UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Mahasiswa dalam menjalin hubungan persahabatan dengan mahasiswa lain perlu mengungkapkan diri. Pengungkapan diri (self-disclosure) adalah tindakan menceritakan keadaan diri yang bersifat pribadi pada mahasiswa lain secara sukarela. Pengungkapan diri mahasiswa dapat mengurangi kecemasan yang dirasakan oleh diri sendiri ketika menjalin hubungan persahabatan dengan mahasiswa lain. Kecemasan yang dialami oleh mahasiswa dalam menjalin hubungan persahabatan mengakibatkan dirinya sulit untukmenyampaikan pendapat, mengungkapkan perasaan, dan tidak akanberbagi informasi kepada mahasiswa lain. Mahasiswa yang sulit mengungkapkan diri akan mengalami kondisi yang tidak nyaman dan cenderung dijauhi oleh mahasiswa lain. Fokus pengungkapan diri mahasiswa kepada mahasiswa lain adalah intervensi atau strategi konseling khusus yang ditawarkan. Dengan harapan bahwa ketika strategi konseling dilaksanakan dapat mengatasi masalah hubungan persahabatan yang kurang harmonis antar mahasiswa.Strategi konseling yang ditawarkan untuk pengungkapan diri mahasiswa adalah pelatihan self disclosure menggunakan konseling art dengan media gambar.

Mahasiswa dalam pergaulan cenderung menutup diri dan menarik diri dari teman, dengan tidak memberikan informasi keseluruhan tentang dirinya dan hanya menampilkan informasi terluar.Hal ini mengakibatkan hubungan persahabatan yang kurang harmonis karena self disclosure yang lebih luas dan mendalam tidak bisa dilakukan.Konseling art dengan gambar berfungsi baik sebagai katalis dan penyaluran untuk memahami diri sendiri dalam konteks dunia yang lebih besar, dilaksanakan melalui mengaduk perasaan dan membuka kemungkinan, mempengaruhi kesadaran, menciptakan kemungkinan dan memperluas cakrawala sehingga dunia menjadi selalu baru.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai efektivitas konseling art dengan media gambar dalam meningkatkan self-disclosure pada mahasiswa dengan karakteristik yang berbeda, seperti tingkat kecemasan sosial atau tipe kepribadian. Studi komparatif juga bisa dilakukan untuk membandingkan efektivitas konseling art dengan metode konseling lainnya dalam meningkatkan self-disclosure mahasiswa. Selain itu, perlu diteliti bagaimana faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, atau latar belakang budaya mempengaruhi respons mahasiswa terhadap konseling art dengan media gambar. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi penggunaan media seni lain selain gambar, seperti musik, drama, atau tari, dalam meningkatkan intensitas self-disclosure mahasiswa serta dampaknya pada keberhasilan hubungan interpersonal. Lebih jauh lagi, studi longitudinal dapat meneliti dampak jangka panjang dari konseling art terhadap self-disclosure dan kesejahteraan psikologis mahasiswa setelah lulus dari perguruan tinggi. Dengan demikian, pemahaman yang lebih komprehensif tentang konseling art dan self-disclosure dapat dikembangkan, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas layanan konseling bagi mahasiswa.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/a0031783APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 a0031783
  1. #peserta didik#peserta didik
  2. #guru sd#guru sd
Read online
File size87.09 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2wc
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test