DOKICTIDOKICTI

Journal of Islamic Psychology and Behavioral SciencesJournal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas intervensi reinforcement positif yang modifikasi perilaku menggunakan dikombinasikan dengan penerapan sleep hygiene dalam menurunkan perilaku tidur larut malam pada dewasa muda. Tidur larut malam merupakan permasalahan perilaku yang umum terjadi dan berkaitan dengan penurunan fungsi akademik serta kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menggunakan desain single-case dengan durasi intervensi selama dua minggu. Perilaku target didefinisikan sebagai tidur sebelum pukul 23.00 WIB, dengan kriteria keberhasilan berupa penurunan frekuensi tidur larut malam sebesar 50%. Reinforcement positif berupa jajan kesukaan subjek diberikan menggunakan jadwal Fixed Ratio-1 (FR-1) setiap kali perilaku target tercapai. Data dikumpulkan melalui self-report harian waktu tidur dan dianalisis secara deskriptif menggunakan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minggu pertama intervensi, perilaku tidur larut malam masih terjadi sebanyak tiga kali sehingga kriteria keberhasilan belum tercapai. Namun, pada minggu kedua frekuensi tidur larut malam menurun menjadi dua kali dan memenuhi target keberhasilan yang telah ditetapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa reinforcement positif yang diberikan secara konsisten, disertai modifikasi antecedent melalui sleep hygiene, efektif dalam menurunkan perilaku tidur larut malam.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi modifikasi perilaku melalui pemberian reinforcement positif yang dipadukan dengan pengaturan sleep hygiene mampu memberikan kecenderungan penurunan perilaku tidur larut malam pada dewasa muda.Pendekatan ini mendorong terbentuknya perilaku tidur yang lebih tepat waktu melalui penguatan konsekuensi positif secara konsisten serta pengondisian lingkungan yang mendukung munculnya perilaku tidur adaptif.Temuan tersebut mengindikasikan bahwa prinsip operant conditioning dapat diterapkan secara aplikatif dalam konteks perilaku kesehatan sehari-hari, khususnya dalam upaya mengubah kebiasaan tidur yang tidak adaptif.Meskipun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dipertimbangkan.Penggunaan desain single-case dengan satu subjek membatasi kemampuan generalisasi temuan ke populasi yang lebih luas.Selain itu, pengukuran perilaku tidur yang didasarkan pada self-report berpotensi menimbulkan bias subjektivitas dan ketidakakuratan pelaporan.Durasi intervensi yang relatif singkat juga belum memungkinkan penilaian terhadap stabilitas dan keberlanjutan perubahan perilaku tidur dalam jangka panjang.Oleh karena itu, hasil penelitian ini perlu dipahami sebagai temuan awal yang bersifat eksploratif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melibatkan lebih banyak subjek dan memperpanjang durasi intervensi agar dapat mengevaluasi stabilitas dan keberlanjutan perubahan perilaku tidur dalam jangka panjang. Selain itu, perlu dipertimbangkan penggunaan metode pengukuran objektif untuk meningkatkan validitas dan daya generalisasi temuan. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi strategi pemeliharaan lanjutan, seperti pengurangan reinforcement secara bertahap dan fase follow-up, untuk memastikan perilaku tidur tepat waktu terbentuk sebagai kebiasaan yang stabil. Dengan demikian, pendekatan modifikasi perilaku berbasis reinforcement positif dan sleep hygiene dapat dikembangkan menjadi program intervensi perilaku tidur yang lebih komprehensif dan efektif.

Read online
File size413.41 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test