UmriUmri

Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRIJurnal Pengabdian UntukMu NegeRI

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang cukup tinggi. Salah satu faktor risiko penting terjadinya stunting adalah infeksi berulang pada anak, yang sering kali ditangani dengan pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tepat dapat membantu mencegah stunting dengan cara menekan beban penyakit, namun penggunaan yang tidak rasional berisiko menimbulkan resistensi serta gangguan keseimbangan mikrobiota usus yang berdampak pada penyerapan gizi. Rendahnya literasi penggunaan antibiotik di masyarakat, khususnya di kalangan ibu rumah tangga dan lansia sebagai pengasuh utama dalam keluarga, menjadi tantangan tersendiri. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan antibiotik rasional serta implikasinya terhadap pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi, dan pembagian media edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya penggunaan antibiotik sesuai anjuran tenaga medis. Dengan demikian, sosialisasi antibiotik kepada ibu dan lansia memiliki peran penting sebagai upaya preventif yang secara tidak langsung dapat mendukung pencegahan stunting pada anak.

Kegiatan sosialisasi antibiotik pada ibu rumah tangga dan lansia di Desa Sungai Kayu Ara menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai penggunaan antibiotik yang rasional.Sebelum sosialisasi, mayoritas peserta memiliki persepsi keliru terkait penggunaan antibiotik, namun setelah kegiatan, pengetahuan mereka tentang indikasi penggunaan antibiotik, bahaya resistensi, dan implikasinya terhadap pertumbuhan anak meningkat.Penggunaan antibiotik yang tepat terbukti dapat mencegah infeksi berulang pada anak, sehingga berpotensi mengurangi risiko stunting, namun penggunaan yang tidak rasional dapat menimbulkan resistensi dan gangguan mikrobiota usus.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang dari edukasi antibiotik terhadap perubahan perilaku penggunaan antibiotik di tingkat keluarga dan dampaknya terhadap angka kejadian stunting di desa tersebut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media edukasi yang lebih inovatif dan menarik, seperti aplikasi seluler atau video animasi, untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kepada masyarakat. Ketiga, penting untuk menjalin kerjasama dengan puskesmas dan tenaga kesehatan setempat untuk melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan terhadap program edukasi antibiotik, serta mengintegrasikannya ke dalam kegiatan rutin posyandu dan program kesehatan lainnya. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting melalui peningkatan literasi antibiotik dapat dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi kesehatan anak dan keluarga di masa depan.

  1. Edukasi Antibiotik Untuk Keluarga Sebagai Upaya Preventif Terhadap Risiko Stunting Pada Anak Desa Sungai... ejurnal.umri.ac.id/index.php/PengabdianUMRI/article/view/10669Edukasi Antibiotik Untuk Keluarga Sebagai Upaya Preventif Terhadap Risiko Stunting Pada Anak Desa Sungai ejurnal umri ac index php PengabdianUMRI article view 10669
Read online
File size365.01 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test