UNIBAUNIBA
IDENTIFIKASIIDENTIFIKASIKesiapsiagaan dan tanggap darurat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan komponen krusial dalam upaya meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan dampak bencana, khususnya kebakaran, di lingkungan kerja. Meskipun berbagai regulasi dan pedoman telah ditetapkan, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan implementasi di lapangan, di mana sebagian besar penelitian cenderung berfokus pada hubungan antar variabel tanpa mengkaji secara mendalam bagaimana prosedur tanggap darurat dijalankan secara nyata, terutama dalam proses evakuasi. Penelitian ini bertujuan untuk meng guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai tingkat kesiapsiagaan serta efektivitas implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi dan wawancara, sehingga memungkinkan peneliti mengidentifikasi kondisi aktual, hambatan, serta kesesuaian antara prosedur yang ditetapkan dengan praktik di lapangan. Hasil penelitian diharapkan dapat mengungkap tingkat kepatuhan terhadap prosedur, efektivitas koordinasi, serta kesiapan sumber daya dalam mendukung proses evakuasi yang aman dan cepat. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem K3 yang lebih aplikatif dan berorientasi pada peningkatan keselamatan kerja secara berkelanjutan.
Pertama, dari aspek kesiapsiagaan pekerja, tingkat pemahaman terhadap prosedur evakuasi masih belum merata.Sebagian pekerja hanya mengetahui jalur evakuasi tanpa memahami peran dan tanggung jawabnya secara spesifik dalam situasi darurat.Selain itu, pelatihan dan simulasi evakuasi belum dilakukan secara rutin dan terstruktur, sehingga pekerja kurang memiliki pengalaman praktis dalam menghadapi kondisi darurat.Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepanikan dan memperlambat proses evakuasi.Kedua, dari aspek efektivitas prosedur tanggap darurat, meskipun organisasi telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP), implementasinya masih belum optimal.Banyak pekerja yang tidak mengetahui atau tidak memahami isi SOP, sehingga prosedur tersebut tidak dapat dijadikan pedoman yang efektif dalam situasi darurat.Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.Ketiga, dari aspek sarana dan prasarana evakuasi, ditemukan bahwa fasilitas yang tersedia masih belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan.Jalur evakuasi yang terhalang, rambu evakuasi yang kurang jelas, serta titik kumpul yang tidak teridentifikasi dengan baik menjadi hambatan dalam proses evakuasi.Kondisi ini dapat memperlambat proses penyelamatan dan meningkatkan risiko keselamatan pekerja.Keempat, dari aspek koordinasi dan komunikasi, pelaksanaan evakuasi masih belum terorganisir dengan baik.Tidak adanya pembagian tugas yang jelas serta lemahnya sistem komunikasi menyebabkan proses evakuasi tidak berjalan secara terarah.Selain itu, peran manajemen dalam mendukung sistem tanggap darurat masih kurang optimal, sehingga berdampak pada rendahnya efektivitas pelaksanaan prosedur.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat, termasuk penyederhanaan prosedur dan peningkatan sosialisasi kepada pekerja. Kedua, organisasi harus meningkatkan pelatihan dan simulasi evakuasi secara rutin dan terstruktur untuk meningkatkan kesiapan pekerja dalam menghadapi kondisi darurat. Ketiga, penting untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana evakuasi yang memadai, seperti jalur evakuasi yang bebas hambatan, rambu evakuasi yang jelas, dan titik kumpul yang teridentifikasi dengan baik. Keempat, organisasi perlu memperkuat sistem komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan evakuasi, termasuk pembagian tugas yang jelas dan peran aktif manajemen dalam mendukung sistem tanggap darurat. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem K3 yang lebih aplikatif dan berorientasi pada peningkatan keselamatan kerja secara berkelanjutan.
