UNDIPUNDIP
Nurse Media Journal of NursingNurse Media Journal of NursingLatar Belakang: Wanita diharapkan sadar akan faktor risiko yang dapat membantu deteksi dini kanker ovarium sebelum gejala dan tanda muncul. Namun, penelitian terbatas menilai aspek luas faktor risiko kanker ovarium, khususnya di Indonesia. Untuk analisis lebih mendalam, dibutuhkan lebih banyak variabel dan pendekatan penelitian yang memudahkan pengungkapan faktor risiko, sehingga factor-faktor yang teridentifikasi dapat menjadi dasar pengembangan model peringatan dini. Tujuan: Menganalisis faktor kontekstual, riwayat kesehatan reproduksi, dan Aktivitas Sehari-hari (ADL) yang terkait dengan risiko kanker ovarium. Metode: Studi kasus‑kontrol retrospektif yang mencakup 408 wanita (204 dengan kanker ovarium dan 204 tanpa) di Rumah Sakit Referral Kanker Jawa Barat, April–November 2020. Instrumen dibuat berdasarkan studi sebelumnya dan catatan medis/keperawatan; data dianalisis dengan Uji Chi‑kuadrat dan Regresi Logistik, dan sensitivitas serta spesifisitas diuji menggunakan Receiver Operating Characteristic (ROC). Hasil: Variabel yang signifikan terkait peningkatan risiko kanker ovarium adalah usia >45 tahun (Odds Ratio [OR] 19.76), pendidikan rendah (OR 225.00), obesitas (OR 6.04), operasi sebelumnya (OR 51.06), paritas (OR 110.38), dan kualitas tidur rendah (OR 15.75). Kesimpulan: Penelitian ini mengidentifikasi faktor risiko yang memiliki hubungan statistik signifikan dengan kejadian kanker ovarium. Praktisi kesehatan dapat memanfaatkan data ini sebagai dasar penelitian selanjutnya dalam mengembangkan alat deteksi diri untuk menilai risiko kanker ovarium.
Faktor risiko kanker ovarium meliputi variabel kontekstual, riwayat kesehatan, dan aktivitas harian.Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan atau menurunkan kemungkinan terjadinya kanker ovarium.Penelitian ini menambah pengetahuan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kanker ovarium dan memperlihatkan kebutuhan akan studi lebih lanjut dengan metodologi lain dan sampel lebih luas.
Penelitian selanjutnya sebaiknya difokuskan pada penggunaan data multi‑pusat. Dengan meneliti lebih dari satu rumah sakit di berbagai provinsi Indonesia, peneliti dapat memastikan bahwa faktor yang diteliti berlaku secara nasional, bukan hanya di Jawa Barat. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat membantu menilai hubungan sebab akibat antara faktor‑faktor yang berhasil diidentifikasi—seperti durasi tidur, konsumsi kopi, dan status pendidikan—dengan kejadian kanker ovarium. Sebagai pengganti studi kasus‑kontrol, cohort menengah arsitektur dapat memantau perkembangan faktor risiko dari waktu ke waktu, sehingga dapat mengidentifikasi kapan intervensi paling efektif. Akhirnya, pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif berguna untuk mengerti persepsi dan hambatan perempuan dalam melakukan deteksi dini; kuesioner kuantitatif disertai wawancara mendalam dapat memaparkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku deteksi diri.
