ABHINAYAABHINAYA
Journal of Public Health and NursingJournal of Public Health and NursingSindrom Down adalah gangguan genetik yang paling umum dan mudah dikenali, ditandai dengan adanya salinan tambahan kromosom 21. Salah satu tanda umum adalah penundaan pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun mental. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan untuk mendukung perkembangan adalah terapi puzzle. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak dengan sindrom Down melalui penggunaan terapi puzzle. Studi kasus dilakukan melibatkan dua anak dengan sindrom Down yang memenuhi kriteria inklusi. Terapi dilakukan selama lima hari berturut-turut, dengan setiap sesi berlangsung selama 30 menit. Hasil menunjukkan bahwa setelah menerima terapi puzzle selama lima hari di pagi hari, gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak tersebut berkurang, seperti yang ditunjukkan oleh evaluasi hasil perawatan keperawatan. Dapat disimpulkan bahwa terapi puzzle efektif dalam mengatasi gangguan pertumbuhan dan perkembangan, terutama dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak dengan sindrom Down.
Sindrom Down adalah kondisi gangguan genetik paling umum yang disebabkan oleh keberadaan kromosom 21 tambahan.Anak dengan sindrom Down ditandai dengan bentuk kepala yang lebih kecil dan datar di bagian belakang, mata miring, hidung datar, dan kehilangan tonus otot.Gangguan perkembangan pada anak dapat berisiko mengalami ketidakmampuan untuk tumbuh dan berkembang sesuai usia.Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan perkembangan adalah batasan lingkungan akibat disabilitas fisik, ketidaksadaran, pemisahan dari orang tua, dan kurangnya stimulasi.Pemberian terapi stimulasi puzzle berupa permainan puzzle selama 30 menit dalam 5 hari berturut-turut dan dilakukan di pagi hari sebelum belajar mampu meningkatkan status perkembangan anak, karena di pagi hari anak lebih fokus dan antusias.Terapi stimulasi puzzle efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti ditunjukkan oleh peningkatan status perkembangan pada kedua subjek studi kasus.Puzzle yang digunakan oleh peneliti adalah DPUZZLO CERIA yang efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus dan kurang efektif untuk motorik kasar.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas terapi puzzle dalam jangka panjang, seperti selama beberapa bulan atau tahun, untuk melihat apakah manfaatnya tetap berlanjut atau memerlukan pengulangan terapi secara berkala. Selain itu, dapat dilakukan penelitian untuk membandingkan terapi puzzle dengan metode terapi lain, seperti terapi bermain atau terapi neuro-sensorik, untuk mengetahui mana yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus dan kasar pada anak dengan sindrom Down. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengembangkan desain puzzle yang lebih spesifik untuk anak dengan sindrom Down, seperti puzzle dengan ukuran, jumlah potongan, dan bentuk yang lebih mudah dipegang dan dikenali, serta warna-warna yang lebih cerah untuk membantu anak dalam memisahkan potongan puzzle.
- TERAPI BERMAIN PUZZLE BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DOWN SYNDROME DI SLB KOTA... doi.org/10.32883/hcj.v7i3.2097TERAPI BERMAIN PUZZLE BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DOWN SYNDROME DI SLB KOTA doi 10 32883 hcj v7i3 2097
- Penanganan Kognitif Down Syndrome melalui Metode Puzzle pada Anak Usia Dini | Jurnal Obsesi : Jurnal... doi.org/10.31004/obsesi.v1i1.29Penanganan Kognitif Down Syndrome melalui Metode Puzzle pada Anak Usia Dini Jurnal Obsesi Jurnal doi 10 31004 obsesi v1i1 29
- Pengaruh Pemberian Neurodevelopmental Treatment, Play Therapy, dan Neuro Senso Terhadap Peningkatan Motorik... doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.26018Pengaruh Pemberian Neurodevelopmental Treatment Play Therapy dan Neuro Senso Terhadap Peningkatan Motorik doi 10 22219 physiohs v5i1 26018
| File size | 376.49 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Semakin tinggi pengetahuan keuangan siswa dan kemampuan mengontrol diri, semakin baik pula cara mereka mengatur dan mengelola uang. Kedua faktor ini perluSemakin tinggi pengetahuan keuangan siswa dan kemampuan mengontrol diri, semakin baik pula cara mereka mengatur dan mengelola uang. Kedua faktor ini perlu
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 5,408 yang lebih besar daripada t tabel sebesar 1,661 serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecilHal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 5,408 yang lebih besar daripada t tabel sebesar 1,661 serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara full day schoolBerdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara full day school
UNISSULAUNISSULA Penelitian ini merupakan pengembangan (R&D) yang dilakukan berdasarkan acuan dari suatu model pengembangan yang dikemukakan oleh Borg & Gall. ValidasiPenelitian ini merupakan pengembangan (R&D) yang dilakukan berdasarkan acuan dari suatu model pengembangan yang dikemukakan oleh Borg & Gall. Validasi
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Dari 191 responden, diperoleh sebanyak 102 mahasiswa (53,40%) berada dalam kategori sangat tinggi dan 89 mahasiswa (46,60%) dalam kategori tinggi, tanpaDari 191 responden, diperoleh sebanyak 102 mahasiswa (53,40%) berada dalam kategori sangat tinggi dan 89 mahasiswa (46,60%) dalam kategori tinggi, tanpa
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Implikasi praktis dari temuan ini adalah penting bagi guru PAUD untuk merancang kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan konkret seperti meronce pompomImplikasi praktis dari temuan ini adalah penting bagi guru PAUD untuk merancang kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan konkret seperti meronce pompom
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 123 anak usia 4–5 tahun yang dipilih menggunakanPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 123 anak usia 4–5 tahun yang dipilih menggunakan
UMNUMN Kegiatan ini meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pengelolaan sampah dan menumbuhkan kreativitas mereka. Selain itu, program ini juga memperkenalkanKegiatan ini meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pengelolaan sampah dan menumbuhkan kreativitas mereka. Selain itu, program ini juga memperkenalkan
Useful /
STIEMULIA SINGKAWANGSTIEMULIA SINGKAWANG Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan data sekunder. Analisis yang diterapkanMetode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan data sekunder. Analisis yang diterapkan
UMIUMI Sistem ini bertujuan untuk membuat penyimpanan data lebih aman dibandingkan penggunaan media kertas, serta membuat laporan lebih mudah dan akurat. MetodeSistem ini bertujuan untuk membuat penyimpanan data lebih aman dibandingkan penggunaan media kertas, serta membuat laporan lebih mudah dan akurat. Metode
UADUAD Sebaliknya, ketidaksopanan di tempat kerja (atasan, rekan kerja, dan klien) tidak secara signifikan memprediksi OCB. JH dan efikasi diri kerja secara positifSebaliknya, ketidaksopanan di tempat kerja (atasan, rekan kerja, dan klien) tidak secara signifikan memprediksi OCB. JH dan efikasi diri kerja secara positif
IVETIVET Board game adalah permainan yang menggunakan media papan sebagai media utamanya. Permainan ini dapat digunakan untuk meningkatkan kerjasama serta dapatBoard game adalah permainan yang menggunakan media papan sebagai media utamanya. Permainan ini dapat digunakan untuk meningkatkan kerjasama serta dapat