UINMADURAUINMADURA

Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan DakwahMeyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah

Santri di SMK Life Skill Kendari mempunyai kemampuan yang beragam dalam berbicara di depan umum dengan baik. Beberapa sebab yang ditemukan adalah proses dan masa berlatih setiap santri berbeda walaupun mendapat pembinaan yang sama. Pembinaan yang dilakukan adalah secara teori dan praktek. Hambatan yang terjadi berusaha diatasi dengan pembinaan dengan komunikasi verbal dan nonverbal. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi verbal dan nonverbal pembina dalam meningkatkan skill public speaking santri SMK Life Skill Kendari, termasuk faktor pendukung dan penghambat pembina dalam meningkatkan skill public speaking. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Rancangan penelitian berdasarkan variabel-variabel penelitian yang diidentifikasi serta hipotesis yang akan diuji kebenarannya. Dalam Penelitian ini data dikumpulkan dengan menggunakan purposive dan snowball sampling melalui teknik pengumpulan data. Pengujian data melalui triangulasi dan analisis data yang bersifat induktif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMK Life Skill pondok pesantren Attarbiyatussakilah Kendari dengan melibatkan 17 responden yaitu pembina berjumlah 7 orang dan santri 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi verbal dan nonverbal cukup efektif untuk meningkatkan skill public speaking santri SMK Life Skill Kendari. Berdasarkan penelitian, antara komunikasi verbal dan nonverbal ditemukan bahwa komunikasi verbal lebih efektif dibandingkan komunikasi nonverbal.

Penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi verbal dan nonverbal pembina, termasuk pendekatan awal kepada santri, penggunaan teori komunikasi intrapersonal, serta pengaturan strategi berdasarkan jenjang pendidikan, efektif dalam meningkatkan kemampuan public speaking santri.Evaluasi, pemberian saran, nasihat, serta isyarat tidak suka juga berperan penting sebagai umpan balik bagi santri untuk memperbaiki kesalahan selama latihan.Penjadwalan kegiatan dan latihan mandiri membantu santri menginternalisasi keterampilan berbicara di muka umum secara lebih konsisten.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi pengaruh penggunaan media video pembelajaran yang direkam dan diputar ulang terhadap peningkatan kemampuan public speaking santri, dengan membandingkan kelompok yang mendapat intervensi video dengan kelompok kontrol yang hanya menerima pembinaan konvensional. Penelitian lain dapat menyelidiki perbedaan efektivitas strategi komunikasi verbal dan nonverbal antara santri yang berasal dari jenjang pendidikan menengah pertama versus menengah atas, untuk mengetahui apakah tingkat kematangan kognitif memoderasi hasil pembinaan. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengkaji dampak penerapan jadwal latihan mandiri berkelanjutan selama enam bulan terhadap retensi keterampilan public speaking, serta mengidentifikasi faktor-faktor motivasi yang mendukung konsistensi latihan. Penelitian juga perlu memperhatikan faktor penghambat internal seperti rasa malu dan kecemasan, dengan menguji intervensi teknik relaksasi atau pelatihan mindfulness sebelum sesi public speaking. Metode campuran (mixed‑methods) dapat diterapkan untuk menggabungkan data kuantitatif hasil tes kemampuan berbicara dengan data kualitatif wawancara mendalam mengenai persepsi santri terhadap strategi komunikasi yang diberikan. Selain itu, analisis komparatif antara pondok pesantren dengan sekolah umum yang memiliki program public speaking serupa dapat memberikan wawasan tentang konteks budaya yang mempengaruhi keberhasilan strategi. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan model pembinaan yang lebih adaptif, meminimalkan hambatan, dan meningkatkan efektivitas strategi komunikasi verbal dan nonverbal secara berkelanjutan.

Read online
File size504.33 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test