STITUWJOMBANGSTITUWJOMBANG
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan KeislamanUrwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan KeislamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan dukungan akademik guru terhadap kemampuan manajemen waktu siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Dalam konteks pendidikan modern, keterlibatan siswa dalam aktivitas non akademik menuntut keterampilan manajemen waktu yang seimbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 60 guru pembina ekstrakurikuler dan guru mata pelajaran yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert pada tiga variabel utama: efikasi diri, dukungan akademik guru, dan manajemen waktu siswa. Validitas diuji melalui korelasi item total dan reliabilitas diuji dengan Cronbachs Alpha. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 26 melalui uji regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa efikasi diri guru berpengaruh signifikan terhadap kemampuan manajemen waktu siswa, sedangkan dukungan akademik guru tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial. Namun secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 47,6% terhadap manajemen waktu. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru dalam membimbing siswa mengelola waktu secara seimbang antara kegiatan akademik dan ekstrakurikuler. Harapannya, penelitian ini bisa menjadi pijakan bagi pengembangan strategi pembelajaran dan pembinaan guru yang lebih responsif, sehingga siswa mampu mengatur waktu dengan baik dan meraih prestasi seimbang antara akademik maupun kegiatan ekstrakurikuler, sekaligus memberikan rekomendasi bagi sekolah untuk meningkatkan program pelatihan pengembangan profesional guru yang berfokus pada strategi bimbingan manajemen waktu.
Efikasi diri guru secara signifikan memengaruhi kemampuan manajemen waktu siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, sementara dukungan akademik guru tidak berpengaruh signifikan secara parsial.Kedua variabel secara bersamaan berkontribusi 47,6% terhadap kemampuan manajemen waktu, menunjukkan pentingnya faktor internal dan eksternal guru dalam membimbing keseimbangan siswa.Penelitian ini menyarankan pengembangan program penguatan efikasi diri guru dan dukungan akademik yang terkontekstualisasi untuk manajemen waktu yang lebih efektif.
Berdasarkan temuan bahwa dukungan akademik guru belum berdampak optimal pada manajemen waktu siswa, muncul pertanyaan: Bagaimana bentuk dukungan akademik yang dapat secara spesifik mengajarkan keterampilan manajemen waktu, seperti perencanaan harian atau prioritas tugas? Penelitian lanjutan dapat dirancang untuk mengembangkan dan menguji modul pelatihan guru yang berfokus pada strategi bimbingan manajemen waktu yang terintegrasi dengan dukungan akademik, misalnya melalui mentoring yang menyelaraskan jadwal belajar dengan kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, karena penelitian ini hanya melihat persepsi guru, studi mendatang dapat menginvestigasi bagaimana persepsi siswa terhadap efikasi diri dan dukungan guru memengaruhi perilaku manajemen waktu mereka yang sebenarnya, mungkin melalui observasi langsung atau jurnal harian. Lebih jauh, mengingat keterbatasan sampel yang homogen dari satu pondok pesantren, penelitian selayaknya memperluas lingkup dengan membandingkan dinamika ini di berbagai jenis sekolah (negeri, swasta, pesantren tradisional) untuk memahami konteks kelembagaan yang memperkuat atau melemahkan hubungan antara faktor guru dan keterampilan siswa.
