WINDARIWINDARI

Kumaracitta : Jurnal Pendidikan Anak Usia DiniKumaracitta : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini

Stunting merupakan kondisi kurang gizi kronis yang tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berisiko mengganggu kesiapan belajar dan perkembangan kognitif pada usia dini, sehingga menjadi perhatian penting bagi bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sebagai pengasuh utama, ibu memegang peran kunci dalam mencegah stunting melalui pemenuhan kebutuhan dasar anak sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan ibu tentang stunting serta praktik pencegahannya pada balita di Desa Semerap, dan mengaitkannya dengan upaya mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Menggunakan desain deskriptif cross-sectional, penelitian melibatkan 34 ibu balita yang dipilih melalui total sampling. Data dihimpun lewat kuesioner terstruktur dan diolah secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki pengetahuan baik mengenai stunting dan telah menjalankan praktik pencegahan pada kategori tinggi, tercermin dari pemahaman kuat terkait ASI eksklusif, MPASI, gizi protein hewani, dan pemantauan Posyandu. Namun, pemahaman tentang peran imunisasi dalam pencegahan stunting masih rendah. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan edukasi lintas sektor, khususnya kolaborasi antara keluarga, satuan PAUD, dan tenaga kesehatan, guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak dini.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu balita di Desa Semerap memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting, ditandai dengan pemahaman kuat mengenai ASI eksklusif, MPASI, konsumsi protein hewani, sanitasi, pemantauan Posyandu, dan periode 1000 Hari Pertama Kehidupan.Sebagian besar responden juga telah menerapkan praktik pencegahan stunting pada kategori tinggi.Meski demikian, pemahaman terkait peran imunisasi dalam pencegahan stunting masih menjadi titik lemah, dengan separuh responden belum memahaminya secara tepat.Temuan ini mengindikasikan bahwa pengetahuan ibu yang baik berkontribusi pada penerapan praktik pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak usia dini, namun edukasi kesehatan yang diterima ibu masih perlu diperluas agar mencakup aspek pencegahan penyakit infeksi, tidak hanya pemenuhan gizi semata.Bagi orang tua, hasil ini menegaskan pentingnya memanfaatkan layanan imunisasi secara lebih optimal sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting yang menyeluruh.Bagi satuan Pendidikan Anak Usia Dini, temuan ini dapat menjadi dasar untuk memperkuat kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan Posyandu dalam menyampaikan edukasi kepada orang tua, sehingga upaya pencegahan stunting dapat berjalan beriringan dengan penguatan kesiapan belajar dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

1) Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak keikutsertaan ibu dalam program pelatihan kesehatan masyarakat terhadap peningkatan pengetahuan tentang imunisasi dan pencegahan stunting. 2) Mempelajari peran teknologi digital, seperti aplikasi kesehatan, dalam meningkatkan kesadaran ibu tentang pencegahan stunting melalui informasi yang mudah diakses. 3) Meneliti keterkaitan antara pola asuh yang inklusif (misalnya, pendidikan anak usia dini di lingkungan PAUD) dengan pengurangan risiko stunting pada anak. Ketiga arah penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang cara meningkatkan keberhasilan pencegahan stunting melalui pendekatan multidimensi yang lebih komprehensif.

  1. Sosialisasi Pengaruh Stunting Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini | Murhum : Jurnal... doi.org/10.37985/murhum.v1i2.11Sosialisasi Pengaruh Stunting Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini Murhum Jurnal doi 10 37985 murhum v1i2 11
Read online
File size371.96 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test