WIDYAAGAPEWIDYAAGAPE

QUAERENS: Journal of Theology and Christianity StudiesQUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies

Satu elemen paling penting dari postmodernitas adalah tumbuhnya kesadaran akan keragaman dan potensi ketidakterbandingan dari berbagai bentuk kehidupan budaya yang menopang kelompok dan individu serta membahas penolakan postmodernis bahwa postmodernisme secara inheren apatis atau bermusuhan dengan tindakan sosial atau politik. Postmodernisme merupakan reaksi terhadap cita-cita epistemologis modernitas. Postmodernisme didasarkan pada sudut pandang manusia yang terbatas, dan dengan demikian menjadi tawanan subyektivitasnya sendiri, menghasilkan dua karakteristik utama, yaitu pluralisme dan relativisme. Kajian ini menganalisis pandangan postmodern yang diimplementasikan pada pendidikan Kristen di Indonesia. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah studi literatur dengan memanfaatkan kacamata biblis filosofis untuk menganalisis pandangan postmodern. Hasilnya adalah pendidikan moral postmodern (seperti transendentalisme dan idealisme) memiliki beberapa aspek yang berguna dan beberapa aspek negatif yang harus dipertimbangkan untuk perencanaan pendidikan moral dan pengembangan kurikulum pendidikan Kristen di Indonesia.

Prinsip-prinsip pendidikan moral postmodern tidak sepenuhnya dapat diterima maupun ditolak dalam konteks pendidikan Kristen.Beberapa aspek positif seperti percakapan, toleransi, dan penghargaan terhadap keragaman dapat dimanfaatkan dalam sistem pendidikan Kristen.Namun, aspek-aspek negatif seperti penolakan terhadap meta-narasi, penolakan metafisika kehadiran, dan ketergantungan berlebihan pada bahasa serta tanda linguistik tidak sesuai untuk diterapkan dalam pendidikan moral Kristen.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai bagaimana nilai-nilai Alkitabiah dapat diintegrasikan dengan prinsip toleransi dan penghargaan terhadap keragaman dalam pendidikan Kristen di era postmodern, tanpa mengorbankan kebenaran absolut yang diyakini secara iman. Kedua, sebaiknya dikaji lebih mendalam model pendidikan Kristen yang mampu mempertahankan doktrinal integritas di tengah arus relativisme budaya, khususnya dalam konteks sekolah-sekolah Kristen di Indonesia yang semakin terpapar nilai-nilai global. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas penggunaan narasi Alkitab sebagai alat pembelajaran utama dalam pendidikan Kristen pasca modern, mengingat kecenderungan masyarakat postmodern yang lebih responsif terhadap cerita daripada argumen logis, sehingga bisa menjadi strategi pedagogis yang relevan dan alkitabiah sekaligus.

  1. MEMBACA KEMBALI PANDANGAN MORALITAS POSTMODERNISM UNTUK KONTEKS PENDIDIKAN KRISTEN (RE-READING THE WORLDVIEW... jurnal.widyaagape.ac.id/index.php/quaerens/article/view/33MEMBACA KEMBALI PANDANGAN MORALITAS POSTMODERNISM UNTUK KONTEKS PENDIDIKAN KRISTEN RE READING THE WORLDVIEW jurnal widyaagape ac index php quaerens article view 33
  2. Themes for Christian Education and Formation in a British, Postmodern, Secular Context - Deirdre Brower... doi.org/10.1177/0739891318805110Themes for Christian Education and Formation in a British Postmodern Secular Context Deirdre Brower doi 10 1177 0739891318805110
  3. On teaching Christian history in the postmodern world | Denis | HTS Teologiese Studies / Theological... doi.org/10.4102/hts.v75i1.5210On teaching Christian history in the postmodern world Denis HTS Teologiese Studies Theological doi 10 4102 hts v75i1 5210
  1. #pendidikan kristen#pendidikan kristen
  2. #wall street#wall street
Read online
File size530.1 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-22o
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test