UMPRUMPR
Anterior JurnalAnterior JurnalPermasalahan pembelajaran IPA yang terjadi pada siswa SDN 5 Panarung Palangka Raya adalah penggunaan media pembelajaran yang sering dilakukan guru tetapi belum dapat memberikan hasil optimal yang ditandai dengan siswa belum dapat menyimak pembelajaran dengan baik karena merasa jenuh, dan belum memiliki keberanian dalam berpendapat atau menyumbangkan ide yang berbeda menurut pandangan dan pemahaman yang ada pada diri siswa yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan mahasiswa calon guru dalam menerapkan media pembelajaran berbasis IT. Untuk mengukur ketercapaian indikator penelitian tersebut dilakukan penelitian menggunakan prinsip prinsip penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran oleh mahasiswa calon guru SD dengan media berbasisi IT pada kategori baik dengan rata rata skor 3.05. Aktivitas siswa selama pembelajaran dengan media pembelajaran berbasis IT berkategori baik pada aktivitas melaksanakan tugas yang diberikan guru (29.5%). Pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis IT mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran sudah berpusat pada siswa.
Pelaksanaan pembelajaran oleh mahasiswa calon guru SD dengan media berbasis IT tergolong baik dengan rata-rata skor 3,05.Aktivitas siswa selama pembelajaran termasuk baik, terutama dalam melaksanakan tugas yang diberikan guru, menunjukkan bahwa pembelajaran telah berpusat pada siswa.Penggunaan media pembelajaran IPA berbasis IT terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa di SDN-5 Panarung Palangka Raya.
Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh variasi jenis media berbasis IT, seperti animasi interaktif, video pendek, atau aplikasi pembelajaran, terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa di kelas rendah maupun tinggi sekolah dasar. Kedua, penting untuk mengkaji lebih dalam tentang kompetensi calon guru dalam merancang dan mengintegrasikan media IT secara efektif, termasuk hambatan yang mereka hadapi selama pelatihan lapangan. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian yang mengeksplorasi model pelatihan berkelanjutan bagi calon guru agar mampu menciptakan media pembelajaran digital yang sesuai konteks lokal, seperti kekayaan alam Kalimantan Tengah, sehingga pembelajaran IPA lebih bermakna. Penelitian-penelitian ini dapat mengungkap aspek-aspek yang lebih spesifik dalam penerapan media IT, memperkuat kesiapan calon guru, serta memperkaya praktik pembelajaran yang relevan dengan kondisi siswa dan lingkungan sekolah. Dengan demikian, pembelajaran IPA tidak hanya lebih menarik, tetapi juga lebih kontekstual dan efektif dalam jangka panjang.
| File size | 174.54 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UPSUPS Artikel disaring berdasarkan tahun terbit (2020–2025) dan kesesuaian topik. Hasilnya menunjukkan: (1) e-modul IPA paling banyak dikembangkan di jenjangArtikel disaring berdasarkan tahun terbit (2020–2025) dan kesesuaian topik. Hasilnya menunjukkan: (1) e-modul IPA paling banyak dikembangkan di jenjang
UNDHARIUNDHARI Studi ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara penggunaan media pembelajaran secara digital dan keterampilan berliterasi digital siswa beragama BuddhaStudi ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara penggunaan media pembelajaran secara digital dan keterampilan berliterasi digital siswa beragama Buddha
UNESAUNESA Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes objektif, dan angket respon. Hasil pengembangan media AR memperoleh hasil dengan kategori layak, sehinggaTeknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes objektif, dan angket respon. Hasil pengembangan media AR memperoleh hasil dengan kategori layak, sehingga
STAI TBHSTAI TBH Guru Pendidikan Agama Islam(PAI) di SMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo, selalu berupaya untuk meningkatkan berpikir kritis siswa melalui pelatihan-pelatihanGuru Pendidikan Agama Islam(PAI) di SMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo, selalu berupaya untuk meningkatkan berpikir kritis siswa melalui pelatihan-pelatihan
JMI UPIYPTKJMI UPIYPTK Program ini dirancang secara komprehensif dan mencakup dua metode utama, yaitu pelatihan penyusunan konsep STEM dan pelatihan implementasi pembelajaranProgram ini dirancang secara komprehensif dan mencakup dua metode utama, yaitu pelatihan penyusunan konsep STEM dan pelatihan implementasi pembelajaran
JMI UPIYPTKJMI UPIYPTK Dengan pelatihan ini, diharapkan guru-guru dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, sekaligusDengan pelatihan ini, diharapkan guru-guru dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, sekaligus
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Namun, kenyataan masih banyak peserta didik yang berperilaku tidak islami. Hal ini menjadikan Pendidikan Agama Islam kurang berhasil dan kurikulum pendidikanNamun, kenyataan masih banyak peserta didik yang berperilaku tidak islami. Hal ini menjadikan Pendidikan Agama Islam kurang berhasil dan kurikulum pendidikan
STAI TBHSTAI TBH Teori belajar sosial dapat terlihat dari adanya observasi dan pengamatan, retensi, reproduksi dan motivasi. Apabila hal di atas terwujud maka terwujudlahTeori belajar sosial dapat terlihat dari adanya observasi dan pengamatan, retensi, reproduksi dan motivasi. Apabila hal di atas terwujud maka terwujudlah
Useful /
STAI TBHSTAI TBH Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajianData dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian
UGJUGJ Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D), meliputi tahapan pengumpulan data dan adaptasi naskah hingga produksi animasi 2D menggunakanPenelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D), meliputi tahapan pengumpulan data dan adaptasi naskah hingga produksi animasi 2D menggunakan
UMPRUMPR Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan cara undian yang terdiri dari 50 santri program regular dan 50 santri program intensif. SedangkanPengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan cara undian yang terdiri dari 50 santri program regular dan 50 santri program intensif. Sedangkan
UMPRUMPR 3) Panen tanaman sayur kangkung darat mulai umur 21 HST telah memiliki indeks panen yang relatif tinggi sebesar 73,2-78,1% meskipun panen segar di umur3) Panen tanaman sayur kangkung darat mulai umur 21 HST telah memiliki indeks panen yang relatif tinggi sebesar 73,2-78,1% meskipun panen segar di umur