IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO

El-Mizzi : Jurnal Ilmu HadisEl-Mizzi : Jurnal Ilmu Hadis

Kajian tentang kaidah keshahihan hadis merupakan upaya ilmiah yang bertujuan menjaga kemurnian ajaran Islam dari berbagai bentuk distorsi dan penyimpangan. Sebagai sumber hukum kedua setelah al-Quran, hadis memiliki peran fundamental dalam pembentukan hukum, akhlak, dan praktik keagamaan umat Islam, sehingga keabsahannya harus melalui proses verifikasi yang ketat dan sistematis. Melalui disiplin ilmu muṣṭalaḥ al-ḥadīṡ, para ulama hadis merumuskan seperangkat kaidah keshahihan yang mencakup aspek sanad dan matan, seperti ittiṣāl al-sanad, keadilan dan ketelitian perawi, ketiadaan syuḏūḏ dan illat, serta identifikasi berbagai bentuk kelemahan hadis, termasuk inqiṭā al-sanad dan keberadaan hadis mauḍū (palsu). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual kaidah-kaidah keshahihan hadis serta menelaah urgensinya dalam menjaga validitas riwayat yang disnisbatkan kepada Rasulullah Saw. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer dalam bidang ulumul hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan kaidah keshahihan hadis tidak hanya berfungsi sebagai instrumen metodologis dalam penetapan hukum Islam, tetapi juga berperan sebagai mekanisme intelektual dan spiritual dalam melestarikan otentisitas sunnah Nabi. Di tengah arus modernisasi dan derasnya penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, penguatan pemahaman terhadap kaidah keshahihan hadis menjadi kebutuhan mendesak guna menjaga integritas ajaran Islam dan mencegah penyebaran hadis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan kaidah keshahihan hadis tidak hanya berfungsi sebagai instrumen metodologis dalam penetapan hukum Islam, tetapi juga berperan sebagai mekanisme intelektual dan spiritual dalam melestarikan otentisitas sunnah Nabi.Di tengah arus modernisasi dan derasnya penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, penguatan pemahaman terhadap kaidah keshahihan hadis menjadi kebutuhan mendesak guna menjaga integritas ajaran Islam dan mencegah penyebaran hadis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu adanya penelitian mendalam mengenai efektivitas penerapan kaidah keshahihan hadis dalam konteks media sosial, khususnya dalam mengidentifikasi dan melawan penyebaran hadis palsu atau lemah. Kedua, penelitian komparatif mengenai perbedaan metode penilaian keshahihan hadis di antara berbagai mazhab fiqih dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika pemikiran keagamaan. Ketiga, pengembangan aplikasi atau platform digital yang dapat membantu umat Islam dalam memverifikasi keabsahan hadis secara cepat dan mudah akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan literasi hadis di kalangan masyarakat.

Read online
File size198.31 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test