STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN
Jurnal Master Penjas & OlahragaJurnal Master Penjas & OlahragaPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh alat bantu hand paddle terhadap keterampilan renang gaya bebas anak usia 10–12 tahun. Metode kuantitatif eksperimen digunakan pada 15 siswa klub Water Fan Swimming School yang dipilih secara purposif. Instrumen berupa tes renang 50 meter gaya bebas. Uji paired sample t-test menunjukkan hasil t = –11,932 dan signifikansi p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Simpulan penelitian adalah alat bantu hand paddle efektif meningkatkan keterampilan renang gaya bebas pada anak usia 10–12 tahun.
Terdapat pengaruh signifikan penggunaan alat bantu hand paddle terhadap peningkatan hasil renang gaya bebas pada usia 10–12 tahun.Hal ini dibuktikan oleh nilai t-hitung –11,932 dan signifikansi p = 0,001 yang lebih kecil dari α 0,05.Alat ini menjadi solusi praktis bagi pelatih untuk memperbaiki teknik kayuhan tangan anak.
Bagaimana jika peneliti selanjutnya membandingkan efektivitas hand paddle buatan lokal dengan merek komersial pada kelompok anak usia sama? Apakah penggunaan hand paddle yang dipadukan dengan wearable sensor gerak dapat memantau perbaikan teknik secara real-time? Serta, apakah model hand paddle berlubang multipel menghasilkan peningkatan kecepatan lebih tinggi dibanding model berlubang tunggal? Ketiga ide ini diharapkan menghasilkan alat latihan yang lebih terjangkau, metode pengukuran yang objektif, serta desain hand paddle optimal untuk memaksimalkan prestasi renang gaya bebas anak-anak Indonesia.
- olahraga meneurut pandangan agama islam | Salahudin | JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan). olahraga... doi.org/10.36312/jisip.v4i3.1236olahraga meneurut pandangan agama islam Salahudin JISIP Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan olahraga doi 10 36312 jisip v4i3 1236
- PENERAPAN MODEL MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH... ejournal.upi.edu/index.php/MetodikDidaktik/article/view/9498PENERAPAN MODEL MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH ejournal upi edu index php MetodikDidaktik article view 9498
| File size | 301.07 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALBKJURNALBK Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimental dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan observasi. LembarMetode yang digunakan adalah kuasi eksperimental dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan observasi. Lembar
MATAPPAMATAPPA Skripsi. Dibimbing oleh Vivi Rosida dan Ahmad Budi Sutrisno, S. Pd. Program studi pendidikan matematika STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untukSkripsi. Dibimbing oleh Vivi Rosida dan Ahmad Budi Sutrisno, S. Pd. Program studi pendidikan matematika STKIP Andi Matappa. Penelitian ini bertujuan untuk
MATAPPAMATAPPA Penelitian ini membahas tentang penggunaan media pembelajaran berbasis canva dalam bentuk video pada mata pelajaran matematika dengan materi Teorema Phytagoras:Penelitian ini membahas tentang penggunaan media pembelajaran berbasis canva dalam bentuk video pada mata pelajaran matematika dengan materi Teorema Phytagoras:
MATAPPAMATAPPA Analisis data angket dilakukan dengan pemberian skor kemudian mengkategorikan tingkat kecemasan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis math anxietyAnalisis data angket dilakukan dengan pemberian skor kemudian mengkategorikan tingkat kecemasan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis math anxiety
MATAPPAMATAPPA Terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Marang. Hasil penelitian menunjukkan bahwaTerdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Marang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
MATAPPAMATAPPA Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen One Group Pretest- Posttest Design dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalamJenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen One Group Pretest- Posttest Design dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam
UNSULBARUNSULBAR Hasil pelatihan ini direspon dengan baik oleh peserta dan menambah minat dan motivasi guru dalam menciptakan alat peraga yang sederhana dan menggunakanHasil pelatihan ini direspon dengan baik oleh peserta dan menambah minat dan motivasi guru dalam menciptakan alat peraga yang sederhana dan menggunakan
STKIP MODERN NGAWISTKIP MODERN NGAWI Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian ekspost faktual. Adapun analisis data dengan menggunakan uji korelasi productMetode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian ekspost faktual. Adapun analisis data dengan menggunakan uji korelasi product
Useful /
STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN Hasil pengujian menunjukkan perolehan persentase uji coba perorangan sebanyak 84%, uji coba kelompok kecil 77%, serta uji coba kelompok besar 75% makaHasil pengujian menunjukkan perolehan persentase uji coba perorangan sebanyak 84%, uji coba kelompok kecil 77%, serta uji coba kelompok besar 75% maka
STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN Subjek penelitian merupakan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ibun dengan sampel sebanyak 35 siswa kelas VII dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampelSubjek penelitian merupakan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ibun dengan sampel sebanyak 35 siswa kelas VII dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel
STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN Koordinasi mata tangan juga berpengaruh signifikan, serta rasa percaya diri siswa yang memengaruhi hasil spike. Secara bersama-sama, ketiga variabel tersebutKoordinasi mata tangan juga berpengaruh signifikan, serta rasa percaya diri siswa yang memengaruhi hasil spike. Secara bersama-sama, ketiga variabel tersebut
STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN Disarankan dalam melaksanakan proses pembelajaran penjas tidak terpaku pada penggunaan alat sebenarnya, melainkan dapat dimodifikasi sesuai dengan karakteristikDisarankan dalam melaksanakan proses pembelajaran penjas tidak terpaku pada penggunaan alat sebenarnya, melainkan dapat dimodifikasi sesuai dengan karakteristik