UADUAD
Humanitas: Indonesian Psychological JournalHumanitas: Indonesian Psychological JournalDampak lingkungan kerja terhadap karyawan telah banyak diteliti, namun dengan sedikit fokus pada jalur-jalur hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ketidaksopanan di tempat kerja dan kepribadian dapat memprediksi stres kerja dan perilaku kewargaan organisasi (OCB). Peran John Henryism (JH), Orientasi Probabilistik (PO), efikasi diri kerja, dan resiliensi terhadap stres kerja dan OCB juga dieksplorasi. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan ukuran laporan diri mengenai persepsi perlakuan interpersonal yang adil di tempat kerja, ketidaksopanan di tempat kerja, efikasi diri kerja, JH, PO, stres kerja, dan OCB dari 206 karyawan (M=120, F=86) dari industri IT, berusia 22 hingga 42 tahun (M=30.47, SD=5.60). Analisis regresi berganda mengungkapkan bahwa ketidaksopanan di tempat kerja (dari atasan dan klien) secara positif memprediksi stres kerja. Pada saat yang sama, ketidaksopanan rekan kerja tidak memprediksi stres kerja. Sebaliknya, ketidaksopanan di tempat kerja (atasan, rekan kerja, dan klien) tidak secara signifikan memprediksi OCB. JH dan efikasi diri kerja secara positif memprediksi OCB, sementara PO secara negatif memprediksi OCB. Penelitian ini memberikan arah baru untuk penelitian di masa depan bahwa stres kerja diprediksi oleh ketidaksopanan atasan dan klien, dan OCB tidak diprediksi oleh ketidaksopanan di tempat kerja.
Penelitian ini menemukan bahwa perempuan lebih rentan terhadap ketidaksopanan di tempat kerja, khususnya dari atasan dan rekan kerja, dibandingkan laki-laki.Meskipun demikian, ketidaksopanan di tempat kerja secara signifikan tidak memprediksi Perilaku Kewargaan Organisasi (OCB), melainkan John Henryism dan efikasi diri kerja memprediksi OCB secara positif, sementara orientasi probabilistik memprediksinya secara negatif.Oleh karena itu, penting untuk mengatasi isu-isu ketidaksopanan ini secara efisien dan memberdayakan perempuan demi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan serta penghapusan ketidaksetaraan gender.
Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana dinamika ketidaksopanan di tempat kerja memengaruhi karyawan. Pertama, mengingat temuan bahwa perempuan lebih rentan terhadap ketidaksopanan dari atasan dan rekan kerja, penting untuk menyelidiki lebih lanjut faktor-faktor yang mungkin menjelaskan perbedaan gender ini. Misalnya, apakah ada norma budaya organisasi yang membuat perempuan lebih sering menjadi sasaran, atau apakah strategi koping individu berperan dalam persepsi dan respons mereka terhadap insiden ketidaksopanan? Pertanyaan ini bisa dieksplorasi melalui studi kasus atau wawancara mendalam. Kedua, karena penelitian ini menemukan bahwa ketidaksopanan di tempat kerja tidak secara signifikan memprediksi Perilaku Kewargaan Organisasi (OCB) pada karyawan IT, akan sangat menarik untuk mengidentifikasi variabel mediasi atau moderasi yang mungkin ada dalam hubungan ini. Apakah lingkungan kerja yang berfokus pada hasil di industri IT mengubah cara karyawan merespons ketidaksopanan, sehingga mereka tetap mempertahankan OCB? Investigasi terhadap peran dukungan organisasi atau tingkat otonomi kerja dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, karena ketidaksopanan tidak memengaruhi OCB, riset di masa depan bisa menelusuri bentuk-bentuk respons lain yang mungkin ditunjukkan karyawan IT ketika menghadapi ketidaksopanan. Apakah mereka lebih cenderung menarik diri dari interaksi sosial, mencari dukungan dari luar, atau justru mengalihkan energi mereka untuk lebih fokus pada pekerjaan individu? Memahami spektrum respons ini akan membantu organisasi mengembangkan intervensi yang lebih tepat sasaran untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan suportif bagi semua karyawan.
