ABHINAYAABHINAYA

Journal of Public Health and NursingJournal of Public Health and Nursing

Banyak perokok tradisional beralih ke rokok elektrik atau menjadi pengguna ganda karena persepsi bahwa rokok elektrik dapat membantu mengurangi kecanduan dan lebih aman. Penggunaan peringatan kesehatan bergambar pada bungkus rokok dinilai belum cukup efektif dalam memberi edukasi kepada remaja mengenai risiko kesehatan akibat merokok, sehingga diperlukan media informasi yang lebih mudah diakses dan menarik untuk mengubah kebiasaan merokok remaja. Dalam penelitian ini, pengembangan komik digital dilakukan sebagai media promosi kesehatan inovatif untuk memberi gambaran tentang risiko rokok konvensional dan rokok elektrik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development/R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang dikembangkan oleh Robert Maribe Branch (2009). Uji kelayakan media dilakukan oleh ahli materi, ahli media, fasilitator, dan sekelompok remaja terbatas. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa media komik digital dinyatakan sangat layak dengan rata-rata skor 83,76%. Komik digital dapat menjadi alternatif media promosi kesehatan inovatif untuk menjangkau remaja, khususnya kelompok siswa sekolah dasar dan menengah pertama, dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahaya dan dampak perilaku merokok.

Proses pengembangan media inovatif berupa komik digital strip tentang bahaya rokok konvensional dan rokok elektrik dilakukan melalui tahapan analisis, pengembangan, desain, implementasi, dan evaluasi.Uji kelayakan media yang melibatkan ahli materi, ahli media, dan remaja menunjukkan bahwa media secara keseluruhan tergolong sangat layak.Komik digital direkomendasikan sebagai alternatif media promosi kesehatan inovatif untuk meningkatkan pemahaman remaja, khususnya siswa sekolah dasar dan menengah pertama, terhadap bahaya dan dampak perilaku merokok.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas komik digital ini dalam mengubah perilaku merokok remaja secara langsung melalui intervensi longitudinal di sekolah-sekolah, dengan membandingkan kelompok yang menggunakan komik digital dan kelompok kontrol tanpa intervensi media. Kedua, sebaiknya dilakukan studi komparatif terhadap preferensi remaja terhadap berbagai format media digital (seperti video pendek, game edukatif, dan komik interaktif) untuk mengetahui mana yang paling efektif dalam menyampaikan pesan bahaya rokok. Ketiga, perlu penelitian yang mengevaluasi adaptasi komik digital ini di berbagai konteks daerah dengan latar belakang sosial budaya dan tingkat literasi digital yang berbeda, untuk memastikan aksesibilitas dan relevansi kontennya secara nasional. Selain itu, penelitian berikutnya dapat menggali integrasi komik digital ke dalam kurikulum kesehatan sekolah dan melihat pengaruhnya terhadap pengetahuan jangka panjang remaja. Uji coba pada kelompok usia yang lebih muda juga penting untuk melihat efektivitas pencegahan sejak dini. Studi tentang keberlanjutan penggunaan media ini oleh fasilitator kesehatan juga perlu dilakukan. Evaluasi terhadap variasi desain dan gaya bercerita dalam komik dapat memperkaya pendekatan komunikasi kesehatan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi bentuk umpan balik dari remaja setelah menggunakan media ini. Peningkatan interaktivitas digital seperti kuis atau simulasi dampak rokok dapat diuji sebagai pengembangan lebih lanjut. Semua saran ini bertujuan untuk memperkuat bukti dampak media komik digital sebagai alat promosi kesehatan yang efektif dan layak dikembangkan secara luas.

Read online
File size442.19 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2pX
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test