UMKUNINGANUMKUNINGAN

HERBAPHARMA : Journal of Herb FarmacologicalHERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological

Daun pandan wangi (Pandanus Amaryllifolius, Roxb) memiliki kandungan senyawa kimia berupa alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, tannin dan zat warna. Dalam daun pandan wangi senyawa yang dapat memberikan aktivitas antimikroba adalah flavonoid dan polifenol (fenol). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formulasi sediaan shampo dengan ekstrak daun pandan wangi sebagai zat aktif dan variasi konsentrasi Natrium carboxymethylcellulose (Na-CMC) sebagai basis untuk memperoleh sediaan shampo yang baik dan mengetahui uji evaluasi shampo dengan konsentrasi basis Na CMC yang bervariasi. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium. Konsentrasi basis Na CMC yang digunakan 0.5%, 1.5%, 2.5%, dan 3%. Hasil penelitian menunjukan sediaan shampo dengan basis Na CMC memenuhi syarat mutu shampo dengan formula yang paling baik adalah Formula 4 dengan konsentrasi Na CMC 3%. Jika dilihat dari segi organoleptis yaitu dengan warna kuning kecoklatan, bau khas pandan disertai menthol dan tekstur gel kental, pH 6, sediaan shampo yang didapat homogen dan menghasilkan busa yang paling baik yaitu 10,2 cm pada formula 2. Kesimpulan dari penelitian ini, ekstrak daun pandan wangi dapat diformulasikan sebagai zat aktif dalam pembuatan shampo dengan konsentrasi basis Na CMC sebesar 3%, serta evaluasi sediaan shampo ekstrak daun pandan wangi (pandanus amaryllifolius, Roxb) dengan konsentrasi Na CMC yang bervariasi memiliki hasil evaluasi yang baik serta memenuhi syarat uji evaluasi sediaan shampo dengan rata-rata Ph yang diperoleh yaitu 6 memenuhi standar dari SNI 5-9, sediaan shampo yang homogen serta dapat menghasilkan busa dengan baik yaitu 10.2 cm.

Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dapat diformulasikan sebagai zat aktif dalam pembuatan shampo dengan konsentrasi basis Na CMC sebesar 3%.Evaluasi sediaan shampo ekstrak daun pandan wangi (pandanus amaryllifolius, Roxb) dengan konsentrasi Na CMC yang bervariasi memiliki hasil evaluasi yang baik serta memenuhi syarat uji evaluasi sediaan shampo dengan rata-rata Ph yang diperoleh yaitu 6 memenuhi standar dari SNI 5-9, sediaan shampo yang homogen serta dapat menghasilkan busa dengan baik.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran untuk penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh konsentrasi ekstrak daun pandan wangi terhadap efektivitas sediaan shampo dalam mengurangi populasi jamur penyebab ketombe. Hal ini penting untuk menentukan konsentrasi optimal yang memberikan hasil terbaik tanpa menimbulkan efek samping. Kedua, penelitian mengenai kombinasi ekstrak daun pandan wangi dengan bahan aktif antiketombe lainnya, seperti ketoconazole atau zinc pyrithione, dapat dieksplorasi untuk meningkatkan efektivitas shampo. Kombinasi ini berpotensi memberikan spektrum aktivitas yang lebih luas terhadap berbagai jenis jamur penyebab ketombe. Ketiga, pengembangan formulasi shampo yang lebih stabil dan memiliki umur simpan yang lebih panjang perlu menjadi perhatian. Penambahan bahan pengawet yang efektif dan studi stabilitas yang komprehensif akan memastikan kualitas dan keamanan produk selama masa simpan.

  1. #daging buah pala#daging buah pala
  2. #hasil evaluasi#hasil evaluasi
Read online
File size312.6 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2kz
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test