TIGA MUTIARATIGA MUTIARA
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaMutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaKemampuan membaca merupakan dasar penting dalam pembelajaran di tingkat pendidikan dasar, namun anak berkebutuhan khusus dengan kategori slow learner sering mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilan membaca permulaan akibat keterbatasan dalam pemrosesan fonologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Fonik dalam meningkatkan kemampuan membaca anak slow learner melalui pendekatan intervensi terstruktur. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana metode Fonik dapat diadaptasi secara tepat untuk mengatasi kesulitan membaca pada anak dengan keterlambatan belajar. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas V sekolah dasar yang menunjukkan keterlambatan signifikan dalam mengenali bunyi huruf, menyusun kata, dan memahami struktur kalimat sederhana. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain intervensi individual sebanyak enam sesi pembelajaran bertahap. Setiap sesi dirancang untuk melatih keterampilan fonologis, mulai dari identifikasi fonem, penggabungan bunyi menjadi suku kata, segmentasi fonem, hingga pengenalan pola kompleks seperti digraf dan vokal rangkap. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca yang signifikan, terlihat dari kemajuan dalam mengenali bunyi huruf, membaca kata sederhana, dan merangkai kalimat pendek. Meskipun masih terdapat beberapa kekeliruan dalam pelafalan dan penguasaan struktur kata, perkembangan subjek selama intervensi menunjukkan bahwa metode Fonik merupakan pendekatan yang efektif dan aplikatif dalam pembelajaran membaca bagi anak slow learner. Kesimpulannya, metode Fonik terbukti mampu menjembatani hambatan fonologis melalui strategi yang disesuaikan dengan profil belajar anak. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada implementasi metode Fonik sebagai model intervensi fonologis bertahap dalam konteks pendidikan dasar inklusif, yang masih terbatas dalam praktik dan penelitian di Indonesia.
Hasil intervensi membaca menggunakan pendekatan Fonik yang dilaksanakan dalam enam sesi menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada subjek VA, seorang siswa slow learner kelas V sekolah dasar.Penerapan strategi Fonik secara eksplisit, bertahap, dan sistematis terbukti mampu membangun kompetensi dasar dalam kesadaran fonologis, yang meliputi identifikasi dan diskriminasi fonem, penggabungan bunyi (blending), serta segmentasi fonem dalam kata.VA menunjukkan kemajuan progresif dalam mengenali huruf dan bunyi, membentuk suku kata, membaca kata sederhana, hingga merangkai kalimat pendek.Meskipun pada tahap awal masih ditemukan kendala seperti kekeliruan dalam melafalkan bunyi kompleks (misalnya digraf dan diftong) serta ketidakkonsistenan dalam penggabungan bunyi, keterampilan ini mengalami peningkatan signifikan berkat latihan berulang, pemanfaatan media multisensoris, dan pemberian umpan balik korektif secara langsung.Proses ini menunjukkan bahwa penguatan hubungan antara sistem fonologis dan ortografis dalam konteks pembelajaran Fonik dapat memfasilitasi perkembangan literasi awal secara lebih efektif, bahkan pada peserta didik dengan hambatan kognitif ringan.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Fonik merupakan solusi pedagogis yang tepat dan berbasis bukti dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa slow learner.
Penelitian lanjutan dapat mengembangkan pendekatan intervensi berbasis teknologi seperti aplikasi permainan Fonik digital untuk meningkatkan motivasi belajar anak slow learner. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi kombinasi metode Fonik dengan strategi pembelajaran berbasis gambar atau konteks nyata untuk memperkuat pemahaman bacaan. Terakhir, studi tentang peran aktif orang tua dalam mendukung proses pembelajaran Fonik di rumah dapat memberikan wawasan baru tentang kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam meningkatkan literasi anak slow learner.
