital dan transparansi algoritmik dalam konteks berbeda, terutama di negara berkembang dengan tingkat akses internet dan pendidikan yang bervariasi, guna memahami bagaimana kerangka tanggung jawab epistemik bisa diterapkan secara adil dan inklusif. Kedua, penting untuk mengkaji penerapan Prinsip Kerugian yang direkonstruksi dalam konteks budaya dan hukum yang berbeda, misalnya dalam masyarakat kolektivis atau negara otoriter, untuk mengeksplorasi bagaimana bentuk kerusakan epistemik dan demokratis dipahami serta direspons secara lokal. Ketiga, perlu studi yang mengintegrasikan perspektif filsafat lain seperti epistemic injustice dari Miranda Fricker atau demokrasi deliberatif dari Habermas ke dalam kerangka Millian ini, untuk melihat bagaimana struktur kekuasaan dan ketidakadilan sistemik memperparah efek post-truth dan bagaimana kebijakan platform bisa dirancang lebih adil. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan kualitatif dalam artikel ini dengan data kuantitatif dan kontekstual yang lebih kuat. Selain itu, menggabungkan pendekatan lintas disiplin antara filsafat, ilmu komunikasi, dan ilmu komputer dapat membuka jalan bagi solusi teknis yang etis. Fokus pada konteks global juga penting agar kerangka normatif tidak hanya relevan di negara Barat. Studi tentang implementasi kebijakan seperti Digital Services Act di luar Eropa dapat menjadi sumber pembelajaran bersama. Dengan memperluas cakupan empiris dan filosofis, penelitian lanjutan dapat memperkuat dasar kerangka ini agar lebih kokoh dan aplikatif dalam dunia nyata.

  1. The spread of true and false news online | Science. spread true false science skip main content log become... science.org/doi/10.1126/science.aap9559The spread of true and false news online Science spread true false science skip main content log become science doi 10 1126 science aap9559
  2. Digital Inequality - Eszter Hargittai, Amanda Hinnant, 2008. digital inequality eszter hargittai amanda... doi.org/10.1177/0093650208321782Digital Inequality Eszter Hargittai Amanda Hinnant 2008 digital inequality eszter hargittai amanda doi 10 1177 0093650208321782
  1. #dayak kanayatn#dayak kanayatn
  2. #komunitas adat#komunitas adat
Read online
File size164.97 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-22M
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test