CSISCSIS

Analisis CSISAnalisis CSIS

Masyarakat dan dunia pendidikan menantikan yang akan segera diterapkan. Penulis ingin menyampaikan pandangan mengenai dalam rangka memberikan masukan. Tanggapan terhadap kurikulum ini seyogyanya bertolak dari Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0461/U/1983 tentang Perbaikan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah. Kurikulum SMA 1984 menyediakan empat paket program untuk studi ke perguruan tinggi (Ilmu-ilmu Fisik, Pengetahuan Budaya, Ilmu-ilmu Biologi, dan Ilmu-ilmu Sosial) dan paket-paket untuk persiapan kerja. Penulis menyarankan prinsip keluwesan, yaitu program inti memberikan kemampuan dasar, program khusus memberikan pengayaan bagi siswa yang ingin melanjutkan studi, dan program khusus lainnya mempersiapkan siswa yang ingin langsung bekerja. Kurikulum yang baik membutuhkan guru yang berkemampuan tinggi dan pengelolaan yang baik.

Berdasarkan pemikiran ini, penulis menyarankan prinsip keluwesan yang agak berbeda.Program inti seyogyanya dirancang guna memberikan kemampuan dasar sebagai persyaratan minimal bagi semua lulusan SMA untuk memasuki perguruan tinggi pada fakultas/jurusan mana saja.Program khusus hendaknya dirancang untuk memberikan bekal pengayaan bagi para siswa yang hendak memasuki perguruan tinggi sesuai dengan minat atau cita-citanya, sedangkan program khusus yang lain dirancang guna memberikan bekal persiapan bekerja bagi para siswa yang tak mampu/tak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.Dengan demikian, seorang siswa masih memiliki peluang untuk memilih fakultas/jurusan di perguruan tinggi yang tak termasuk prioritas pilihan pertamanya.Selain itu, seorang siswa yang mempersiapkan diri untuk bekerja masih dimungkinkan untuk melanjutkan studi-nya ke perguruan tinggi setelah ia memiliki sumber nafkah sendiri guna membiayai kuliahnya.

Berdasarkan latar belakang pemikiran yang telah dipaparkan, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas model kurikulum yang fleksibel (seperti yang diusulkan) dibandingkan dengan kurikulum yang lebih terstruktur, khususnya dalam hal peningkatan kemampuan siswa untuk beradaptasi dengan perubahan di dunia kerja. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam persepsi dan pengalaman guru dalam mengimplementasikan kurikulum yang fleksibel, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang mereka gunakan. Ketiga, penelitian eksperimen dapat dirancang untuk menguji pengaruh pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning) dalam kurikulum yang fleksibel terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa.

  1. #universitas terbuka#universitas terbuka
  2. #siswa ma#siswa ma
Read online
File size1.83 MB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2fe
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test