UNIBAUNIBA

IDENTIFIKASIIDENTIFIKASI

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di berbagai sektor, seperti industri, fasilitas kesehatan, gedung perkantoran, institusi pendidikan, kawasan permukiman, dan fasilitas umum. Kejadian kebakaran dapat mengakibatkan kerugian material, gangguan operasional, kerusakan lingkungan, hingga korban jiwa. Oleh karena itu, penerapan sistem keselamatan kebakaran menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem keselamatan kebakaran di berbagai sektor berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis 15 artikel ilmiah terindeks SINTA yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis terhadap hasil penelitian yang relevan mengenai sistem proteksi kebakaran, penilaian risiko, kesiapsiagaan tanggap darurat, jalur evakuasi, pelatihan, serta implementasi manajemen keselamatan kebakaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sistem keselamatan kebakaran yang efektif memerlukan integrasi antara sistem proteksi aktif dan pasif, identifikasi bahaya, penilaian risiko, penyusunan prosedur tanggap darurat, penyediaan sarana proteksi kebakaran, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan simulasi secara berkala. Meskipun sebagian besar sektor telah menerapkan sistem keselamatan kebakaran, masih ditemukan berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian terhadap standar, kurangnya pemeliharaan fasilitas proteksi, dan rendahnya kesadaran keselamatan. Oleh karena itu, diperlukan komitmen organisasi, evaluasi berkelanjutan, serta peningkatan budaya keselamatan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Implementasi sistem keselamatan kebakaran memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.Penerapan sistem keselamatan kebakaran tidak hanya bergantung pada ketersediaan sistem proteksi aktif, seperti APAR, hidran, alarm, dan sistem deteksi kebakaran, tetapi juga memerlukan sistem proteksi pasif, sarana penyelamatan, prosedur tanggap darurat, inspeksi berkala, serta pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan.Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar organisasi telah menerapkan sistem keselamatan kebakaran sesuai dengan regulasi yang berlaku, namun masih ditemukan beberapa kekurangan, seperti APAR yang telah melewati masa berlaku, rambu evakuasi yang kurang jelas, pemeliharaan hidran yang belum optimal, dan inspeksi serta evaluasi terhadap fasilitas proteksi kebakaran.Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sistem keselamatan kebakaran tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas, tetapi juga oleh konsistensi organisasi dalam melakukan pengelolaan dan pemeliharaan sistem secara berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program pelatihan keselamatan kebakaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran dan kompetensi karyawan di berbagai sektor. Selain itu, diperlukan analisis mendalam mengenai dampak pemeliharaan rutin terhadap keandalan sistem proteksi kebakaran, terutama di sektor industri yang memiliki risiko tinggi. Selanjutnya, studi tentang peran budaya keselamatan dalam meningkatkan kesiapan organisasi menghadapi kebakaran dapat menjadi arah penelitian baru, dengan mengeksplorasi bagaimana kebijakan internal dan partisipasi karyawan memengaruhi efektivitas sistem keselamatan kebakaran secara keseluruhan.

Read online
File size311.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test