IJHPIJHP

International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek samping DOTS terhadap keberhasilan terapi TBC. Penelitian dilakukan di RAA Soewondo Pati Hospital dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 117 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner efek samping dan kepatuhan minum obat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta didukung data rekam medis pasien. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping yang paling umum dialami pasien adalah perubahan warna urin menjadi merah (100%), sindrom flu (29,9%), mual (18,8%), dan tidak nafsu makan (15,4%). Keparahan mayoritas efek samping berada dalam kategori ringan (88%). Tingkat kepatuhan pasien relatif tinggi, yaitu 92,3% patuh dalam menjalani terapi, dan 93,2% pasien dinyatakan berhasil menyelesaikan terapi. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan dan pengaruh yang sangat signifikan antara efek samping obat dengan keberhasilan terapi TBC paru. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji chi-square yang menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Dan Odd Ratio (OR) yang menghasilkan nilai sebesar 0,010. Interpretasi nilai ini menunjukkan bahwa pasien yang mengalami efek samping sedang memiliki risiko 100 kali lebih tinggi untuk mengalami kegagalan terapi.

Secara umum, implementasi terapi DOTS di RAA Soewondo Pati Hospital menunjukkan hasil yang baik.Sebagian besar pasien berhasil menyelesaikan terapi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, meskipun mengalami berbagai efek samping obat.Efek samping yang timbul umumnya ringan hingga sedang dan dapat dikendalikan melalui pemantauan dan edukasi dari tenaga kesehatan.Jenis efek samping yang paling umum dialami oleh pasien TBC selama terapi DOTS adalah perubahan warna urin menjadi merah 117 (100%), mual 22 (18,8%), sindrom flu dengan keluhan utama nyeri sendi 35 (29,9%), gatal hingga bercak kemerahan pada kulit 11 (9,4%) dan tidak nafsu makan 19 (16,2%).Efek samping berat seperti kehilangan pendengaran atau gangguan penglihatan hanya dialami oleh sebagian kecil pasien.Karakteristik pasien menunjukkan bahwa mayoritas berusia pra-lansia 45-59 tahun sebanyak 49 pasien (41,88%) dan dewasa berusia 19-44 tahun sebanyak 40 pasien (34,19%) dan 68 pasien laki-laki (58,1%) lebih banyak dibandingkan pasien perempuan 49 (41,9%).Keparahan efek samping didominasi oleh kategori ringan sebanyak 97 (82,9%), diikuti sedang sebanyak 12 (10,3%), dan sebagian kecil berat sebanyak 8 (6,8%).Efek samping ringan tidak menyebabkan gangguan yang signifikan terhadap kelanjutan terapi, tetapi efek samping berat dapat mempengaruhi motivasi dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi OAT secara teratur.Terdapat hubungan dan pengaruh yang sangat signifikan antara efek samping obat dengan keberhasilan terapi TBC paru.Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji chi-square yang menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05).Dan Odd Ratio (OR) yang menghasilkan nilai sebesar 0,010.Interpretasi nilai ini menunjukkan bahwa pasien yang mengalami efek samping sedang memiliki risiko 100 kali lebih tinggi untuk mengalami kegagalan terapi.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai strategi intervensi yang efektif dalam mengurangi efek samping obat pada pasien TBC. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan metode edukasi dan pemantauan yang lebih komprehensif untuk membantu pasien mengelola efek samping obat dengan lebih baik. Selain itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengeksplorasi hubungan antara kepatuhan minum obat dan keberhasilan terapi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan tersebut. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TBC. Terakhir, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas strategi DOTS dalam meningkatkan keberhasilan terapi TBC di berbagai setting pelayanan kesehatan. Studi ini dapat mencakup analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi, seperti kualitas pelayanan, dukungan tenaga kesehatan, dan aksesibilitas obat.

  1. HUBUNGAN ANTARA EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERCULOSIS (OAT) DAN PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DENGAN... jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/935HUBUNGAN ANTARA EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERCULOSIS OAT DAN PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT PMO DENGAN jurnal stikes aisyiyah palembang ac index php Kep article view 935
Read online
File size364.43 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test