DOKICTIDOKICTI

Journal of Islamic Psychology and Behavioral SciencesJournal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences

Upacara Saur Matua adalah ritual kematian dalam budaya Batak yang tidak hanya berfungsi sebagai upacara tradisional tetapi juga sebagai proses yang secara psikologis bermakna bagi anggota keluarga yang berduka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna upacara Saur Matua dalam kaitannya dengan kesejahteraan subjektif anggota keluarga menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Fokus penelitian ini adalah pada pengalaman hidup peserta dalam menjalani dan menafsirkan upacara tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat anggota keluarga yang memiliki peran berbeda dalam pelaksanaan upacara Saur Matua. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik fenomenologis untuk mengidentifikasi makna esensial yang muncul dari pengalaman peserta. Temuan menunjukkan bahwa upacara Saur Matua dipandang sebagai bentuk penerimaan kematian, sarana ekspresi dan regulasi emosi, serta sumber dukungan sosial yang kuat. Makna-makna ini berkontribusi positif terhadap kesejahteraan subjektif, terutama dalam hal kepuasan hidup, munculnya afek positif seperti ketenangan dan rasa syukur, serta pengurangan afek negatif melalui berbagi duka secara kolektif. Hasil ini menyoroti peran penting ritual budaya dalam menjaga kesejahteraan psikologis dalam konteks kehilangan. Studi ini berkontribusi pada bidang psikologi budaya dengan menyoroti relevansi praktik budaya lokal sebagai sumber kesejahteraan subjektif dalam masyarakat Indonesia.

Upacara Saur Matua memiliki makna yang mendalam bagi subjective well-being anggota keluarga yang ditinggalkan.Upacara ini tidak hanya dipahami sebagai kewajiban adat, tetapi sebagai ruang psikososial yang memungkinkan penerimaan terhadap kematian, pengelolaan emosi duka, serta penguatan dukungan sosial secara kolektif.Pengalaman menjalani Saur Matua membantu anggota keluarga membangun rasa tenang, syukur, dan kepuasan hidup, sekaligus mereduksi afek negatif melalui proses berbagi duka dalam struktur budaya yang bermakna.Temuan ini menegaskan bahwa ritual budaya berfungsi sebagai mekanisme adaptif dalam menghadapi kehilangan, dengan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan psikologis subjektif.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penting untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana upacara Saur Matua dapat menjadi sumber dukungan emosional dan sosial bagi anggota keluarga yang ditinggalkan, terutama dalam konteks perubahan sosial dan dinamika modern. Kedua, studi komparatif antara upacara Saur Matua dengan ritual kematian di budaya lain dapat memberikan perspektif yang lebih luas tentang peran ritual dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat fokus pada bagaimana makna hidup, dukungan sosial, dan penguatan identitas budaya yang diperoleh dari upacara Saur Matua dapat diterapkan dalam intervensi psikologis kontekstual untuk membantu keluarga yang mengalami kehilangan.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0033-2909.95.3.542APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0033 2909 95 3 542
Read online
File size390.69 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test