| File size | 570.41 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
STMA TRISAKTISTMA TRISAKTI Selanjutnya nilai tertinggi pada pra siklus adalah 80 kemudian meningkat menjadi 90 pada siklus 1 dan pada siklus 2 menjadi 100 dengan ketuntasan belajarSelanjutnya nilai tertinggi pada pra siklus adalah 80 kemudian meningkat menjadi 90 pada siklus 1 dan pada siklus 2 menjadi 100 dengan ketuntasan belajar
FKIP UWGMFKIP UWGM Enam mahasiswa dipilih secara sengaja berdasarkan skor TOEFL mereka untuk mewakili tingkat keterampilan yang berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancaraEnam mahasiswa dipilih secara sengaja berdasarkan skor TOEFL mereka untuk mewakili tingkat keterampilan yang berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara
FKIP UWGMFKIP UWGM Untuk preferensi media, hasil menunjukkan bahwa materi pilihan adalah karya fiksi (82,8%) dan versi digital (74,3%), yang menunjukkan perubahan dalam kebiasaanUntuk preferensi media, hasil menunjukkan bahwa materi pilihan adalah karya fiksi (82,8%) dan versi digital (74,3%), yang menunjukkan perubahan dalam kebiasaan
STAI MASSTAI MAS Pengabdian ini menggunakan pendekatan participatory action research (PAR) melalui metode pelatihan dan pendampingan belajar dengan tahapan: pemetaan awal,Pengabdian ini menggunakan pendekatan participatory action research (PAR) melalui metode pelatihan dan pendampingan belajar dengan tahapan: pemetaan awal,
USIUSI Hal ini mengonfirmasi bahwa Model Pembelajaran Mastery dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa. Berdasarkan temuan dan analisis data, dapat disimpulkanHal ini mengonfirmasi bahwa Model Pembelajaran Mastery dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa. Berdasarkan temuan dan analisis data, dapat disimpulkan
USIUSI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian adalah dua guru bahasa Inggris kelas XI SMA Yayasan PerguruanPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian adalah dua guru bahasa Inggris kelas XI SMA Yayasan Perguruan
UNWIDHAUNWIDHA Dalam mewujudkan kesuksesan pembelajaran, model pembelajaran merupakan hal yang paling penting. Dengan medel pembelajaran yang dapat menarik peserta didikDalam mewujudkan kesuksesan pembelajaran, model pembelajaran merupakan hal yang paling penting. Dengan medel pembelajaran yang dapat menarik peserta didik
UBMUBM Salah satu fenomena alam yang penting untuk dipahami adalah siklus panjang hidrosfer yang melibatkan perubahan fase air lingkungan. Tujuan utama dari perancanganSalah satu fenomena alam yang penting untuk dipahami adalah siklus panjang hidrosfer yang melibatkan perubahan fase air lingkungan. Tujuan utama dari perancangan
Useful /
INDO INTELLECTUALINDO INTELLECTUAL Namun, analisis SOAR mengungkap kekuatan internal seperti kekayaan sumber daya alam bahari, kearifan lokal sasi, modal sosial yang kuat, dan ketersediaanNamun, analisis SOAR mengungkap kekuatan internal seperti kekayaan sumber daya alam bahari, kearifan lokal sasi, modal sosial yang kuat, dan ketersediaan
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Hasil estimasi model menunjukkan bahwa baik Social Media Marketing maupun Lifestyle memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness,Hasil estimasi model menunjukkan bahwa baik Social Media Marketing maupun Lifestyle memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness,
UNWIDHAUNWIDHA Penerapan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan aplikasi GeoGebra pada pembelajaran matematika mampu meningkatkan keaktifan peserta didikPenerapan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan aplikasi GeoGebra pada pembelajaran matematika mampu meningkatkan keaktifan peserta didik
UNWIDHAUNWIDHA Hal ini menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran yang sesuai, variasi metode, dan pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan motivasi,Hal ini menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran yang sesuai, variasi metode, dan pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan motivasi,