UINUIN
AHKAM : Jurnal Ilmu SyariahAHKAM : Jurnal Ilmu SyariahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui akses keadilan bagi anak dan perempuan dalam Putusan Pengadilan Agama pasca terbitnya Keputusan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 Poin 5 tentang Kamar Beragama. Dalam poin khusus ini disebutkan bahwa Pengadilan Agama dapat meminta seorang ayah untuk mengasuh anak jika anak tersebut berada di bawah asuhan ibunya. Penelitian ini bersifat normatif, dengan data diperoleh dari wawancara dan 150 putusan Pengadilan Agama. Putusan-putusan tersebut dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Jakarta Timur dan Jakarta Pusat dari tahun 2015-2017. Berdasarkan pemeriksaan terhadap Putusan tersebut, sebagian besar Putusan perceraian tidak menyebutkan ketentuan tentang pengasuhan anak. Artinya, Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 belum mampu melindungi hak anak dan hal perempuan dalam kasus perceraian. Data pengadilan yang digunakan dalam penelitian ini, menyebutkan hanya 14% yang mewajibkan ayah untuk mengasuh anak setelah perceraian. Persentase ini hampir sama dengan keputusan yang dikeluarkan sebelum keluarnya keputusan tersebut, yaitu hanya 12% pada 2016, dan 14% pada 2017.
Studi terhadap putusan Pengadilan Agama dari tiga yurisdiksi menunjukkan bahwa implementasi Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 tentang Kamar Agama sangat terbatas.Hanya sedikit putusan yang menetapkan kewajiban ayah untuk membayar nafkah anak setelah perceraian, yaitu hanya 14% putusan pada tahun 2017.Persentase ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, dan putusan ini tidak selalu merujuk pada Surat Edaran tersebut, sehingga belum memberikan keadilan yang lebih baik bagi perempuan dan anak.
Penelitian lanjutan yang amat berguna untuk mengembangkan temuan ini adalah dengan fokus pada sosialisasi Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 lebih luas kepada hakim pengadilan agama agar mereka lebih paham dan menerapkannya secara konsisten dalam putusan perceraian. Kedua, hal yang penting diperhatikan adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap hambatan implementasi, seperti pertimbangan hakim berdasarkan prinsip hakim pasif, dengan melibatkan lebih banyak wawancara dan studi kasus untuk memahami apa sebenarnya yang terjadi di lapangan. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian di daerah lain di Indonesia, tidak hanya Jakarta, untuk membandingkan bagaimana hak anak dan perempuan diperceraian ditangani secara nasional, sehingga bisa ditemukan pola masalah umum dan solusi efektif. Dengan melakukan ketiga saran ini, kita bisa lebih memahami mengapa aturan tersebut belum efektif, bagaimana meningkatkan akses keadilan bagi anak dan ibu tunggal, serta mendorong perubahan sistem hukum yang lebih ramah anak. Penelitian seperti ini tidak hanya berguna bagi ahli hukum, tetapi juga membantu masyarakat awam untuk melihat pentingnya pendidikan hukum bagi hakim. Pada akhirnya, penelitian yang konsisten akan mampu membawa perbaikan nyata dalam perlindungan anak dari dampak perceraian. Saran pertama tentang sosialisasi bisa dilakukan melalui seminar atau pelatihan khusus, sementara evaluasi bisa melibatkan analisis statistik dari putusan lebih besar. Penelitian regional akan membantu menemukan variasi hukum lokal yang mungkin saling pengaruh. Kombinasi ketiga pendekatan ini membentuk penelitian yang komprehensif dan praktis, dengan total ilmu pengetahuan yang bisa langsung diterapkan dalam kebijakan pemerintah.