- APA PsycNet. psycnet loading psycnet.apa.org/doiLanding?doi=10.1037/0021-9010.76.6.845APA PsycNet psycnet loading psycnet apa doiLanding doi 10 1037 0021 9010 76 6 845
- APA PsycNet. psycnet loading doi.apa.org/doiLanding?doi=10.1037/a0020723APA PsycNet psycnet loading doi apa doiLanding doi 10 1037 a0020723
- The intersection of gender and resilience - Hirani - 2016 - Journal of Psychiatric and Mental Health... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jpm.12313The intersection of gender and resilience Hirani 2016 Journal of Psychiatric and Mental Health onlinelibrary wiley doi 10 1111 jpm 12313
- Gender Differences in Job Stress, Tedium and Social Support in the Workplace - Pamela A. Geller, Stevan... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0265407594114004Gender Differences in Job Stress Tedium and Social Support in the Workplace Pamela A Geller Stevan journals sagepub doi 10 1177 0265407594114004
- Organizational Citizenship Behavior while mediating Self-Efficacy, Servant Leadership and Organization... doi.org/10.24018/ejbmr.2021.6.1.713Organizational Citizenship Behavior while mediating Self Efficacy Servant Leadership and Organization doi 10 24018 ejbmr 2021 6 1 713
| File size | 725.22 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UNZAHUNZAH The findings are expected to serve as a reference in designing aggression prevention and treatment programmes among adolescents and young adults. AggressionThe findings are expected to serve as a reference in designing aggression prevention and treatment programmes among adolescents and young adults. Aggression
UNZAHUNZAH Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata skor posttest sebesar 92,03, jauh lebih tinggi daripada kelompokHasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata skor posttest sebesar 92,03, jauh lebih tinggi daripada kelompok
UNZAHUNZAH Despite challenges such as time constraints and difficulties in developing fair rubrics, support from the school through training and supervision strengthenedDespite challenges such as time constraints and difficulties in developing fair rubrics, support from the school through training and supervision strengthened
ENDLESS JOURNALENDLESS JOURNAL This study aims to examine the collaboration between families and Bapas Class II Garut in strengthening restorative justice for children in conflict withThis study aims to examine the collaboration between families and Bapas Class II Garut in strengthening restorative justice for children in conflict with
UMSBUMSB Tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan intervensi yang menjadi penentu dalam kelangsungan hidup korban henti jantung. Pemberian demonstrasi danTindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan intervensi yang menjadi penentu dalam kelangsungan hidup korban henti jantung. Pemberian demonstrasi dan
UMSBUMSB Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan spirometri sebagai alat ukur tambahan serta mempertimbangkan faktor genetik yang dapat memengaruhi kerentananPenelitian selanjutnya disarankan menggunakan spirometri sebagai alat ukur tambahan serta mempertimbangkan faktor genetik yang dapat memengaruhi kerentanan
UMSBUMSB Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan kenyamanan yang signifikan setelah terapi relaksasi Benson (p = 0,001). Uji Mann-Whitney U Test jugaUji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan kenyamanan yang signifikan setelah terapi relaksasi Benson (p = 0,001). Uji Mann-Whitney U Test juga
UKMCUKMC The findings highlight the importance of a holistic approach to hypertension management, integrating psychological, behavioral, and clinical strategiesThe findings highlight the importance of a holistic approach to hypertension management, integrating psychological, behavioral, and clinical strategies
Useful /
UNISSULAUNISSULA Selain itu, media ini juga berdampak positif pada keaktifan belajar peserta didik, dengan peningkatan nyata pada indikator seperti semangat, partisipasiSelain itu, media ini juga berdampak positif pada keaktifan belajar peserta didik, dengan peningkatan nyata pada indikator seperti semangat, partisipasi
UNISSULAUNISSULA Peningkatan hasil belajar terlihat signifikan dari siklus 1 ke siklus 2, dengan persentase ketuntasan meningkat dari 65,38% menjadi 96,15%. Hal ini mengindikasikanPeningkatan hasil belajar terlihat signifikan dari siklus 1 ke siklus 2, dengan persentase ketuntasan meningkat dari 65,38% menjadi 96,15%. Hal ini mengindikasikan
UNISSULAUNISSULA Hasil penelitian menunjukkan: (1) buku ajar berbentuk pop-up memperoleh skor kelayakan sebesar 85% serta penilaian materi dengan capaian 91%, yang berartiHasil penelitian menunjukkan: (1) buku ajar berbentuk pop-up memperoleh skor kelayakan sebesar 85% serta penilaian materi dengan capaian 91%, yang berarti
UMIUMI Dengan sistem informasi manajemen inventori, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan JJ Cafe tanpa kesalahan dalam memasukkan data inventori, pembelian barangDengan sistem informasi manajemen inventori, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan JJ Cafe tanpa kesalahan dalam memasukkan data inventori, pembelian barang