UWMYUWMY

AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIANAGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN

Mi jagung merupakan produk bebas gluten dan tinggi serat, namun memiliki kandungan β-karoten yang rendah. Untuk meningkatkan nilai gizi dan daya tarik visual, dilakukan penambahan pure labu kuning (Cucurbita moschata duchesne) sebagai sumber β-karoten dan pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan pure labu kuning terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik mi jagung basah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan penambahan pure labu kuning dan terdiri dari empat taraf perlakuan: 10%, 20%, 30%, dan 40% pure labu kuning. Hasil menunjukkan bahwa penambahan pure meningkatkan kadar air dan β-karoten secara signifikan (p<0,05), dengan nilai tertinggi pada perlakuan F4 (40%) yaitu kadar air 65,40% dan β-karoten 287,07 µg/100 g (db). Namun, formulasi F3 (30%) menunjukkan keseimbangan terbaik antara warna cerah (nilai a 4,41 dan nilai b 22,77), tekstur optimal (Cohesiveness 0,21 dan Adhesiveness 1,89), dan tingkat kesukaan panelis (skor keseluruhan 3,0). Dengan demikian, penambahan 30% pure labu kuning merupakan formulasi optimal untuk menghasilkan mi jagung basah yang menarik secara visual, dan disukai konsumen.

Penambahan pure labu kuning meningkatkan kadar β-karoten dan kadar air mi jagung secara signifikan (p<0,05), dengan nilai tertinggi pada F4 (40%) kadar β-karoten 287,07 µg/100g (db) dan kadar air 65,40%.F3(30%) menghasilkan intensitas warna kekuningan yang proporsional serta struktur mi yang kompak.Berdasarkan penilaian keseluruhan oleh panelis, perlakuan F3 (30%) sebagai perlakuan terbaik, dengan skor penerimaan 3,0 (agak suka).Hal ini menunjukkan bahwa keseimbangan karakter fisik dan visual pada F3 mendukung preferensi konsumen terhadap mi jagung dengan penambahan pure labu kuning.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh variasi varietas labu kuning terhadap retensi β-karoten selama proses pengolahan mi jagung basah. Selain itu, studi tentang stabilitas warna jangka panjang pada mi jagung yang menggunakan pure labu kuning dapat menjadi arah penelitian baru. Terakhir, eksplorasi kombinasi pure labu kuning dengan bahan pewarna alami lainnya untuk meningkatkan daya tarik visual dan nilai gizi mi jagung basah juga perlu dikembangkan.

  1. Pectin Hydrogels: Gel-Forming Behaviors, Mechanisms, and Food Applications. pectin hydrogels gel forming... mdpi.com/2310-2861/9/9/732Pectin Hydrogels Gel Forming Behaviors Mechanisms and Food Applications pectin hydrogels gel forming mdpi 2310 2861 9 9 732
  2. Labu Kuning (Cucurbita moschata duchesne) Sebagai Pewarna dan Sumber Β-Karoten pada Mi Jagung Basah... ejournal.widyamataram.ac.id/index.php/agrotech/article/view/2224Labu Kuning Cucurbita moschata duchesne Sebagai Pewarna dan Sumber e Karoten pada Mi Jagung Basah ejournal widyamataram ac index php agrotech article view 2224
  3. Vol. 1 No. 1 (2016): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian | AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI... doi.org/10.37631/agrotech.v1i1Vol 1 No 1 2016 Agrotech Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian AGROTECH JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI doi 10 37631 agrotech v1i1
Read online
File size705.17 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test