- Vol. 5 No. 2 (2026): Juli 2026 | EUNOIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat. vol eunoia jurnal pengabdian masyarakat... jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/EUNOIA/issue/view/46Vol 5 No 2 2026 Juli 2026 EUNOIA Jurnal Pengabdian Masyarakat vol eunoia jurnal pengabdian masyarakat jurnal d4k3 uniba bpn ac index php EUNOIA issue view 46
- Analysis of Preparedness at the Regional Disaster Management Technical Implementation Unit IV Balikpapan... Doi.Org/10.36277/Identifikasi.V8i1.224Analysis of Preparedness at the Regional Disaster Management Technical Implementation Unit IV Balikpapan Doi Org 10 36277 Identifikasi V8i1 224
| File size | 330.94 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Selain itu, kelelahan kerja terbukti berimplikasi terhadap penurunan perilaku keselamatan pekerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian melaluiSelain itu, kelelahan kerja terbukti berimplikasi terhadap penurunan perilaku keselamatan pekerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian melalui
UNIBAUNIBA Secara keseluruhan, kombinasi lingkungan kerja yang baik dan disiplin kerja yang tinggi mampu meningkatkan kinerja pegawai secara optimal. Hasil analisisSecara keseluruhan, kombinasi lingkungan kerja yang baik dan disiplin kerja yang tinggi mampu meningkatkan kinerja pegawai secara optimal. Hasil analisis
UNIBAUNIBA Selain itu, sistem penyimpanan yang kurang efektif juga berdampak pada meningkatnya biaya pengelolaan limbah rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan upayaSelain itu, sistem penyimpanan yang kurang efektif juga berdampak pada meningkatnya biaya pengelolaan limbah rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan upaya
UNIBAUNIBA Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan sumber referensi lain melalui Google Scholar dan database ilmiah lainnya. Hasil penelitianData diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan sumber referensi lain melalui Google Scholar dan database ilmiah lainnya. Hasil penelitian
UNIBAUNIBA Tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia, yang mencapai 278.564 kasus hingga Agustus 2024, menegaskan urgensi penerapan manajemen risiko yang sistematisTingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia, yang mencapai 278.564 kasus hingga Agustus 2024, menegaskan urgensi penerapan manajemen risiko yang sistematis
UNIBAUNIBA Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif memiliki peran yang sangat penting sebagai upaya pencegahan dan penanggulanganBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif memiliki peran yang sangat penting sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan
LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE Hasilnya menunjukkan bahwa skor rata-rata peserta meningkat dari 5,49 menjadi 7,78, mewakili peningkatan sebesar 41,54%, dengan nilai N-Gain sebesar 0,51,Hasilnya menunjukkan bahwa skor rata-rata peserta meningkat dari 5,49 menjadi 7,78, mewakili peningkatan sebesar 41,54%, dengan nilai N-Gain sebesar 0,51,
UNSURYAUNSURYA 500 bencana alam dan 18.000 kasus kecelakaan lalu lintas per tahun (BNPB, 2023), menuntut sistem penanganan yang responsif. Penelitian ini mengembangkan500 bencana alam dan 18.000 kasus kecelakaan lalu lintas per tahun (BNPB, 2023), menuntut sistem penanganan yang responsif. Penelitian ini mengembangkan
Useful /
UNIBAUNIBA Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang umum terjadi pada pekerja akibat postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas berulang,Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang umum terjadi pada pekerja akibat postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas berulang,
UNIBAUNIBA Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara intensitas cahaya dan kenyamanan visual. Hasil penelitian menunjukkanData yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara intensitas cahaya dan kenyamanan visual. Hasil penelitian menunjukkan
UNIBAUNIBA Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat penggunaan alat berat, kondisi lingkungan kerja yang ekstrem,Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat penggunaan alat berat, kondisi lingkungan kerja yang ekstrem,
UNSURYAUNSURYA Hasil implementasi sistem di Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi, Ditjen Bina Konstruksi, Kementerian PUPR selama 3 bulan menunjukkan cakupanHasil implementasi sistem di Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi, Ditjen Bina Konstruksi, Kementerian PUPR selama 3 bulan menunjukkan cakupan