SINESIASINESIA

Hayati : Journal of EducationHayati : Journal of Education

Pemahaman masyarakat umum terhadap mikroorganisme masih minim karena akses pembelajaran yang terbatas dan stigmanya yang negatif. Salah satu cara untuk menyampaikan edukasi mikroorganisme agar lebih mudah disampaikan kepada masyarakat umum adalah melalui pameran interaktif sebagai bentuk kolaborasi antara mikrobiologi dan seni. Namun, pameran interaktif ini masih terbatas di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana dampak pameran interaktif microbial art terhadap pemahaman mikroorganisme dasar serta potensi keberlanjutannya di masyarakat. Analisis penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan metode analisis tematik berdasarkan testimoni pengunjung terhadap dua pameran (exhibition) yang diselenggarakan oleh Microartmunity, yaitu komunitas yang bergerak di bidang seni dan mikrobiologi. Secara keseluruhan, terdapat 92 partisipan dari berbagai latar belakang pendidikan yang memberikan testimoni. Hasil testimoni tersebut kemudian dikategorikan menjadi kreativitas, edukasi, penerimaan, dan harapan. Berdasarkan hasil testimoni pengunjung, sebanyak 32% pengunjung berharap adanya keberlanjutan dari pameran interaktif Microbial Art, baik berupa pameran, kegiatan workshop, eksistensi komunitas Microartmunity, maupun kolaborasi bersama stakeholders. Pameran ini juga mendapatkan penerimaan yang baik dari masyarakat dengan persentase 26%. Hal ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi cara yang menarik dalam menyampaikan informasi ilmiah. Antusiasme pengunjung juga mengindikasikan adanya minat yang tinggi terhadap pameran dengan konsep fusion art-science. Dengan demikian, pameran interaktif Microbial Art ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sarana edukasi di masa depan.

Pameran interaktif microbial art memberikan dampak positif dalam menyampaikan informasi mikrobiologi dasar kepada masyarakat, terutama melalui peningkatan kreativitas, edukasi, dan penerimaan publik.Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dan sebanyak 32% berharap kegiatan ini dilanjutkan dalam bentuk pameran, workshop, atau kolaborasi dengan pihak terkait.Pendekatan kolaboratif antara seni dan sains terbukti efektif sebagai media komunikasi sains yang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Pertama, perlu dilakukan penelitian serupa di luar Jawa Barat untuk melihat apakah dampak pameran microbial art konsisten di berbagai daerah dengan latar belakang budaya dan pendidikan yang berbeda. Kedua, sebaiknya dikembangkan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) untuk mengukur secara lebih akurat sejauh mana pemahaman masyarakat bertambah setelah mengikuti pameran, serta menganalisis korelasi antar tema seperti kreativitas, edukasi, dan harapan masa depan. Ketiga, perlu dieksplorasi model pameran berkelanjutan yang melibatkan kolaborasi intensif antara komunitas seni-sains dengan sekolah, museum, atau lembaga pemerintah agar edukasi mikrobiologi bisa menjadi bagian dari kegiatan publik yang rutin dan terstruktur. Hal ini juga dapat membuka ruang untuk evaluasi jangka panjang terhadap literasi sains masyarakat. Dengan pendekatan ini, pameran microbial art tidak hanya menjadi kegiatan insidental, tetapi bisa berkembang menjadi gerakan edukasi sains yang inklusif dan berkelanjutan. Studi lanjutan juga bisa mengevaluasi efektivitas format workshop sebagai bentuk interaksi lebih dalam dibanding pameran biasa. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana faktor usia, latar belakang pendidikan, dan minat seni memengaruhi respons peserta. Penelitian juga bisa menguji variasi media penyajian, seperti instalasi digital atau pertunjukan langsung, untuk menemukan format yang paling menarik bagi kelompok usia berbeda. Semua ini dapat membantu membangun strategi komunikasi sains yang lebih efektif di Indonesia.

  1. Broadening participation in science through arts-facilitated experiences at a cultural festival | PLOS... doi.org/10.1371/journal.pone.0284432Broadening participation in science through arts facilitated experiences at a cultural festival PLOS doi 10 1371 journal pone 0284432
  2. Full article: Public opinions and knowledge about microorganisms. full article public opinions knowledge... tandfonline.com/doi/full/10.1080/02635143.2021.1952407Full article Public opinions and knowledge about microorganisms full article public opinions knowledge tandfonline doi full 10 1080 02635143 2021 1952407
  3. | IDOSR JOURNALS. idosr journals exploring arts science research initiatives asiimwe kyomugisha faculty... doi.org/10.59298/IDOSR/JCE/93.2732.202400IDOSR JOURNALS idosr journals exploring arts science research initiatives asiimwe kyomugisha faculty doi 10 59298 IDOSR JCE 93 2732 202400
  4. Surprising creativity | Proceedings of the 6th ACM SIGCHI conference on Creativity & cognition. surprising... doi.org/10.1145/1254960.1254964Surprising creativity Proceedings of the 6th ACM SIGCHI conference on Creativity cognition surprising doi 10 1145 1254960 1254964
  5. This is the Age of Microbial Technology: Crucial roles of learned societies and academies - Timmis -... doi.org/10.1111/1751-7915.14450This is the Age of Microbial Technology Crucial roles of learned societies and academies Timmis doi 10 1111 1751 7915 14450
  1. #interaktif m ries#interaktif m ries
Read online
File size369.04 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-2tE
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test