UNIBAUNIBA

IDENTIFIKASIIDENTIFIKASI

Pengelolaan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan instrumen krusial dalam menjaga sanitasi lingkungan serta menjamin standar keselamatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan penyimpanan limbah medis di rumah sakit dengan menyoroti ketidaksiapan infrastruktur dalam menghadapi lonjakan volume limbah, terutama pasca-situasi darurat kesehatan global yang menyebabkan kapasitas Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) melampaui batas (overload). Ketidaksesuaian prosedur penyimpanan dengan standar teknis terbaru juga memicu risiko keselamatan kerja yang signifikan bagi petugas kebersihan, ditambah dengan temuan kerusakan fisik infrastruktur seperti kebocoran atap dan sistem drainase yang buruk yang berpotensi mencemari ekosistem sekitar. Berbeda dengan studi terdahulu yang secara konsisten mengandalkan teknik pengumpulan data konvensional melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan berbasis checklist, penelitian ini mengusulkan pengembangan metode yang lebih mendalam dan akurat. Pendekatan yang digunakan mencakup integrasi audit internal rutin serta pengambilan sampel limbah secara berkelanjutan sesuai dengan standar SNI untuk menghasilkan data timbulan yang lebih representatif. Melalui analisis yang komprehensif, diharapkan penelitian ini dapat memberikan rekomendasi teknis bagi rumah sakit dalam mengoptimalkan tata kelola penyimpanan limbah medis yang adaptif terhadap fluktuasi volume dan mematuhi regulasi kesehatan kerja serta lingkungan hidup demi keberlanjutan operasional rumah sakit yang aman.

Sistem pengelolaan penyimpanan limbah medis di rumah sakit masih menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek teknis, manajerial, maupun sumber daya manusia.Beberapa permasalahan yang ditemukan meliputi pencampuran limbah medis, penggunaan wadah penyimpanan yang belum sesuai standar, serta kurangnya pelatihan bagi tenaga kesehatan dan petugas kebersihan.Penyimpanan limbah medis yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit infeksi, serta kecelakaan kerja bagi tenaga kesehatan.Selain itu, sistem penyimpanan yang kurang efektif juga berdampak pada meningkatnya biaya pengelolaan limbah rumah sakit.Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan secara menyeluruh melalui peningkatan fasilitas penyimpanan, penerapan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten, penguatan sistem pengawasan, serta pelatihan rutin bagi seluruh petugas yang terlibat dalam pengelolaan limbah medis.

Rumah sakit disarankan untuk meningkatkan fasilitas penyimpanan limbah medis sesuai standar yang berlaku. Pemisahan limbah, penggunaan wadah yang sesuai, pengangkutan tepat waktu, serta kondisi ruang penyimpanan perlu diperhatikan untuk mengurangi pencemaran dan risiko kecelakaan kerja. Pengawasan terhadap penerapan SOP perlu dilakukan secara rutin. Pelatihan bagi tenaga kesehatan dan petugas kebersihan juga perlu ditingkatkan agar setiap pihak memahami prosedur pengelolaan limbah medis dengan benar. Penelitian selanjutnya dapat melakukan observasi langsung untuk melihat kesesuaian sistem penyimpanan dengan kondisi di lapangan. Saran penelitian lanjutan meliputi: (1) Studi tentang integrasi teknologi digital dalam sistem pengelolaan limbah medis untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi monitoring, (2) Evaluasi dampak program pelatihan berbasis kompetensi terhadap peningkatan kesadaran dan kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengelolaan limbah, serta (3) Analisis perbandingan metode penyimpanan limbah medis antar rumah sakit di berbagai wilayah untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi secara nasional.

  1. Systematic Literature Review and Bibliometric Study of Waste Management in Indonesia in the COVID-19... doi.org/10.3390/su14052556Systematic Literature Review and Bibliometric Study of Waste Management in Indonesia in the COVID 19 doi 10 3390 su14052556
Read online
File size425.86 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test