USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Pembelajaran daring dilaksanakan selama pandemi Covid‑19. Pada pelaksanaan daring, banyak siswa menunjukkan tingkat keaktifan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana minat belajar siswa terhadap pembelajaran daring berbasis WhatsApp pada mata pelajaran ilmu pengetahuan. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 42 siswa kelas VIII MTs Al‑Hidayah Tosiba yang dipilih secara purposif. Instrumen yang dipakai berupa kuesioner berisi 20 pernyataan. Minat belajar siswa dapat dilihat dari empat indikator, yaitu perasaan bahagia, minat siswa, perhatian siswa, dan keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator perasaan bahagia berada pada kategori sedang (54,76 %). Indikator minat berada pada kategori sangat rendah (45,24 %). Indikator perhatian berada pada kategori tinggi (35,71 %). Indikator keterlibatan berada pada kategori tinggi (45,24 %). Secara keseluruhan, nilai rata‑rata kuesioner memperoleh nilai 53,85 dengan persentase tertinggi pada kategori sedang (33,33 %). Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa pada pembelajaran daring berbasis WhatsApp berada pada tingkat sedang.

Berdasarkan hasil data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa dalam pembelajaran daring berbasis WhatsApp pada mata pelajaran ilmu pengetahuan selama pandemi Covid‑19 di kelas VIII MTs Al‑Hidayah Tosiba berada pada kategori sedang dengan persentase keseluruhan 33,33 % dan nilai rata‑rata 53,85.Dengan demikian, masih diperlukan upaya perbaikan agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.

Untuk memperdalam pemahaman mengenai efektivitas pembelajaran daring berbasis WhatsApp, penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh penambahan media interaktif seperti video pembelajaran dan kuis dalam grup WhatsApp terhadap peningkatan minat belajar serta hasil belajar siswa, sehingga dapat diketahui apakah variasi media meningkatkan keterlibatan. Selanjutnya, diperlukan studi komparatif antara penggunaan WhatsApp dengan platform pembelajaran lain seperti Google Classroom atau Moodle dalam konteks pembelajaran ilmu pengetahuan, guna menilai perbedaan tingkat keterlibatan, motivasi, dan pencapaian akademik siswa, serta mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan masing‑masing platform. Terakhir, penting untuk meneliti peran pelatihan guru dan kompetensi digital mereka dalam mengoptimalkan penggunaan WhatsApp sebagai media pembelajaran, dengan pendekatan studi longitudinal yang memantau perubahan praktik mengajar, persepsi siswa, dan hasil belajar selama beberapa semester, sehingga dapat dirumuskan strategi pelatihan yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring.

  1. #minat belajar#minat belajar
  2. #akademik siswa#akademik siswa
Read online
File size927.66 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1P1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test