KIPMIKIPMI

Communications in Science and TechnologyCommunications in Science and Technology

Membran Nanofiltrasi (NF) Komposit Film Tipis (TFC) Polielektrolit Multilayer (PEM) yang terdiri dari multilayer Poli(diallyl dimetil amonium klorida) (PDAC) dan Poli(sodium 4-stirenesulfonat) (PSS) yang dideposisikan pada penyangga polietersulfon (PES) disiapkan menggunakan perakitan lapis demi lapis berbantuan putaran (SA-LbL). Penelitian ini merupakan upaya untuk menemukan material baru dengan karakteristik dan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan membran NF poliamida (PA) komersial. Dua kondisi operasi utama, yaitu suhu dan konsentrasi garam serta pengaruhnya terhadap kinerja membran, diselidiki dan dipelajari. Model Film Difusi-Larutan (SDFM) yang menggunakan dua parameter penyesuaian (), digunakan untuk menjelaskan transpor membran melalui membran, yaitu permeabilitas garam membran (PS) dan permeabilitas garam lapisan stagnan PS. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian yang baik antara laju penolakan eksperimental dan yang diamati, menunjukkan bahwa membran PEM berperilaku mirip dengan membran komposit tipe difusi larutan tipikal dan SDFM dapat digunakan untuk memprediksi kinerja dan perilaku membran.

Peningkatan suhu dan konsentrasi garam dapat meningkatkan fluks air dan menurunkan laju penolakan garam.Namun, suhu memiliki efek yang kurang merugikan pada kinerja membran dibandingkan dengan konsentrasi garam dalam umpan.Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas membran harus ditingkatkan, misalnya menggunakan cross-linker kimia, dan membran harus diuji lagi pada konsentrasi garam yang lebih tinggi.Dapat disimpulkan bahwa transpor garam dan air melintasi membran mengikuti model difusi larutan yang dimodifikasi dengan menyertakan efek penggandengan antara ion dalam lapisan stagnan, sebuah film tipis, yang berdekatan dengan permukaan membran di mana polarisasi konsentrasi terjadi.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan cross-linker kimia yang efektif untuk meningkatkan stabilitas membran nanofiltrasi polielektrolit multilayer (PEM), terutama pada paparan konsentrasi garam tinggi, sehingga memperluas aplikasinya dalam pengolahan air dengan salinitas tinggi. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menguji dan memvalidasi model SDFM (Solution Diffusion Film Model) pada rentang kondisi operasi yang lebih luas, termasuk variasi komposisi garam dan keberadaan polutan organik, untuk pemahaman yang lebih komprehensif tentang mekanisme transport dalam membran PEM. Selain itu, eksplorasi konfigurasi membran yang berbeda, seperti integrasi nanomaterial atau modifikasi permukaan yang lebih lanjut, dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja membran PEM dalam hal fluks air, selektivitas ion, dan ketahanan terhadap fouling, yang berpotensi membuka peluang baru dalam aplikasi pemisahan membran.

  1. #amorphous thin film#amorphous thin film
Read online
File size975.47 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1O5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test