UNIBAUNIBA
IDENTIFIKASIIDENTIFIKASIIndustri minyak dan gas (migas) dikategorikan sebagai sektor high risk yang memerlukan manajemen risiko ketat, terutama pada aktivitas maintenance. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai potensi bahaya, penilaian bobot risiko, serta perumusan strategi pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Objek penelitian meliputi 20 jenis pekerjaan pemeliharaan teknis yang diidentifikasi secara sistematis. Hasil penilaian risiko menunjukkan distribusi bahaya yang signifikan: 70% berada pada kategori risiko tinggi, 20% pada kategori sedang, dan 10% berada pada level sangat tinggi. Tidak ditemukan risiko pada kategori rendah dalam objek penelitian ini. Strategi pengendalian direkomendasikan berdasarkan hierarki kontrol, mencakup eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, hingga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai. Implementasi HIRARC secara konsisten terbukti efektif sebagai instrumen manajemen risiko K3 yang sistematis untuk menjamin perlindungan tenaga kerja dan keberlanjutan operasional di industri migas.
Berdasarkan rangkaian analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aktivitas maintenance di industri minyak dan gas bumi merupakan elemen operasional yang sangat krusial namun sarat dengan risiko fatalitas.Penerapan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dalam penelitian ini telah berhasil memetakan 20 potensi bahaya dengan dominasi level risiko pada kategori tinggi dan ekstrem.Hal ini menegaskan bahwa setiap tahapan pemeliharaan, mulai dari pengerjaan mekanis, kelistrikan, hingga aktivitas di ruang terbatas, memerlukan pengawasan yang sangat ketat dan tidak dapat dianggap sebagai pekerjaan rutin biasa.Karakteristik industri migas yang melibatkan energi berbahaya dan tekanan tinggi menuntut adanya sinkronisasi antara kesiapan teknis, keandalan prosedur, dan kompetensi personel di lapangan.Keberhasilan dalam menurunkan tingkat risiko dari kategori berbahaya menjadi level yang dapat diterima (As Low As Reasonably Practicable) sangat bergantung pada konsistensi implementasi hierarki pengendalian.Penggunaan instrumen seperti Job Safety Analysis (JSA), sistem isolasi energi Lock-Out Tag-Out (LOTO), dan pengawasan ketat melalui Contractor Safety Management System (CSMS) bukan hanya sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan benteng pertahanan utama dalam melindungi nyawa dan keberlangsungan aset perusahaan.Komitmen manajemen dalam menyediakan perlindungan kolektif serta kesadaran mandiri pekerja dalam mematuhi protokol keselamatan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang nihil kecelakaan (zero accident).
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan dan implementasi strategi pengendalian risiko yang lebih komprehensif. Hal ini dapat mencakup studi lebih mendalam tentang efektivitas hierarki kontrol dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja di industri migas. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran dan tanggung jawab pihak ketiga atau kontraktor dalam manajemen risiko K3, serta bagaimana sistem Contractor Safety Management System (CSMS) dapat dioptimalkan untuk meningkatkan keselamatan kerja secara keseluruhan. Terakhir, penelitian dapat menganalisis dampak positif dari penerapan metode HIRARC terhadap produktivitas kerja dan efisiensi operasional di industri migas, serta bagaimana strategi ini dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai sektor industri.
| File size | 326.85 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Proses kerja yang tidak konsisten, kurangnya kepatuhan pekerja, serta pengendalian berbasis APD dan administrasi masih menjadi tantangan. Penerapan hirarkiProses kerja yang tidak konsisten, kurangnya kepatuhan pekerja, serta pengendalian berbasis APD dan administrasi masih menjadi tantangan. Penerapan hirarki
UNIBAUNIBA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Job Safety Analysis (JSA) dalam pengendalian risiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Job Safety Analysis (JSA) dalam pengendalian risiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksi
UNIBAUNIBA Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem manajemen kebakaran telah diterapkan namun belum optimal, dengan permasalahan utama berupa kurangnya pelatihan, belumHasil kajian menunjukkan bahwa sistem manajemen kebakaran telah diterapkan namun belum optimal, dengan permasalahan utama berupa kurangnya pelatihan, belum
UNIBAUNIBA Nip point merupakan area berbahaya dimana terjadi pergerakan mekanis yang dapat menyebabkan terjepitnya bagian tubuh pekerja. Penelitian ini bertujuanNip point merupakan area berbahaya dimana terjadi pergerakan mekanis yang dapat menyebabkan terjepitnya bagian tubuh pekerja. Penelitian ini bertujuan
UNIBAUNIBA Berdasarkan hasil literature review yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem pemilahan dan penyimpanan limbah B3 padat di rumah sakit memilikiBerdasarkan hasil literature review yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem pemilahan dan penyimpanan limbah B3 padat di rumah sakit memiliki
UNIBAUNIBA Selain itu, dukungan manajemen rumah sakit dalam penyediaan APD, penerapan SOP, dan pengawasan rutin juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapanSelain itu, dukungan manajemen rumah sakit dalam penyediaan APD, penerapan SOP, dan pengawasan rutin juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan
UNIBAUNIBA Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dataMetode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
UNIBAUNIBA Insiden tersebut umumnya dipicu oleh berbagai faktor kompleks, mulai dari aspek perilaku manusia, kondisi lingkungan, hingga manajemen keselamatan kerjaInsiden tersebut umumnya dipicu oleh berbagai faktor kompleks, mulai dari aspek perilaku manusia, kondisi lingkungan, hingga manajemen keselamatan kerja
Useful /
UNIBAUNIBA Selain itu, pengendalian risiko dan penerapan K3 yang belum optimal juga menjadi faktor yang memengaruhi keselamatan dan produktivitas pekerja. KesimpulanSelain itu, pengendalian risiko dan penerapan K3 yang belum optimal juga menjadi faktor yang memengaruhi keselamatan dan produktivitas pekerja. Kesimpulan
UNIBAUNIBA Aspek sosial yang selama ini mendominasi program CSR perusahaan ritel perlu diimbangi dengan penguatan aspek ekonomi melalui pendekatan Community DevelopmentAspek sosial yang selama ini mendominasi program CSR perusahaan ritel perlu diimbangi dengan penguatan aspek ekonomi melalui pendekatan Community Development
UNIBAUNIBA Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif memiliki peran yang sangat penting sebagai upaya pencegahan dan penanggulanganBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif memiliki peran yang sangat penting sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan
UNIBAUNIBA Kesimpulannya, kebijakan izin tambang ormas harus dibarengi dengan jaminan teknis, finansial, dan edukasi lingkungan yang ketat agar tidak meninggalkanKesimpulannya, kebijakan izin tambang ormas harus dibarengi dengan jaminan teknis, finansial, dan edukasi lingkungan yang ketat agar tidak meninggalkan