UIBBCUIBBC
EduBase : Journal of Basic EducationEduBase : Journal of Basic EducationTujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui konsep dasar, langkah-langkah penerapan, ciri khas kekurangan dan kelebihan serta efektivitas penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam kegiatan belajar mengajar di kelas tingkat MI atau SD. Metode penulisan dilakukan dengan metode studi pustaka atau literature review, menggunakan bahan penelitian berupa jurnal, artikel dan buku fisik maupun digital yang bersumber dari google scholer, aplikasi perpustakaan nasional, dan media lainnya, yang kemudian di dalami dan disesuaikan dengan topik yang diangkat sebagai tema materi pembahasan. Pembelajaran dalam proses pelaksanaannya dikenal guru sebagai pemilik peran utama yang menjelaskan seluruh materi pembelajaran dan peserta didik hanya menerima sehingga interaksi menjadi pasif. Permasalahan terkadang muncul pada guru saat menentukan model pembelajaran yang akan digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran yang telah ditentukan kepada peserta didik. Model pembelajaran kooperatif jigsaw merupakan model yang dilaksanakan dengan memusatkan pada siswa dengan kerja kelompok dalam bentuk kelompok kecil. Belajar secara berkelompok akan memberikan suasana baru dalam pembelajaran sehingga meminimalisir kebosanan peserta didik dan meningkatkan hasil belajaran siswa.
Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran secara bersama dengan para siswa yang dibentuk menjadi beberapa kelompok kecil yang bersifat heterogen untuk mencapai suatu tujuan secara bersama.Pembelajaran kooperattif memilki banyak model diantaranya pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, merupakan suatu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam lembaga pendidikan MI/SD terutama pada kelas atas.Peningkatan keaktifan siswa merupakan salah satu tujuan dan dasar dalam pelaksanaanya, dengan adanya pembelajaran jigsaw diharapkan dapat memberikan efek positif bagi siswa dalam melatih menyampaikan pendapat dihadapan orang banyak, berani bertanggung jawab atas keputusan, saling membantu sesama dalam menghadapi suatu kesulitan, meningkatkan jiwa sosial yang baik sehingga saat dewasa dapat menjadi kelompok masyarakat negara dan bangsa yang baik dan mengembangkan potensi-potensi yang telah di miliki siswa sebagai dasar pengembangan.
Penelitian lanjutan dapat berfokus pada efektivitas jangka panjang dari model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap kemampuan sosial dan emosional siswa, khususnya dalam konteks inklusi. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk melihat bagaimana penerapan model ini mempengaruhi kemampuan siswa dalam berkolaborasi, berkomunikasi, dan memecahkan masalah dalam situasi nyata di luar kelas. Selanjutnya, penting untuk mengeksplorasi adaptasi model Jigsaw untuk mata pelajaran lain yang membutuhkan pemikiran kritis dan kolaborasi, seperti studi lingkungan atau seni, dengan mempertimbangkan karakteristik unik setiap mata pelajaran. Selain itu, penelitian yang membandingkan efektivitas model Jigsaw dengan model pembelajaran kooperatif lainnya dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan sosial siswa juga akan memberikan wawasan berharga. Dengan demikian, akan didapatkan pemahaman komprehensif tentang bagaimana model Jigsaw dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara holistik.
- Strategi Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Di Kelas IV Sekolah Dasar | Premiere... doi.org/10.25273/pe.v7i2.1468Strategi Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Di Kelas IV Sekolah Dasar Premiere doi 10 25273 pe v7i2 1468
- Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar | Jurnal... jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/416Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Jurnal jbasic index php basicedu article view 416
- PEMBELAJARAN KOOPERATIF, SEBAGAI SALAH SATU MODEL PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYYA (MI) | Jaelani... doi.org/10.24235/al.ibtida.snj.v2i1.189PEMBELAJARAN KOOPERATIF SEBAGAI SALAH SATU MODEL PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYYA MI Jaelani doi 10 24235 al ibtida snj v2i1 189
- Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Pemahaman | Fitriani | Justek : Jurnal... journal.ummat.ac.id/index.php/justek/article/view/3541Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Pemahaman Fitriani Justek Jurnal journal ummat ac index php justek article view 3541
- Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar | Anitra | JPDI (Jurnal... journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/JPDI/article/view/2311Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Anitra JPDI Jurnal journal stkipsingkawang ac index php JPDI article view 2311
| File size | 228.44 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNDHARIUNDHARI Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) terbukti mampu meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV secara signifikan.Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) terbukti mampu meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV secara signifikan.
