POLTEKES OSPOLTEKES OS

Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos)Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos)

Anak Pelaku Pembunuhan sebagai bagian dari anak berhadapan dengan hukum (ABH) memiliki hak anak yang sama dengan anak lainnya ketika menjalani masa pidana untuk rehabilitasi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perlindungan hak anak di LPKA Kelas II Bandung melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Fokus penelitian mencakup hak atas pelayanan dan perawatan kesehatan, pendidikan, keterampilan, dan pelayanan sosial. Informan terdiri dari dua anak binaan dan empat petugas LPKA. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa LPKA telah berupaya memenuhi hak-hak anak sesuai peraturan, namun masih menghadapi kendala, terutama pada layanan sosial khususnya untuk layanan psikososial dalam mengatasi trauma yang masih dirasakan oleh anak pelaku pembunuhan. Hasil penelitian ini merekomendasikan untuk merekomendasikan penguatan petugas/pendamping khususnya wali anak untuk lebih memberikan pendampingan psikososial sebagai pemenuhan hak anak yang memerlukan perlindungan khusus.

Pemenuhan perlindungan hak anak pelaku pembunuhan telah dilakukan oleh LPKA kelas II Bandung untuk penahanan pidana anak, dan LPKA memberlakukan layanan untuk semua anak artinya sudah menerapkan prinsip non diskriminasi namun juga merespon kebutuhan individual anak.Pemenuhan perlindungan hak anak dilakukan melalui empat layanan yang merujuk pada Undang-Undang No.11 tahun 2012 tentang peradilan pidana anak dan Undang-Undang No 22 Tahun 2022 tentang Pemasayarakatan, yaitu layanan permekanan dan kesehatan, layanan pendidikan dan ketrampilan serta sosial untuk pendampingan psikososial dan bimbingan kepribadian.Namun pelaksanaan layanan masih belum optimal karena terbatasnya petugas, terutama untuk tugas wali anak yang melakukan pendampingan psiososial dan bimbingan kepribadian.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji efektivitas program pendampingan psikososial untuk anak pelaku pembunuhan di LPKA, mengingat keterbatasan layanan yang masih ditemukan. Selain itu, diperlukan studi tentang peran komunitas dalam mendukung rehabilitasi anak yang berhadapan dengan hukum, terutama dalam mengurangi stigma sosial. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi dampak program pendidikan berbasis keterampilan terhadap pengurangan risiko rekidivisme anak pelaku tindak pidana berat.

Read online
File size520.53 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test