- KEBEBASAN HAKIM PERDATA DALAM PENEMUAN HUKUM DAN ANTINOMI DALAM PENERAPANNYA | Butarbutar | OLD WEBSITE... jurnal.ugm.ac.id/jmh/article/view/16196KEBEBASAN HAKIM PERDATA DALAM PENEMUAN HUKUM DAN ANTINOMI DALAM PENERAPANNYA Butarbutar OLD WEBSITE jurnal ugm ac jmh article view 16196
- MEWUJUDKAN KEPASTIAN HUKUM, KEADILAN DAN KEMANFAATAN DALAM PUTUSAN HAKIM DI PERADILAN PERDATA | Wantu... dinamikahukum.fh.unsoed.ac.id/index.php/JDH/article/view/121MEWUJUDKAN KEPASTIAN HUKUM KEADILAN DAN KEMANFAATAN DALAM PUTUSAN HAKIM DI PERADILAN PERDATA Wantu dinamikahukum fh unsoed ac index php JDH article view 121
| File size | 251.31 KB |
| Pages | 24 |
| Short Link | https://juris.id/p-8j |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Beberapa elemen kesejahteraan yang diidentifikasi antara lain adalah prioritas kepada ibu, status quo penjaga yang ada, usia anak, hak anak untuk memilih,Beberapa elemen kesejahteraan yang diidentifikasi antara lain adalah prioritas kepada ibu, status quo penjaga yang ada, usia anak, hak anak untuk memilih,
UNHASUNHAS Penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum yang secara eksplisit mengakui hak anak atas privasi, persetujuan, dan hak untuk dilupakan, guna memastikanPenelitian ini merekomendasikan reformasi hukum yang secara eksplisit mengakui hak anak atas privasi, persetujuan, dan hak untuk dilupakan, guna memastikan
IAIN MADURAIAIN MADURA Oleh karena itu, upaya untuk mengatasi pernikahan anak harus melampaui reformasi legislatif untuk menyertakan intervensi holistik seperti pendidikan berbasisOleh karena itu, upaya untuk mengatasi pernikahan anak harus melampaui reformasi legislatif untuk menyertakan intervensi holistik seperti pendidikan berbasis
IAINPTKIAINPTK Setelah melakukan penelitian lapangan selama tiga bulan secara intensif dengan para pelaku perceraian di luar pengadilan, tokoh agama dan Kepala KantorSetelah melakukan penelitian lapangan selama tiga bulan secara intensif dengan para pelaku perceraian di luar pengadilan, tokoh agama dan Kepala Kantor
UMMUMM Temuan menunjukkan bahwa pembelaan pembebasan diberikan kepada anak di bawah usia 12 tahun yang melakukan tindak pidana bukan karena perbuatan mereka dimaafkan,Temuan menunjukkan bahwa pembelaan pembebasan diberikan kepada anak di bawah usia 12 tahun yang melakukan tindak pidana bukan karena perbuatan mereka dimaafkan,
UNNESUNNES Homeschooling merupakan pilihan pendidikan bagi anak di luar sistem sekolah yang dipraktikkan di berbagai negara. Di Indonesia, terdapat tren peningkatanHomeschooling merupakan pilihan pendidikan bagi anak di luar sistem sekolah yang dipraktikkan di berbagai negara. Di Indonesia, terdapat tren peningkatan
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Anak hasil zina kehilangan sebagian haknya sebagai anak dari seorang ayah dan ini berpotensi mengganggu masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisAnak hasil zina kehilangan sebagian haknya sebagai anak dari seorang ayah dan ini berpotensi mengganggu masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
UNHASUNHAS Maroko, dengan kerangka hukum kafalah yang jelas dan kerjasama internasional, dapat menjadi model bagi Malaysia untuk memperkenalkan ketentuan statutori,Maroko, dengan kerangka hukum kafalah yang jelas dan kerjasama internasional, dapat menjadi model bagi Malaysia untuk memperkenalkan ketentuan statutori,
Useful /
UNHASUNHAS Mahkamah Konstitusi Indonesia berpotensi memperluas yurisdiksi dan menyempurnakan prosedur penyelesaian sengketa untuk meningkatkan efektivitasnya dalamMahkamah Konstitusi Indonesia berpotensi memperluas yurisdiksi dan menyempurnakan prosedur penyelesaian sengketa untuk meningkatkan efektivitasnya dalam
UNHASUNHAS Studi menemukan bahwa partisipasi aktif dalam aktivitas penyelesaian masalah berkontribusi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis lebih besar dibandingStudi menemukan bahwa partisipasi aktif dalam aktivitas penyelesaian masalah berkontribusi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis lebih besar dibanding
IAINPTKIAINPTK Polaritas narasi afirmatif yang menekankan dimensi budaya dan otonomi khusus dengan narasi kritis yang menyoroti diskriminasi, inkonsistensi penerapan,Polaritas narasi afirmatif yang menekankan dimensi budaya dan otonomi khusus dengan narasi kritis yang menyoroti diskriminasi, inkonsistensi penerapan,
IAIN MADURAIAIN MADURA Perempuan Muslim Indonesia dapat mengintegrasikan nilai keagamaan dan kebutuhan modern melalui bentuk resistensi dan negosiasi identitas. Temuan ini memberikanPerempuan Muslim Indonesia dapat mengintegrasikan nilai keagamaan dan kebutuhan modern melalui bentuk resistensi dan negosiasi identitas. Temuan ini memberikan