STFXAMBONSTFXAMBON

Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik etnoreligius komunitas adat Sumping Layang di Desa Kedang Ipil, Kalimantan Timur. Dengan menggunakan pendekatan teologi kontekstual, penelitian ini menafsirkan makna simbolik dan spiritual dari praktik-praktik tersebut dalam perspektif iman Katolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik etnoreligius Sumping Layang dapat dipahami sebagai benih Sabda yang berpotensi disinergikan dengan pesan Injil. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan Gereja secara kontekstual melalui dialog dan pendampingan yang partisipatif dan membebaskan. Selain itu, praktik etnoreligius juga merupakan medium pewahyuan ilahi serta ekspresi spiritualitas yang berakar pada konteks lokal.

Praktik etnoreligi komunitas adat Sumping Layang mencerminkan iman dan spiritualitas lokal yang hidup, mengekspresikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur melalui ritual seperti Nutuk Beham, Muang, dan Belian Namang.Ritual ini tidak hanya tradisi budaya, tetapi juga sarana spiritual yang dalam bagi iman Katolik.Di tengah modernisasi dan ekspansi industri, komunitas Sumping Layang mempertahankan warisan spiritualnya sebagai bentuk pembelaan terhadap keutuhan ciptaan dan identitas iman.Gereja dipanggil hadir secara sinodal, menghargai praktik adat sebagai ungkapan iman, dan mendampingi masyarakat adat secara profetik untuk membela hak dan menjaga ciptaan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara praktik etnoreligius Sumping Layang dengan komunitas adat lainnya di Kalimantan Timur. Hal ini dapat membantu memahami dinamika dan variasi praktik etnoreligius di wilayah tersebut. Selain itu, penelitian dapat fokus pada peran perempuan dalam transmisi iman dan nilai budaya, serta kontribusi mereka dalam menjaga dan mengembangkan praktik etnoreligius di komunitas Sumping Layang. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut hubungan antara agama formal dan kepercayaan lokal, serta bagaimana sinkretisme dapat menjadi ruang dialog dan kreativitas spiritual dalam komunitas adat Sumping Layang.

  1. FUNGSI TARI BELIAN NAMANG PADA MASYARAKAT KEDANG IPIL DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR... doi.org/10.24821/joged.v9i2.2546FUNGSI TARI BELIAN NAMANG PADA MASYARAKAT KEDANG IPIL DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR doi 10 24821 joged v9i2 2546
  1. #dayak kanayatn#dayak kanayatn
  2. #komunitas adat#komunitas adat
Read online
File size178.46 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-22T
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test