DOKICTIDOKICTI

Journal of Islamic Psychology and Behavioral SciencesJournal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences

Artikel ini menyelidiki peran praktik istighfar terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap satu orang partisipan, yakni seorang mahasiswi semester empat jurusan Psikologi Islam. Hasil temuan menunjukkan bahwa istighfar, meskipun dilakukan secara spontan dan tidak dalam bentuk rutinitas ibadah yang terstruktur, mampu berperan efektif dalam meredakan stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Partisipan melaporkan merasakan ketenangan batin dan kejernihan pikiran setelah beristighfar, terutama ketika menghadapi tekanan akademik maupun persoalan emosional. Praktik ini berfungsi sebagai mekanisme coping spiritual yang membantu mengalihkan fokus dari sumber stres, menciptakan rasa aman, serta memfasilitasi proses refleksi diri. Temuan ini mendukung literatur sebelumnya yang menyatakan bahwa istighfar memiliki dampak positif dalam mengurangi gejala depresi dan stres, serta relevan dengan teori coping stress.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa istighfar berperan efektif sebagai strategi menghadapi tekanan akademik dan emosi negatif pada mahasiswa.Partisipan mengalami perubahan emosional yang signifikan, dari cemas menjadi lebih tenang dan jernih setelah beristighfar, menunjukkan penurunan tingkat stres.Keefektifan istighfar tidak hanya bergantung pada frekuensi, tetapi juga spontanitasnya sebagai respons terhadap kebutuhan emosional.Secara keseluruhan, istighfar berkontribusi pada kesejahteraan psikologis partisipan, menciptakan keseimbangan hidup yang lebih baik.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan melibatkan partisipan yang lebih banyak dan beragam latar belakang untuk memperkuat generalisasi temuan. Penggunaan metode campuran, menggabungkan wawancara mendalam dengan pengukuran kuantitatif, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pengaruh istighfar terhadap kesejahteraan psikologis. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana istighfar dapat diintegrasikan ke dalam program intervensi kesehatan mental di lingkungan kampus, mempertimbangkan faktor-faktor moderasi seperti tingkat religiositas dan gaya coping individu. Studi lebih lanjut juga dapat meneliti perbedaan efektivitas istighfar dalam berbagai konteks tekanan, seperti tekanan akademik, sosial, atau finansial, serta mengidentifikasi mekanisme psikologis spesifik yang mendasari dampak positif istighfar terhadap kesejahteraan mental.

  1. Peran Agama Islam bagi Kesehatan Mental Mahasiswa | Fajrussalam | Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian... jurnal.unissula.ac.id/index.php/fikri/article/view/21041Peran Agama Islam bagi Kesehatan Mental Mahasiswa Fajrussalam Al Fikri Jurnal Studi dan Penelitian jurnal unissula ac index php fikri article view 21041
Read online
File size340.66 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test