- Optimalisasi Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Membina Karakter Peserta Didik | JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu... jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.php/JIIP/article/view/492Optimalisasi Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Membina Karakter Peserta Didik JIIP Jurnal Ilmiah Ilmu jiip stkipyapisdompu ac jiip index php JIIP article view 492
- Konsep Penelitian Kuantitatif: Populasi, Sampel, dan Analisis Data (Sebuah Tinjauan Pustaka) | Jurnal... doi.org/10.38035/jim.v3i1.504Konsep Penelitian Kuantitatif Populasi Sampel dan Analisis Data Sebuah Tinjauan Pustaka Jurnal doi 10 38035 jim v3i1 504
| File size | 466.44 KB |
| Pages | 16 |
| Short Link | https://juris.id/p-1Q4 |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Peran ibu dalam pendidikan anak sangat penting, ibu yang menyusui, ibu sebagai pelindung, ibu sebagai pendidik. Masa dalam kandungan merupakan masa keemasanPeran ibu dalam pendidikan anak sangat penting, ibu yang menyusui, ibu sebagai pelindung, ibu sebagai pendidik. Masa dalam kandungan merupakan masa keemasan
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Strategi pelaksanaan PBA disesuaikan dengan strategi pembelajaran umum, memberikan kebebasan kepada guru untuk berkreasi dalam mengaitkan PBA dengan materiStrategi pelaksanaan PBA disesuaikan dengan strategi pembelajaran umum, memberikan kebebasan kepada guru untuk berkreasi dalam mengaitkan PBA dengan materi
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Dimensi dan ruang lingkup pendidikan saat ini hanya dipahami sebatas sekolah formal klasikal semata. Padahal sejatinya, ia merupakan sistem tatanan yangDimensi dan ruang lingkup pendidikan saat ini hanya dipahami sebatas sekolah formal klasikal semata. Padahal sejatinya, ia merupakan sistem tatanan yang
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Hal ini terlihat karena guru hanya memperhatikan siswa yang pandai saja. Pelaksanaannya dalam pembelajaran PAI belum terlaksana secara maksimal, karenaHal ini terlihat karena guru hanya memperhatikan siswa yang pandai saja. Pelaksanaannya dalam pembelajaran PAI belum terlaksana secara maksimal, karena
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Dari paparan dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan pokok-pokok penting pemikiran pendidikan Muhammad Atiyah Al-Abrasy. Pertama, pendidikan Islam adalahDari paparan dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan pokok-pokok penting pemikiran pendidikan Muhammad Atiyah Al-Abrasy. Pertama, pendidikan Islam adalah
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Populasi berjumlah 59 siswa, kepala sekolah, guru pembina, dan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan wawancara. Hasil menunjukkan:Populasi berjumlah 59 siswa, kepala sekolah, guru pembina, dan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan wawancara. Hasil menunjukkan:
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Pembagian merupakan keterampilan komputasional yang dipandang paling sulit dipelajari atau diajarkan. Kesulitan belajar ini harus segerai diatasi agarPembagian merupakan keterampilan komputasional yang dipandang paling sulit dipelajari atau diajarkan. Kesulitan belajar ini harus segerai diatasi agar
STISDARUSSALAMSTISDARUSSALAM H. Dr. Idham Chalid tentang pemerintahan Islam dan sistem pemerintahan Islam yang ideal menurut beliau. Idham Chalid tentang relasi Islam dan Negara dalamH. Dr. Idham Chalid tentang pemerintahan Islam dan sistem pemerintahan Islam yang ideal menurut beliau. Idham Chalid tentang relasi Islam dan Negara dalam
Useful /
MUTIARAHATIMOESLEMMUTIARAHATIMOESLEM Selain itu, program ini berhasil mendorong partisipasi masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap pengembangan infrastruktur desa. Program kerjaSelain itu, program ini berhasil mendorong partisipasi masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap pengembangan infrastruktur desa. Program kerja
STITUWJOMBANGSTITUWJOMBANG Media pembelajaran berbasis video terbukti secara signifikan lebih efektif meningkatkan hasil belajar fikih dibanding buku ajar. Siswa yang belajar denganMedia pembelajaran berbasis video terbukti secara signifikan lebih efektif meningkatkan hasil belajar fikih dibanding buku ajar. Siswa yang belajar dengan
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Budidaya pepaya Callina menumbuhkan nilai‑nilai karakter yang mencakup dimensi diri, keluarga, masyarakat, kebangsaan, dan spiritual. Implementasi istiqomahBudidaya pepaya Callina menumbuhkan nilai‑nilai karakter yang mencakup dimensi diri, keluarga, masyarakat, kebangsaan, dan spiritual. Implementasi istiqomah
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Namun, penting bagi remaja milenial untuk bijak dalam menggunakan media sosial agar dapat memaksimalkan manfaatnya dan meminimalkan dampak negatifnya.Namun, penting bagi remaja milenial untuk bijak dalam menggunakan media sosial agar dapat memaksimalkan manfaatnya dan meminimalkan dampak negatifnya.