UCYUCY
Academy of Education JournalAcademy of Education JournalDi tengah tantangan modernisasi dan globalisasi, pendidikan karakter merupakan komponen penting dalam pembentukan kepribadian siswa. Berbagai masalah, seperti pengaruh lingkungan dan kurangnya pelatihan khusus tentang pendidikan karakter, membuat peran guru tidak optimal dalam menanamkan karakter siswa. Penelitian ini menganalisis peran guru dalam proses pendidikan karakter serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan praktik pendidikan yang berbasis keteladanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai panutan dalam menanamkan karakter positif, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi. Keteladanan guru tercermin dalam perilaku sehari-hari, interaksi dengan siswa, dan penerapan nilai-nilai dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pendidikan karakter melalui keteladanan guru sangat efektif dalam membangun sikap positif siswa. Dukungan tambahan berupa pelatihan, kebijakan yang mendukung, serta kerjasama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat peran guru sebagai teladan dalam pendidikan karakter.
Pendidikan karakter di Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk menghasilkan generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan keberagaman sosial yang ada.Peran guru sebagai teladan dalam pendidikan karakter sangat penting, namun masih terdapat tantangan yang harus dihadapi, seperti keberagaman budaya dan agama, serta keterbatasan pelatihan guru.Guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan dalam sikap, perilaku, dan nilai-nilai moral.Di Sulawesi Utara, peran ini menjadi semakin penting mengingat keragaman budaya yang kaya dan tantangan modernisasi.Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menjadi model nyata dalam mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi.
Berdasarkan hasil penelitian, tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: (1) Menganalisis efektivitas program pelatihan guru berbasis karakter dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Utara, dengan fokus pada adaptasi metode pengajaran yang sesuai dengan keragaman budaya lokal; (2) Meneliti peran komunitas lokal dalam mendukung pendidikan karakter melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan organisasi masyarakat, terutama dalam mengatasi tantangan keberagaman sosial; (3) Mengembangkan indikator kinerja guru dalam menerapkan pendidikan karakter secara konsisten, dengan mempertimbangkan faktor lingkungan dan kebijakan sekolah. Penelitian ini dapat memberikan wawasan baru untuk memperkuat integrasi nilai karakter dalam kurikulum dan meningkatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam pembentukan siswa berkarakter.
| File size | 291.99 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
INDO INTELLECTUALINDO INTELLECTUAL Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai multikultural dalam kurikulum pendidikan Islam merupakan kunci untuk membangunOleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai multikultural dalam kurikulum pendidikan Islam merupakan kunci untuk membangun
UIJUIJ Bagi siswa keberadaan buku ini menjadi pemicu munculnya kesadaran akan pentingnya perilaku baik karena mereka menyadari bahwa tindakan mereka mendapatBagi siswa keberadaan buku ini menjadi pemicu munculnya kesadaran akan pentingnya perilaku baik karena mereka menyadari bahwa tindakan mereka mendapat
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi (93,33%). Analisis statistik menggunakan uji-t sampel berpasangan mengungkapkan peningkatanValidasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi (93,33%). Analisis statistik menggunakan uji-t sampel berpasangan mengungkapkan peningkatan
COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL Penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 25 siswa kelas V SD Swasta IKAL Medan, serta didukung data sekunder dari literatur,Penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 25 siswa kelas V SD Swasta IKAL Medan, serta didukung data sekunder dari literatur,
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Implementasi pendekatan ini membutuhkan kesiapan guru, kurikulum yang relevan, dukungan lingkungan sekolah, dan kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkanImplementasi pendekatan ini membutuhkan kesiapan guru, kurikulum yang relevan, dukungan lingkungan sekolah, dan kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan
ALFARABIALFARABI Data yang telah didapatkan dianalisis, dimaknai dan diinterpretasikan secara kualititatif deskriptif. Hasil temuan yang didapatkan adalah perumusan kurikulumData yang telah didapatkan dianalisis, dimaknai dan diinterpretasikan secara kualititatif deskriptif. Hasil temuan yang didapatkan adalah perumusan kurikulum
UNWIDHAUNWIDHA Salah satu dasar-dasar dari pendidikan yaitu sosiologis dan antropologis. Dasar-dasar sosiologis dan antropologis penting untuk dipahami karena dapat digunakanSalah satu dasar-dasar dari pendidikan yaitu sosiologis dan antropologis. Dasar-dasar sosiologis dan antropologis penting untuk dipahami karena dapat digunakan
UACUAC Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengembangan, kelayakan, efektifitas dan kepraktisan model pembelajaran berbasis virtual field tripArtikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengembangan, kelayakan, efektifitas dan kepraktisan model pembelajaran berbasis virtual field trip
Useful /
UCYUCY Oleh karena itu, diperlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan aspek etika, infrastruktur, dan literasi digital. Penelitian ini memberikan rekomendasiOleh karena itu, diperlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan aspek etika, infrastruktur, dan literasi digital. Penelitian ini memberikan rekomendasi
UCYUCY Berikut peran penting komunitas belajar dalam pendidikan dan pengembangan individu antara lain Pengembangan Profesionalisme Guru, Kolaborasi antar Guru,Berikut peran penting komunitas belajar dalam pendidikan dan pengembangan individu antara lain Pengembangan Profesionalisme Guru, Kolaborasi antar Guru,
UACUAC 000 siswa. Hasil menunjukkan bahwa 12 item menilai peran guru sebagai sosok yang sangat tinggi, sementara 16 item lainnya menilai peran guru sebagai tinggi.000 siswa. Hasil menunjukkan bahwa 12 item menilai peran guru sebagai sosok yang sangat tinggi, sementara 16 item lainnya menilai peran guru sebagai tinggi.
UACUAC Penilaian selama proses belajar (middle-test), yaitu penilaian selama proses kegiatan belajar. Pada akhir program Mahad al-Jamiah (post-test), melakukanPenilaian selama proses belajar (middle-test), yaitu penilaian selama proses kegiatan belajar. Pada akhir program Mahad al-Jamiah (post-test), melakukan