ISIMU PACITANISIMU PACITAN

Journal of Basic Learning and ThematicJournal of Basic Learning and Thematic

Pendidikan anak usia dini adalah program pembinaan bagi anak usia nol sampai enam tahun yang menggunakan rangsangan pendidikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan jasmani rohani agar anak siap melanjutkan ke sekolah yang lebih formal. Kajian ini berkaitan dengan fakta bahwa siswa usia 4 - 5 tahun di TK Negeri Pembina Ponorogo kurang percaya diri terhadap kemampuannya untuk belajar dan berinteraksi dengan orang lain di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi dan menentukan kontribusi guru terhadap pengembangan rasa percaya diri siswa TK Negeri Pembina Ponorogo yang berusia 4-5 tahun. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dan informasi dikumpulkan dari observasi, wawancara, makalah, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, peran guru dalam mengembangkan rasa percaya diri anak TK Negeri Pembina Ponorogo usia 4-5 tahun yaitu: a) guru pembimbing, b) motivator guru, c) guru inisiator, d ) panduan guru.

Kegiatan fashion show berjalan secara efektif dengan partisipasi aktif guru, orang tua, dan anak didik, di mana anak-anak berjalan di atas panggung seperti model dengan busana bertema.Kegiatan ini terbukti secara signifikan melatih rasa percaya diri anak, memungkinkan mereka untuk tampil di depan umum dengan antusiasme.Selain itu, anak-anak menunjukkan rasa senang dan ceria selama mengikuti seluruh proses kegiatan fashion show.

Penelitian ini telah menunjukkan potensi besar kegiatan fashion show, namun masih terdapat beberapa pertanyaan yang menarik untuk digali lebih dalam melalui penelitian lanjutan. Pertama, karena penelitian ini hanya dilakukan di satu sekolah dengan metode kualitatif, sebuah studi komparatif kuantitatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas fashion show dengan metode peningkatan percaya diri lainnya, seperti drama atau bercerita, dalam skala yang lebih luas dan beragam. Kedua, penting untuk meneliti dampak jangka panjang dari intervensi ini; apakah peningkatan rasa percaya diri yang terlihat saat kegiatan akan bertahan dalam jangka waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun saat anak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Ketiga, peran orang tua disebut ikut serta namun belum dieksplorasi secara mendalam. Penelitian berikutnya bisa difokuskan untuk menganalisis bagaimana pola asuh dan tingkat keterlibatan orang tua dalam mendukung kegiatan fashion show di rumah secara spesifik mempengaruhi tingkat kepercayaan diri anak, bukan hanya partisipasi pasif saat acara. Menggabungkan ketiga arah ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap dan substantif.

  1. Penguatan Pembelajaran Berwawasan Kebangsaan Melalui Metode Insersi Untuk Guru PAUD Di Kabupaten Wonogiri... doi.org/10.33330/JURDIMAS.V5I1.1208Penguatan Pembelajaran Berwawasan Kebangsaan Melalui Metode Insersi Untuk Guru PAUD Di Kabupaten Wonogiri doi 10 33330 JURDIMAS V5I1 1208
  2. Kreativitas Guru dalam Mengajarkan Kecakapan Hidup pada Anak Usia Dini di Masa Pandemi COVID-19 | Ali... doi.org/10.21043/thufula.v9i1.9476Kreativitas Guru dalam Mengajarkan Kecakapan Hidup pada Anak Usia Dini di Masa Pandemi COVID 19 Ali doi 10 21043 thufula v9i1 9476
  1. #peran guru#peran guru
  2. #kontribusi guru#kontribusi guru
Read online
File size337.56 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1NO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test