BERKALAHAYATIBERKALAHAYATI

Berkala Penelitian HayatiBerkala Penelitian Hayati

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi senyawa isoflavon daidzein dan genistein pada kalus kedelai yang dikultur in-vitro. Kalus kedelai yang dikultur pada medium B5 dengan penambahan hormon 2,4-D dan sukrose, menunjukkan bahwa senyawa isoflavon daidzein dapat terdeteksi pada umur 4-5 minggu setelah penanaman. Kadar daidzein pada kalus lebih tinggi dibandingkan dengan biji kedelai, namun kadar genistein tidak terdeteksi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kalus kedelai dapat menghasilkan senyawa isoflavon daidzein pada kondisi in-vitro.Kadar daidzein pada kalus lebih tinggi dibandingkan dengan biji kedelai, namun kadar genistein tidak terdeteksi.Umur kalus berpengaruh terhadap kandungan daidzein, dengan kadar tertinggi pada umur 5 minggu.

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi produksi senyawa isoflavon pada kalus kedelai, seperti pengaruh varietas biji, kondisi lingkungan, dan penambahan hormon. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui kualitas dan kuantitas senyawa isoflavon yang dihasilkan oleh kalus kedelai. Penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna untuk pengembangan teknologi produksi senyawa isoflavon secara in-vitro.

  1. #community structure#community structure
  2. #biji labu kuning#biji labu kuning
Read online
File size949.32 KB
Pages4
Short Linkhttps://juris.id/p-29r
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test