UNTAG SMDUNTAG SMD

MOTIVASI JURNAL MAHASISWA PSIKOLOGIMOTIVASI JURNAL MAHASISWA PSIKOLOGI

Penelitian ini meneliti tentang pengaruh perbedaan tingkat stres akademik pada siswa sekolah Menengah Atas Umum (SMAN1) dengan siswa Sekolah Menengah Atas berbasis Agama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 siswa yang berasal dari 2 sekolah di kota Sendawar. Sampel dalam penelitian ini diambil dari seluruh populasi sesuai dengan kriteria penelitian. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat stres akademik antara siswa Sekolah Menengah Atas Umum (SMAN 1) dengan Siswa Sekolah Menengah Atas Berbasis Agama (MAN 1). Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t test memperoleh nilai signifikan .216 (p > .0,5) yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak.

Tidak terdapat perbedaan tingkat stres akademik pada siswa sekolah menengah atas umum dengan siswa sekolah menengah atas berbasis agama.Hasil penelitian ini berarti tingkat stres kedua kelompok pada tingkat stress yang sama yaitu tingkat sedang.Hal ini dimungkinkan faktor-faktor dapat dipengaruhi oleh diantaranya adalah faktor stressor atau sumber stres akademik dari luar (eksternal) dan dari dalam (internal), respon stres akademik, dan kecakapan mengatasi masalah atau disebut dengan coping stress dari setiap individu.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara mendalam bagaimana strategi coping dan dukungan sosial memediasi tingkat stres akademik pada siswa SMAN dan MAN dengan menggunakan pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor psikologis yang paling berpengaruh melalui survei skala coping serta wawancara kelompok fokus, dan sekaligus menguji perbedaan antar‑kelompok berdasarkan jenis kelamin dan tingkat kelas. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti siswa selama satu tahun akademik dapat menilai fluktuasi stres seiring dengan perubahan beban kurikulum, jadwal ujian, dan kegiatan ekstra‑kurikuler, serta menguji hubungan antara tingkat stres dengan prestasi akademik pada tiap periode, dengan menambahkan pengukuran biometrik seperti detak jantung untuk memperkaya data objektif. Selanjutnya, penelitian komparatif yang melibatkan sekolah‑sekolah di wilayah lain serta institusi swasta dapat memperluas generalisasi temuan, dengan menambahkan variabel seperti latar belakang ekonomi keluarga, persepsi nilai agama, dan tingkat partisipasi kegiatan keagamaan, serta menilai efek intervensi program manajemen stres berbasis teknologi terhadap kedua kelompok, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan pendidikan yang lebih terarah.

Read online
File size258.44 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test