POLNAMPOLNAM

Jurnal Administrasi TerapanJurnal Administrasi Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan akuntansi sederhana terhadap pengelolaan keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penerima kredit bank di Kota Kupang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kualitas pengelolaan keuangan UMKM yang berdampak pada ketidakmampuan dalam menyusun laporan keuangan dan kesulitan dalam mengakses pembiayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel sebanyak 388 pelaku UMKM dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu, dan data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan akuntansi sederhana berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM. Pelatihan tersebut membantu pelaku usaha dalam mencatat transaksi, mengelola arus kas, serta menyusun laporan keuangan sederhana yang dapat meningkatkan kredibilitas usaha di mata lembaga keuangan. Meskipun demikian, ditemukan bahwa pelatihan hanya menjelaskan sebagian variasi dalam pengelolaan keuangan, yang berarti terdapat faktor lain yang juga memengaruhi. Oleh karena itu, pelatihan akuntansi perlu dikembangkan secara lebih aplikatif dan disesuaikan dengan karakteristik pelaku UMKM agar lebih efektif.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa.Pelatihan akuntansi sederhana terbukti berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM penerima kredit di Kota Kupang.Hasil uji regresi menunjukkan adanya kontribusi positif dari pelatihan akuntansi terhadap peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha, seperti pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana.Hal ini membuktikan bahwa pelatihan memiliki dampak nyata dalam mendorong pengelolaan usaha yang lebih tertib dan terarah.Pelatihan akuntansi mendukung peningkatan kredibilitas dan kelayakan UMKM dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan.Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, UMKM mampu menyusun laporan keuangan yang dibutuhkan dalam proses pengajuan kredit serta menunjukkan kedisiplinan dalam membayar pinjaman, sehingga meningkatkan kepercayaan bank maupun lembaga pembiayaan.Pelatihan akuntansi bukan satu-satunya penentu efektivitas pengelolaan keuangan UMKM.Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 43,2% menunjukkan bahwa masih terdapat faktor lain yang turut memengaruhi pengelolaan keuangan, seperti tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dukungan lingkungan, dan literasi keuangan.Hal ini membuka ruang untuk penelitian lanjutan yang lebih komprehensif.Pelatihan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan nyata pelaku UMKM.Mayoritas responden berasal dari sektor perdagangan dan kuliner, serta memiliki tingkat pendidikan menengah, maka pendekatan pelatihan harus disusun secara praktis, kontekstual, dan mudah dipahami agar materi pelatihan benar-benar dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari secara efektif.

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan UMKM, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang menyelidiki faktor-faktor lain yang memengaruhi pengelolaan keuangan, seperti tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dukungan lingkungan, dan literasi keuangan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif atau kuantitatif, dan melibatkan pelaku UMKM dari berbagai sektor dan tingkat pendidikan. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan metode pelatihan akuntansi yang lebih aplikatif dan disesuaikan dengan karakteristik pelaku UMKM, dengan menggunakan studi kasus dan praktik langsung. Dengan demikian, pelatihan akuntansi dapat menjadi alat pemberdayaan yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan UMKM dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Read online
File size328.45 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test