UNTAG SMDUNTAG SMD

MOTIVA JURNAL PSIKOLOGIMOTIVA JURNAL PSIKOLOGI

Banyaknya kasus kekerasan seksual serta munculnya perilaku menyesalahkan diri pada korbannya membuat perlu adanya penelitian terkait faktor yang mungkin berkorelasi dengan perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara persepsi terhadap budaya patriarki dengan perilaku menyesalahkan diri sendiri pada korban pelecehan seksual pada kelompok usia dewasa awal. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini yaitu adanya hubungan positif antara persepsi terhadap budaya patriarki dan perilaku menyesalahkan diri pada perempuan korban pelecehan seksual yang berada pada rentang usia dewasa awal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik sampling insidental. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rape Attribution Questionnaire (RAQ) oleh Frazier (2002) yang terlebih dahulu diterjemahkan dan skala persepsi terhadap budaya patriarki. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho dengan hasil r=0,013 dan signifikansi 0,899 sehingga hipotesis ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat korelasi yang signifikan antara persepsi terhadap budaya patriarki dan perilaku menyesalahkan diri pada korban pelecehan seksual.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara persepsi terhadap budaya patriarki dan perilaku menyesalahkan diri pada korban pelecehan seksual.Terdapat penelitian terdahulu dengan hasil serupa dan terdapat pula penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara persepsi terhadap budaya patriarki dan perilaku menyesalahkan diri pada korban pelecehan seksual.Dapat disimpulkan pula bahwa terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi hasil penelitian ini seperti latar belakang pendidikan, keadaan sosial-ekonomi, kepercayaan diri individu, dan self-compassion pada diri individu.

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meninjau kembali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penelitian seperti peran gender, faktor lingkungan individu, faktor internal dan kepercayaan diri, dan dukungan sosial yang diperoleh individu yang mengalami pelecehan seksual. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan mempertimbangkan variasi jenis kelamin partisipan mengingat pelecehan seksual dapat terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana program edukasi tentang kesetaraan gender dan pencegahan pelecehan seksual dapat mempengaruhi persepsi budaya patriarki dan mengurangi perilaku menyalahkan diri pada korban. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti peran dukungan sosial dari keluarga dan teman dalam proses pemulihan korban pelecehan seksual, serta bagaimana dukungan tersebut dapat memengaruhi tingkat self-blame yang dialami.

  1. Integrating Sexual Assault Resistance, Bystander, and Men’s Social Norms Strategies to Prevent... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1524838018789153Integrating Sexual Assault Resistance Bystander and MenAos Social Norms Strategies to Prevent journals sagepub doi 10 1177 1524838018789153
  2. Faktor-faktor Blaming the Victim (Menyalahkan Korban) di Wilayah Praktik Kerja Sosial | Alfi | Islamic... e-journal.iainsalatiga.ac.id/index.php/imej/article/view/3458Faktor faktor Blaming the Victim Menyalahkan Korban di Wilayah Praktik Kerja Sosial Alfi Islamic e journal iainsalatiga ac index php imej article view 3458
  3. Sexual Violence—“Victim” or “Survivor”: News Images Affect Explicit and... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1077801218820202Sexual ViolenceAiAuVictimAy or AuSurvivorAy News Images Affect Explicit and journals sagepub doi 10 1177 1077801218820202
Read online
File size624.42 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test