WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA
JPAK: Jurnal Pendidikan Agama KatolikJPAK: Jurnal Pendidikan Agama KatolikPolitik dipandang sebagai upaya bersama dalam membangun bangsa dan negara. Semua warga negara diharapkan berpartisipasi aktif dalam upaya ini. Orang Muda Katolik juga tidak terkecuali dari partisipasi politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk partisipasi Katolik dalam politik dan faktor-faktor yang mendorong mereka. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orang Muda Katolik telah berpartisipasi dalam politik dengan berbagai bentuk partisipasi, yang didorong oleh beberapa faktor eksternal. Bentuk partisipasi yang paling umum adalah pendidikan, baik formal maupun informal. Mereka juga terlibat langsung dalam politik, seperti menjadi tim sukses dalam pemilihan umum. Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi mereka adalah keluarga, pemimpin agama, dan guru.
Orang Muda Katolik (OMK) telah berpartisipasi dalam dunia politik dengan berbagai bentuk partisipasi, seperti pendidikan dan keterlibatan langsung dalam politik praktis.Partisipasi mereka didorong oleh faktor eksternal seperti keluarga, tokoh agama, dan guru.OMK sebaiknya diberikan dorongan dan motivasi khusus untuk terlibat lebih dalam politik praktis dengan landasan nilai moral dan karakter yang baik.Gereja dapat memfasilitasi pengembangan pengetahuan OMK tentang politik melalui rekoleksi dan diskusi bertema politik, sehingga OMK dapat memahami politik secara holistik dan menciptakan kebaikan bersama.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru. Pertama, dapat dilakukan studi kuantitatif untuk mengukur seberapa besar minat Orang Muda Katolik terhadap politik dan faktor-faktor apa yang paling berpengaruh, baik internal maupun eksternal. Kedua, penelitian dapat fokus pada peran Gereja dalam memfasilitasi partisipasi politik OMK, termasuk strategi dan program yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan mereka. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan partisipasi politik OMK di berbagai wilayah di Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti budaya, pendidikan, dan lingkungan sosial.
| File size | 388.56 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STTNISTTNI Penelitian teologi dengan metode studi pustaka sistematis-historis ini membahas non-resepsi atas Kristologi Konsilier dalam tiga aliran keagamaan modernPenelitian teologi dengan metode studi pustaka sistematis-historis ini membahas non-resepsi atas Kristologi Konsilier dalam tiga aliran keagamaan modern
STTNISTTNI Pertanyaan yang menjadi penuntunnya ialah bagaimana sepatutnya guru Kristen memiliki dan menghadirkan pandangan dunia berdasarkan ajaran Alkitab ke dalamPertanyaan yang menjadi penuntunnya ialah bagaimana sepatutnya guru Kristen memiliki dan menghadirkan pandangan dunia berdasarkan ajaran Alkitab ke dalam
STIPASSTIPAS Gereja juga telah menyerukan tindakan nyata. Melalui ensiklik yang ditulis oleh Paus Fransiskus, disampaikan ajakan untuk melakukan transformasi positifGereja juga telah menyerukan tindakan nyata. Melalui ensiklik yang ditulis oleh Paus Fransiskus, disampaikan ajakan untuk melakukan transformasi positif
UBUB Kegiatan PkM ini melibatkan 12 remaja dari jemaat GPIB Menara Iman Jakarta, dengan rentang usia 10 hingga 17 tahun. Pretest dan posttest dilakukan untukKegiatan PkM ini melibatkan 12 remaja dari jemaat GPIB Menara Iman Jakarta, dengan rentang usia 10 hingga 17 tahun. Pretest dan posttest dilakukan untuk
PSPINDONESIAPSPINDONESIA secara sosiologis kerapuhan itu berakar pada minimnya arena menghadapi tantangan nyata, sedangkan dalam perspektif teologi praktis gereja dipanggil bertransformasisecara sosiologis kerapuhan itu berakar pada minimnya arena menghadapi tantangan nyata, sedangkan dalam perspektif teologi praktis gereja dipanggil bertransformasi
STT GKESTT GKE Gereja telah berperan mengusahakan hak‑hak disabilitas, namun dukungan perlu ditingkatkan agar menyeluruh bagi seluruh jemaat termasuk penyandang disabilitas.Gereja telah berperan mengusahakan hak‑hak disabilitas, namun dukungan perlu ditingkatkan agar menyeluruh bagi seluruh jemaat termasuk penyandang disabilitas.
MANDALANURSAMANDALANURSA Analisis melibatkan kritik sumber dan interpretasi data, yang kemudian disusun menjadi historiografi deskriptif-analisis. Temuan mengungkapkan bahwa penyebaranAnalisis melibatkan kritik sumber dan interpretasi data, yang kemudian disusun menjadi historiografi deskriptif-analisis. Temuan mengungkapkan bahwa penyebaran
STAK PESATSTAK PESAT Pelatihan yang berpusat pada nilai-nilai Kristiani dalam konteks bisnis mampu meningkatkan antusiasme jemaat dan mendorong pertumbuhan holistik dalam persekutuan.Pelatihan yang berpusat pada nilai-nilai Kristiani dalam konteks bisnis mampu meningkatkan antusiasme jemaat dan mendorong pertumbuhan holistik dalam persekutuan.
Useful /
STIESTEKOMSTIESTEKOM Peran tersebut dapat timbul karena dengan pengelolaan intellectual capital yang baik dapat menciptakan nilai tambah yang semakin tinggi, sehingga keuntunganPeran tersebut dapat timbul karena dengan pengelolaan intellectual capital yang baik dapat menciptakan nilai tambah yang semakin tinggi, sehingga keuntungan
STIESTEKOMSTIESTEKOM Penelitian ini menganalisis pengaruh perilaku kewargaan organisasi, motivasi kerja, dan gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan Pegadaian AreaPenelitian ini menganalisis pengaruh perilaku kewargaan organisasi, motivasi kerja, dan gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan Pegadaian Area
UBUB Dengan adanya web ini, diharapkan Lihai Islamic Preschool dapat lebih dikenal dan dipercaya sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam membentuk karakterDengan adanya web ini, diharapkan Lihai Islamic Preschool dapat lebih dikenal dan dipercaya sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam membentuk karakter
DINASTIREVDINASTIREV Kekambuhan RUU Masyarakat Hukum Adat sejak 2018 hingga kini mencerminkan kurangnya political will dari pihak eksekutif dan legislatif dalam mengesahkanKekambuhan RUU Masyarakat Hukum Adat sejak 2018 hingga kini mencerminkan kurangnya political will dari pihak eksekutif dan legislatif dalam mengesahkan