- Factors Associated with Genital Hygiene Behaviors in Cervical Cancer Patients in Surakarta, Indonesia... doi.org/10.14710/nmjn.v11i1.35829Factors Associated with Genital Hygiene Behaviors in Cervical Cancer Patients in Surakarta Indonesia doi 10 14710 nmjn v11i1 35829
- European Journal of Cancer Prevention. european journal cancer prevention doi.org/10.1097/CEJ.0000000000000217European Journal of Cancer Prevention european journal cancer prevention doi 10 1097 CEJ 0000000000000217
- Association Between Hysterectomy and Ovarian Cancer Risk: A Population-Based Record-Linkage Study | JNCI:... doi.org/10.1093/jnci/djz015Association Between Hysterectomy and Ovarian Cancer Risk A Population Based Record Linkage Study JNCI doi 10 1093 jnci djz015
- Tea consumption and the risk of ovarian cancer: A meta-analysis of epidemiological studies | Oncotarget.... doi.org/10.18632/oncotarget.16890Tea consumption and the risk of ovarian cancer A meta analysis of epidemiological studies Oncotarget doi 10 18632 oncotarget 16890
- Epidemiological characteristics of and risk factors for breast cancer | BCTT. risk factors breast cancer... doi.org/10.2147/BCTT.S176070Epidemiological characteristics of and risk factors for breast cancer BCTT risk factors breast cancer doi 10 2147 BCTT S176070
| File size | 428.39 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
IJHPIJHP Isu layanan meliputi ketidakkonsistenan dalam penyampaian layanan, pengemudi yang tidak ramah dan tidak profesional. Isu harga meliputi perbedaan hargaIsu layanan meliputi ketidakkonsistenan dalam penyampaian layanan, pengemudi yang tidak ramah dan tidak profesional. Isu harga meliputi perbedaan harga
IJHPIJHP Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping yang palingAnalisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping yang paling
IAIIIAII Dari pengujian reliabilitas, seluruh pertanyaan terbukti reliable antara satu dengan yang lainnya sesuai nilai Cronbachs Alpha yang di atas 0. 60. DariDari pengujian reliabilitas, seluruh pertanyaan terbukti reliable antara satu dengan yang lainnya sesuai nilai Cronbachs Alpha yang di atas 0. 60. Dari
UMSUMS Penelitian ini menyarankan agar masyarakat di daerah pesisir mengonsumsi asupan makanan dengan nutrisi seimbang, mengonsumsi makanan sumber protein sepertiPenelitian ini menyarankan agar masyarakat di daerah pesisir mengonsumsi asupan makanan dengan nutrisi seimbang, mengonsumsi makanan sumber protein seperti
UNIMUSUNIMUS 05/01 Kelurahan Benda Baru pada tanggal 24 November 2024. Penyuluhan yang diberikan pada para peserta mencangkup informasi mengenai pengertian obesitas,05/01 Kelurahan Benda Baru pada tanggal 24 November 2024. Penyuluhan yang diberikan pada para peserta mencangkup informasi mengenai pengertian obesitas,
UISUUISU Asupan protein yang tidak seimbang dapat mengakibatkan masalah gizi seperti status protein kurang atau lebih pada remaja, status asupan gizi yang tidakAsupan protein yang tidak seimbang dapat mengakibatkan masalah gizi seperti status protein kurang atau lebih pada remaja, status asupan gizi yang tidak
UNIMUSUNIMUS Prevalensi usia 140mg/dL sebanyak 2 siswa sehingga masuk dalam kategori risiko terkena DM. Sebagian besar masuk dalam kategori memiliki pola makan yangPrevalensi usia 140mg/dL sebanyak 2 siswa sehingga masuk dalam kategori risiko terkena DM. Sebagian besar masuk dalam kategori memiliki pola makan yang
UNDIPUNDIP Perawat terpuji dengan sifat pekerjaan (M=18,95) namun tidak puas dengan tunjangan tambahan (M=12,69) dan kondisi operasional (M=12,18). Niat tinggal lebihPerawat terpuji dengan sifat pekerjaan (M=18,95) namun tidak puas dengan tunjangan tambahan (M=12,69) dan kondisi operasional (M=12,18). Niat tinggal lebih
Useful /
IJHPIJHP Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan bimbingan dan pelatihan langsung penanaman hidroponik dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibuPenelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan bimbingan dan pelatihan langsung penanaman hidroponik dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibu
IJHPIJHP The study concluded that there is a significant relationship between body mass index (BMI) and pain intensity in patients with lumbar herniated nucleusThe study concluded that there is a significant relationship between body mass index (BMI) and pain intensity in patients with lumbar herniated nucleus
UNDIPUNDIP Latar belakang: Kepemimpinan wirausaha merupakan konsep yang sedang berkembang di bidang kesehatan, ilmu sosial, bisnis, manajemen, dan pendidikan yangLatar belakang: Kepemimpinan wirausaha merupakan konsep yang sedang berkembang di bidang kesehatan, ilmu sosial, bisnis, manajemen, dan pendidikan yang
UNDIPUNDIP Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman transisi akselerasi tenaga keperawatan klinis menjadi dosen keperawatan noviceOleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman transisi akselerasi tenaga keperawatan klinis menjadi dosen keperawatan novice