PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Indonesia Sosial TeknologiJurnal Indonesia Sosial Teknologi

Bisnis dapat memperluas kontribusi mereka ke item yang mereka hasilkan. Word of Mouth (WOM) adalah metode periklanan langsung dari mulut ke mulut yang mempengaruhi seseorang karena data yang diperoleh diyakini benar dan adil, dan umumnya milik seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan, citra merek, word of mouth dan promosi terhadap loyalitas pelanggan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan bengkel yang melakukan perawatan sepeda motor di bengkel Ahass Pos Buana Sari Motor II. Sampel yang digunakan sebanyak 172 responden yang diambil dalam menggunakan teknik Purposive Sampling dan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier berganda, uji hipotesis, uji determinasi. Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kualitas layanan dan variabel promosi tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel loyalitas pelanggan, sedangkan variabel citra merek dan word of mouth berpengaruh signifikan terhadap variabel loyalitas pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian sebaiknya bengkel Ahass Pos Buana Sari Motor II lebih meningkatkan kualitas layanan, promosi dan selalu menjaga hubungan baik kepada konsumen bengkel Ahass Pos Buana Sari Motor II.

Berdasarkan hasil penelitian, kualitas layanan dan promosi tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan di bengkel Ahass Pos Buana Sari Motor II.Sebaliknya, citra merek dan word of mouth terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan.Bengkel tersebut direkomendasikan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan promosi, serta mempertahankan hubungan baik dengan konsumen.

Penelitian lanjutan dapat dikembangkan dengan beberapa arah baru yang diinspirasi oleh keterbatasan dan temuan dalam penelitian ini. Pertama, penelitian ini dapat diperluas dengan menyertakan variabel moderator, seperti karakteristik demografis pelanggan atau tingkat penggunaan jasa, untuk melihat apakah faktor-faktor ini memperkuat atau melemahkan hubungan antara variabel bebas (kualitas layanan, promosi) dengan loyalitas, khususnya mengapa promosi yang ditargetkan tertentu tidak signifikan. Kedua, studi mendalam dapat dirancang untuk mengeksplorasi mekanisme word of mouth secara lebih rinci, misalnya dengan meneliti apakah jenis hubungan sosial (teman dekat, keluarga, kolega) atau platform komunikasi (lisan langsung, media sosial) memiliki efek yang berbeda dalam membentuk loyalitas pelanggan bengkel motor. Ketiga, mengingat kualitas layanan yang diukur secara kuantitatif tidak signifikan, penelitian kualitatif seperti observasi lapangan atau wawancara mendalam dengan pelanggan dan mekanik dapat dijalankan untuk mengidentifikasi dimensi spesifik layanan (misalnya kecepatan, empati teknis, komunikasi) yang justru sangat dihargai pelanggan dan mungkin luput dari pengukuran kuesioner, sehingga memberikan rekomendasi peningkatan yang lebih terarah.

  1. #sepeda motor#sepeda motor
  2. #loyalitas pelanggan#loyalitas pelanggan
Read online
File size394.01 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-1Ys
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test