UmriUmri

Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRIJurnal Pengabdian UntukMu NegeRI

Permasalahan sampah non-organik di wilayah perkotaan Indonesia tetap menjadi tantangan besar, terutama dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya pola konsumsi masyarakat. Kelurahan Meranti Pandak di Kota Pekanbaru, yang terletak di tepi Sungai Siak, tidak terkecuali menghadapi masalah ini. Rendahnya kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah non-organik menjadi faktor penyebabnya. Untuk mengatasi permasalahan ini, program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Meranti Pandak bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan jejaring pemasaran masyarakat, sehingga mereka mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini dilaksanakan selama empat bulan, mulai dari Mei hingga Agustus 2025, dengan pendekatan partisipasi emansipatoris yang melibatkan warga dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para peserta, dimana menghasilkan empat jenis prototipe produk siap jual. Selain itu, terbentuknya kelompok kerja warga menjadi bukti adanya kolaborasi yang positif. Program ini juga berhasil menciptakan kemitraan dengan pelaku UMKM dan komunitas peduli lingkungan yang membuka peluang ekonomi sirkular sekaligus memperkuat keberlanjutan program.

Program pengabdian masyarakat di Kelurahan Meranti Pandak berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran warga dalam pengelolaan sampah non-organik serta menghasilkan empat prototipe produk siap jual.Terbentuknya kelompok kerja warga dan kemitraan dengan UMKM serta komunitas lingkungan memperkuat kolaborasi dan membuka peluang ekonomi sirkular.Hasil tersebut menunjukkan potensi keberlanjutan model partisipatif ini untuk diterapkan secara lebih luas dalam upaya pengurangan sampah dan peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan jangka panjang kelompok kerja warga yang terbentuk setelah program berakhir, dengan mengukur perubahan perilaku pengelolaan sampah selama minimal dua tahun. Studi lanjutan dapat menguji penerapan model edukasi‑pelatihan ini di kelurahan atau kecamatan lain dengan karakteristik demografis berbeda, untuk menilai skalabilitas dan adaptabilitas pendekatan partisipatif. Analisis ekonomi produk daur ulang yang dihasilkan perlu dilakukan untuk menilai profitabilitas, daya saing pasar, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan komersialisasi. Penelitian juga dapat meneliti peran teknologi digital dalam memperkuat jejaring pemasaran produk up‑cycle, termasuk pemanfaatan platform media sosial dan aplikasi e‑commerce lokal. Selanjutnya, dapat dipelajari dampak jangka panjang program terhadap kualitas lingkungan, misalnya penurunan volume sampah yang masuk ke TPA dan perbaikan kualitas air sungai. Akhirnya, penelitian interdisipliner yang melibatkan ahli kebijakan, ekonomi, dan ilmu lingkungan dapat merumuskan kerangka kebijakan yang mendukung integrasi program serupa ke dalam rencana pembangunan kota berkelanjutan.

  1. Edukasi Dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Non-Organik Di Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir... ejurnal.umri.ac.id/index.php/PengabdianUMRI/article/view/10309Edukasi Dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Non Organik Di Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir ejurnal umri ac index php PengabdianUMRI article view 10309
Read online
File size411.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test