UmriUmri

Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRIJurnal Pengabdian UntukMu NegeRI

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini di Indonesia, dengan angka kasus yang terus meningkat setiap tahunnya. Rendahnya pengetahuan masyarakat serta masih kuatnya kepercayaan pada mitos pengobatan tradisional menjadi tantangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas sosialisasi kesehatan melalui demonstrasi pembuatan ramuan herbal dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait pencegahan hipertensi. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pre dan Post test tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah warga Desa Banjar Seminai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, sebanyak 40 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan melalui penyuluhan kesehatan dan praktik langsung pembuatan ramuan herbal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan (1,2 ± 0,6 menjadi 4,6 ± 0,5; p < 0,001), sikap (2,1 ± 0,5 menjadi 4,3 ± 0,4; p < 0,001), dan perilaku (1,5 ± 0,6 menjadi 3,8 ± 0,7; p < 0,001). Dengan demikian, sosialisasi kesehatan berbasis edukasi interaktif melalui demonstrasi ramuan herbal terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, membentuk sikap positif, serta mendorong perilaku pencegahan hipertensi di masyarakat.

Berdasarkan penelitian ini, sosialisasi kesehatan dengan demonstrasi pembuatan ramuan herbal terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam pencegahan hipertensi.Program ini berhasil memberikan dampak positif yang signifikan, dengan peningkatan skor pengetahuan, sikap, dan perilaku responden.Pentingnya integrasi terapi komplementer berbasis bahan alami ke dalam program penyuluhan perlu diperhatikan untuk mendukung upaya pencegahan hipertensi secara berkelanjutan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis ramuan herbal yang paling efektif dalam menurunkan tekanan darah pada berbagai kelompok usia dan kondisi kesehatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul edukasi yang lebih interaktif dan menarik, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor sosial budaya yang memengaruhi perilaku pencegahan hipertensi, sehingga intervensi dapat dirancang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat dihasilkan program pencegahan hipertensi yang lebih komprehensif, efektif, dan berkelanjutan, yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan.

  1. Peningkatan Inklusi Keuangan Perempuan melalui Pemanfaatan Fintech di Nanjing, Republik Rakyat Tiongkok... doi.org/10.37859/jpumri.v9i2.9090Peningkatan Inklusi Keuangan Perempuan melalui Pemanfaatan Fintech di Nanjing Republik Rakyat Tiongkok doi 10 37859 jpumri v9i2 9090
  2. Efektivitas Sosialisasi Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Hipertensi dengan Ramuan... doi.org/10.37859/jpumri.v9i3.10310Efektivitas Sosialisasi Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Hipertensi dengan Ramuan doi 10 37859 jpumri v9i3 10310
Read online
File size309.41 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test