UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

Imara: Jurnal Riset Ekonomi IslamImara: Jurnal Riset Ekonomi Islam

Latar belakang. Penelitian ini dipicu oleh kekhawatiran yang meningkat terkait keterbatasan sistem ekonomi kontemporer dalam menangani tantangan global seperti ketimpangan sosial, degradasi moral dalam praktik ekonomi, krisis lingkungan, dan kelemahan tata kelola institusional. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana ekonomi Islam dapat merespons secara kritis tantangan global, termasuk ketimpangan sosial, krisis moral kapitalisme, degradasi lingkungan, serta kelemahan tata kelola institusional. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif‑konseptual berbasis studi literatur, dengan analisis kritis terhadap literatur klasik dan kontemporer dalam bidang ekonomi Islam, sosiologi, psikologi, hukum, filsafat, ekonomi politik, studi lingkungan, dan sejarah. Data dianalisis dengan metode deskriptif‑analitis yang menekankan kerangka epistemologis dan konseptual. Hasil. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner memungkinkan ekonomi Islam melampaui orientasi normatif‑legal sempit menuju kerangka yang lebih komprehensif, yang mengintegrasikan nilai etik, analisis empiris, dan kebijakan yang sensitif terhadap konteks. Kesimpulan. Temuan juga mengindikasikan bahwa maqāṣid al‑sharīʿah berfungsi tidak hanya sebagai referensi normatif tetapi sebagai instrumen evaluatif kritis untuk menyelaraskan praktik ekonomi dengan tujuan keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan manusia. Dengan dukungan metodologi yang rigor dan koherensi institusional, ekonomi Islam muncul sebagai paradigma holistik dan transformatif yang dapat menawarkan solusi etis dan berkelanjutan bagi tantangan ekonomi global kontemporer.

Pendekatan interdisipliner meningkatkan kapasitas analitis dan transformatif ekonomi Islam dibandingkan pendekatan normatif‑legal.Integrasi perspektif sosial, psikologis, hukum, politik, filosofi, lingkungan, dan sejarah menempatkan ekonomi dalam konteks moral, keadilan, keberlanjutan, serta hubungan kekuasaan dan spiritual.Maqāṣid al‑sharīʿah menjadi kerangka evaluatif substantif, menjadikan ekonomi Islam alternatif etis dan holistik untuk kebijakan publik berkeadilan.

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan kerangka kerja operasionalisasi maqāṣid al‑sharīʿah sebagai alat evaluatif konkret bagi kebijakan ekonomi nasional dan tata kelola institusi keuangan syariah, termasuk penyusunan indikator yang dapat diukur secara praktis. Selain itu, studi komparatif antara ekonomi Islam dengan paradigma ekonomi institusional, ekonomi kesejahteraan, dan ekonomi hijau dapat mengidentifikasi keunggulan serta keterbatasan masing‑masing dalam menangani ketimpangan sosial dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Selanjutnya, penelitian empiris pada peran zakat, wakaf, dan keuangan sosial syariah dalam mengurangi ketimpangan struktural serta merespons krisis ekologi di wilayah‑wilayah tertentu dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif, misalnya melalui desain program yang mengoptimalkan distribusi sumber daya dan partisipasi masyarakat. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis data lapangan, ketiga arah studi tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi ekonomi Islam sebagai solusi transformatif bagi tantangan global.

  1. Ekonomi Islam sebagai Paradigma Transformatif: Pendekatan Interdisipliner dan Multidisipliner | Imara:... doi.org/10.31958/imara.v9i2.16165Ekonomi Islam sebagai Paradigma Transformatif Pendekatan Interdisipliner dan Multidisipliner Imara doi 10 31958 imara v9i2 16165
Read online
File size737.01 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test