STIESTIE

One moment, please...One moment, please...

Perjalanan udara dalam ibadah umrah dapat memberikan dampak fisiologis terhadap kesehatan jemaah, salah satunya adalah peningkatan tekanan darah akibat perubahan tekanan kabin, stres perjalanan, dan kelelahan. Hal ini menjadi perhatian khusus, terutama bagi jemaah dengan usia menengah ke atas yang lebih rentan terhadap gangguan kardiovaskular. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekanan darah jemaah umrah PT. Esra Wisata Tour and Travel sebelum dan setelah melakukan perjalanan udara serta menganalisis pengaruh perjalanan udara terhadap peningkatan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi pre‑post test without control group. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang merupakan jemaah umrah. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah keberangkatan menggunakan tensimeter digital serta dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi‑Square.

Esra Wisata sebelum keberangkatan memiliki tekanan darah dalam batas normal (sistolik 93,3%, diastolik 86,7%).Setelah penerbangan, persentase jemaah dengan tekanan darah tidak normal meningkat signifikan, yakni sistolik menjadi 26,7% dan diastolik 53,3%.Analisis menunjukkan hubungan kuat dan signifikan antara perjalanan udara dan peningkatan tekanan darah pada jemaah umrah.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara longitudinal perubahan tekanan darah pada jemaah umrah selama periode pra‑keberangkatan, penerbangan, dan pasca‑penerbangan dengan melibatkan sampel yang jauh lebih besar untuk meningkatkan generalisasi temuan. Selain itu, studi eksperimental dapat menguji efektivitas penggunaan perangkat monitor tekanan darah berkelanjutan berbasis wearable selama seluruh perjalanan, serta membandingkan hasilnya dengan pengukuran konvensional untuk menilai akurasi dan kemudahan pemantauan. Selanjutnya, penelitian kualitatif dapat meneliti persepsi dan tingkat kepatuhan jemaah terhadap program skrining tekanan darah pra‑keberangkatan serta edukasi kesehatan, guna mengidentifikasi hambatan dan faktor motivasi yang mempengaruhi penerapan intervensi. Penelitian berikutnya juga dapat menyelidiki pengaruh kombinasi faktor lingkungan penerbangan (seperti tekanan kabin, suhu, dan durasi) serta karakteristik individu (usia, riwayat hipertensi) terhadap risiko hipertensi temporer, dengan menggunakan model multivariat. Akhirnya, uji coba terkontrol dapat mengevaluasi manfaat intervensi preventif seperti hidrasi optimal, penggunaan stoking kompresi, dan latihan pernapasan selama penerbangan dalam menurunkan kejadian peningkatan tekanan darah pada jemaah berisiko.

  1. Effect of dehydration on the development of collaterals in acute middle cerebral artery occlusion - Chang... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/ene.12841Effect of dehydration on the development of collaterals in acute middle cerebral artery occlusion Chang onlinelibrary wiley doi 10 1111 ene 12841
  2. PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP TEKANAN DARAH DAN DENYUT NADI PADA MAHASISWA PESERTA PRAKTIKUM... journal2.um.ac.id/index.php/preventia/article/view/3876PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP TEKANAN DARAH DAN DENYUT NADI PADA MAHASISWA PESERTA PRAKTIKUM journal2 um ac index php preventia article view 3876
  3. Analisa Risiko Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Pancoran... doi.org/10.53801/jphe.v2i4.134Analisa Risiko Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Pancoran doi 10 53801 jphe v2i4 134
  1. #tekanan darah#tekanan darah
  2. #pengendalian tekanan darah#pengendalian tekanan darah
Read online
File size404.27 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3aq
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test