HABIBURRAHMANHABIBURRAHMAN Seluruh peserta menyatakan siap memanfaatkan dan mengembangkan keterampilan ini, menandakan keberhasilan kegiatan dalam mendukung pertanian berkelanjutan.Seluruh peserta menyatakan siap memanfaatkan dan mengembangkan keterampilan ini, menandakan keberhasilan kegiatan dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
UNESAUNESA Bencana alam hidrometeorologi yang sering melanda Sidoarjo iala banjir dan angin puting beliung. Bencana alam yang terjadi di sekitar lingkungan tempatBencana alam hidrometeorologi yang sering melanda Sidoarjo iala banjir dan angin puting beliung. Bencana alam yang terjadi di sekitar lingkungan tempat
UNESAUNESA Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu pre-test dan post-test. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling dengan kelas VII-F dengan jumlahInstrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu pre-test dan post-test. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling dengan kelas VII-F dengan jumlah
UNESAUNESA Potensi geohistoris tersebut dikembangkan menjadi desain ilustrasi yang disajikan dalam bentuk kesenian damar kurung beserta buku panduan. Media yang dikembangkanPotensi geohistoris tersebut dikembangkan menjadi desain ilustrasi yang disajikan dalam bentuk kesenian damar kurung beserta buku panduan. Media yang dikembangkan
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE Selama pembelajaran, siswa menghadapi kesulitan dalam memahami topik kimia yang abstrak. Saat ini belum ada media yang tepat untuk diterapkan dalam prosesSelama pembelajaran, siswa menghadapi kesulitan dalam memahami topik kimia yang abstrak. Saat ini belum ada media yang tepat untuk diterapkan dalam proses
UNCMUNCM Metode penelitian yang dipilih oleh penulis adalah systematic literature review. Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji secara mendalam konsep dan penerapanMetode penelitian yang dipilih oleh penulis adalah systematic literature review. Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji secara mendalam konsep dan penerapan
UNIKSUNIKS Pada masa reformasi gelombang peradaban masa depan merupakan satu kesatuan dari gejolak magma cultural dari dalam dan kekuatan globalisasi yang menerjangPada masa reformasi gelombang peradaban masa depan merupakan satu kesatuan dari gejolak magma cultural dari dalam dan kekuatan globalisasi yang menerjang
Useful /
UIBBCUIBBC Akhirnya, hasil wawancara juga menunjukkan bahwa siswa merasakan manfaat dari penggunaan teknik ini karena dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkanAkhirnya, hasil wawancara juga menunjukkan bahwa siswa merasakan manfaat dari penggunaan teknik ini karena dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan
UNESAUNESA Dengan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis media film pendek efektif diterapkan dalam pembelajaran IPS untuk memberikan peningkatanDengan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis media film pendek efektif diterapkan dalam pembelajaran IPS untuk memberikan peningkatan
STIKESMUCISSTIKESMUCIS Faktor-faktor yang terkait dengan stunting meliputi tempat tinggal, usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, usia anak, jenis kelamin,Faktor-faktor yang terkait dengan stunting meliputi tempat tinggal, usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, usia anak, jenis kelamin,
STIKESMUCISSTIKESMUCIS Dalam upaya pencegahan stunting, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk kader posyandu. Namun, tidak semua kader posyandu memiliki pengetahuanDalam upaya pencegahan stunting, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk kader posyandu. Namun, tidak semua kader posyandu memiliki pengetahuan