UNIPAUNIPA
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIAJURNAL KEHUTANAN PAPUASIAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan bentuk pemanenan hasil hutan kayu di daerah aliran sungai Tami dan Bewan, dataran Arso, Kabupaten Keerom. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jalur berpetak serta wawancara semi-struktural yang didesain guna menggali informasi pemanfaatan hasil hutan kayu serta nilai ekonomisnya. Hasil analisis vegetasi menunjukkan pada wilayah DAS Tami, nilai volume tertinggi untuk tingkat pohon dimiliki oleh Pimeleodendron amboinicum dengan volume 13,499 m3/plot. Sementara untuk tingkat tiang berasal dari jenis Pometia pinnata dengan volume 1,074 m3/plot. Sementara pada wilayah DAS Bewan, nilai volume tertinggi diperoleh dari jenis Ficus benjamina dengan volume 123,966 m3/plot dan pada tingkat tiang dengan volume tertinggi berasal dari jenis Miristica culcata dengan volume 2,089 m3/plot. Dalam keseharian masyarakat masih memanfaatkan hasil hutan kayu untuk dijual dan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Frekuensi pengambilan hasil hutan kayu rata-rata 1 minggu sampai 2 bulan tergantung dari kebutuhan/ketersediaan hasil hutan kayu. Upaya konservasi masih dilakukan secara sederhana yaitu ditanam di areal bekas penebangan atau areal kosong.
Masyarakat di sekitar DAS Tami dan Bewan memanfaatkan hasil hutan kayu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagai sumber pendapatan.Pemanenan dilakukan secara selektif dengan frekuensi menyesuaikan kebutuhan, dan upaya konservasi dilakukan secara tradisional melalui penanaman kembali di lahan bekas tebangan.Potensi ekonomi dari hasil hutan kayu cukup besar, sehingga pengelolaan yang lebih baik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas sistem penanaman kembali pasca tebangan terhadap keberlanjutan tegakan hutan di DAS Tami dan Bewan, untuk menilai apakah metode tradisional yang digunakan masyarakat sudah cukup memulihkan struktur hutan. Kedua, penting untuk mengevaluasi dampak frekuensi dan metode penebangan terhadap keragaman jenis utama seperti Pimeleodendron amboinicum, Ficus benjamina, dan Pometia pinnata dalam jangka panjang, guna mengidentifikasi potensi degradasi sumber daya. Ketiga, sebaiknya dikaji model pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang mengintegrasikan nilai ekonomi hasil hutan kayu dengan prinsip konservasi, untuk merancang sistem pemanfaatan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak ekosistem.
| File size | 507.11 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
APTKLHIAPTKLHI Melalui Perhutanan Sosial, tujuan konservasi lingkungan dapat sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kelestarian hutan dianggap dalamMelalui Perhutanan Sosial, tujuan konservasi lingkungan dapat sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kelestarian hutan dianggap dalam
APTKLHIAPTKLHI Analisis menjukkan pola. Konservasi hutan di Provinsi Aceh sangat penting untuk melestarikan keanekaragaman hayati, mengurangi perubahan iklim, dan mendukungAnalisis menjukkan pola. Konservasi hutan di Provinsi Aceh sangat penting untuk melestarikan keanekaragaman hayati, mengurangi perubahan iklim, dan mendukung
UNILAUNILA Selain itu, studi ini memberikan wawasan berharga yang memungkinkan kita memahami dampak positif dari kebijakan inovatif dalam pengelolaan KPH. KemitraanSelain itu, studi ini memberikan wawasan berharga yang memungkinkan kita memahami dampak positif dari kebijakan inovatif dalam pengelolaan KPH. Kemitraan
UNILAUNILA Jurnal Sylva Lestari memainkan peran penting sebagai platform akses terbuka untuk publikasi penelitian di bidang kehutanan dan sumber daya alam di Indonesia.melaluiJurnal Sylva Lestari memainkan peran penting sebagai platform akses terbuka untuk publikasi penelitian di bidang kehutanan dan sumber daya alam di Indonesia.melalui
UNILAUNILA Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas XI diMetode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas XI di
UNILAUNILA Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran masyarakat dalam kegiatan konservasi mangrove di daerah pesisir Kalimantan Barat. Metode survei digunakanPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran masyarakat dalam kegiatan konservasi mangrove di daerah pesisir Kalimantan Barat. Metode survei digunakan
UNILAUNILA Penelitian ini dilakukan dengan metode petak ganda. Jumlah plot sampel 87 plot masing-masing berukuran 2m x 2m. Variabel yang diamati meliputi jenis-jenisPenelitian ini dilakukan dengan metode petak ganda. Jumlah plot sampel 87 plot masing-masing berukuran 2m x 2m. Variabel yang diamati meliputi jenis-jenis
UNILAUNILA Penelitian keanekaragaman jenis burung di hutan pinus dan hutan campuran Muarasipongi, merupakan wujud kepedulian terhadap konservasi jenis burung. PenelitianPenelitian keanekaragaman jenis burung di hutan pinus dan hutan campuran Muarasipongi, merupakan wujud kepedulian terhadap konservasi jenis burung. Penelitian
Useful /
POLBANPOLBAN 5, dan TVOC, yang dikirim secara real-time ke antarmuka web dan divisualisasikan dalam bentuk teks, grafik, indikator status, serta histori data. Logika5, dan TVOC, yang dikirim secara real-time ke antarmuka web dan divisualisasikan dalam bentuk teks, grafik, indikator status, serta histori data. Logika
UMITRAUMITRA Penyuluhan memberi dampak positif, khususnya bagi peserta yang sebelumnya belum mengimunisasi anaknya, untuk segera membawa anak ke posyandu atau fasilitasPenyuluhan memberi dampak positif, khususnya bagi peserta yang sebelumnya belum mengimunisasi anaknya, untuk segera membawa anak ke posyandu atau fasilitas
UNILAUNILA Kerusakan tanah hutan terjadi akibat kegiatan penebangan, kebakaran, atau perubahan penggunaan lahan. Beberapa hutan dimanfaatkan sebagai lahan produktif,Kerusakan tanah hutan terjadi akibat kegiatan penebangan, kebakaran, atau perubahan penggunaan lahan. Beberapa hutan dimanfaatkan sebagai lahan produktif,
UNILAUNILA Bioplastik komposit kulit kakao dan pati sagu berhasil dibuat dengan sifat mekanik dan biodegradabilitas yang baik. Rasio kulit kakao 30% menghasilkanBioplastik komposit kulit kakao dan pati sagu berhasil dibuat dengan sifat mekanik dan biodegradabilitas yang baik. Rasio kulit kakao 30% menghasilkan