DOKICTIDOKICTI

Journal of Islamic Psychology and Behavioral SciencesJournal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences

Pagophagia merupakan perilaku mengonsumsi es batu secara berulang tanpa kebutuhan fisiologis yang dapat berkembang menjadi perilaku maladaptif. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas positive reinforcement dengan pendekatan Differential Reinforcement of Alternative Behavior (DRA) dalam menurunkan perilaku makan es batu pada mahasiswa dewasa awal. Penelitian menggunakan desain single subject experimental. Data dikumpulkan melalui pencatatan frekuensi perilaku selama fase baseline tujuh hari dan fase intervensi empat belas hari. Intervensi dilakukan dengan pemberian positive reinforcement setiap tiga hari sekali. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan analisis visual. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi perilaku makan es batu selama fase intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa positive reinforcement berbasis DRA efektif dalam menurunkan pagophagia pada konteks non klinis.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan positive reinforcement dengan pendekatan Differential Reinforcement of Alternative Behavior (DRA) efektif sebagai strategi modifikasi perilaku untuk menurunkan frekuensi perilaku makan es batu (pagophagia) pada mahasiswa dewasa awal dengan konteks non klinis.Temuan ini menegaskan bahwa pagophagia tidak semata-mata merupakan kebiasaan ringan atau fenomena medis, melainkan perilaku yang dipelajari dan dipertahankan oleh mekanisme penguatan.Penelitian ini juga memberikan implikasi bagi layanan psikologi pendidikan dan konseling mahasiswa dalam pengembangan intervensi preventif terhadap kebiasaan maladaptif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar dan menggunakan kelompok kontrol untuk memperkuat validitas temuan dan memungkinkan generalisasi yang lebih luas. Kedua, eksplorasi faktor-faktor psikologis lain yang mungkin berkontribusi terhadap pagophagia, seperti tingkat stres, kecemasan, atau regulasi emosi, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena ini. Ketiga, penelitian tindak lanjut jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi keberlanjutan perubahan perilaku setelah intervensi dihentikan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memprediksi keberhasilan jangka panjang. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan intervensi yang lebih efektif dan personalisasi untuk mengatasi pagophagia pada mahasiswa dan populasi dewasa awal lainnya, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Read online
File size397.75 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test