UNIBAUNIBA

IDENTIFIKASIIDENTIFIKASI

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan kerja adalah kelelahan kerja yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti beban kerja, sistem shift kerja, dan stres kerja. Kelelahan kerja dapat menurunkan konsentrasi, kewaspadaan, serta kemampuan pekerja dalam menjalankan tugas sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan menurunkan perilaku keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja, shift kerja, dan stres kerja terhadap kelelahan kerja serta implikasinya terhadap perilaku keselamatan pekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 95 pekerja aktif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur melalui instrumen National Aeronautics and Space Administration–Task Load Index (NASA-TLX) untuk beban kerja, Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) untuk stres kerja, serta Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) untuk mengukur kelelahan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja, shift kerja, dan stres kerja memiliki hubungan signifikan terhadap kelelahan kerja, dengan shift kerja menjadi faktor dominan yang memengaruhi kelelahan. Selain itu, kelelahan kerja terbukti berimplikasi terhadap penurunan perilaku keselamatan pekerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian melalui pengelolaan beban kerja, pengaturan sistem kerja yang ergonomis, dan pengendalian stres kerja guna meningkatkan penerapan K3 di lingkungan kerja.

Berdasarkan hasil penelitian, beban kerja, shift kerja, dan stres kerja memiliki hubungan signifikan terhadap kelelahan kerja, dengan shift kerja menjadi faktor dominan.Kelelahan kerja berimplikasi pada penurunan perilaku keselamatan pekerja.Pengelolaan beban kerja, pengaturan sistem kerja ergonomis, dan pengendalian stres kerja diperlukan untuk meningkatkan penerapan K3 di lingkungan kerja.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh kualitas tidur pada pekerja shift malam terhadap kelelahan kerja. Studi tentang peran lingkungan kerja (seperti cahaya, suara, atau desain ruang) dalam mengurangi stres kerja juga relevan. Selain itu, penelitian longitudinal yang mengamati perubahan perilaku keselamatan pekerja seiring meningkatnya kelelahan kerja dapat memberikan wawasan mendalam. Penelitian juga bisa fokus pada efektivitas program relaksasi atau meditasi dalam mengurangi dampak stres kerja. Analisis perbedaan antara pekerja dengan latar belakang pendidikan berbeda dalam menangani stres kerja juga layak dikaji. Selanjutnya, penelitian dapat menggabungkan data biologis (seperti kadar kortisol) dengan survei psikologis untuk memperkuat hubungan antara stres dan kelelahan. Evaluasi sistem shift kerja berbasis AI untuk optimasi jadwal kerja yang minim risiko kelelahan juga menjadi arah studi menarik. Studi tentang korelasi antara kelelahan kerja dan kecelakaan kerja di sektor tertentu (misalnya pertambangan) dapat menghasilkan rekomendasi spesifik. Penelitian juga bisa mengeksplorasi pengaruh budaya organisasi terhadap kepatuhan keselamatan pekerja yang mengalami kelelahan. Akhirnya, penelitian interdisipliner yang menggabungkan psikologi, ergonomi, dan teknologi informasi bisa menghasilkan solusi inovatif untuk mengurangi kelelahan kerja.

  1. IJMHP | The Effect of Procrastination on Physical Exercise among College Students—The Chain Effect... techscience.com/IJMHP/v26n8/57798IJMHP The Effect of Procrastination on Physical Exercise among College StudentsAiThe Chain Effect techscience IJMHP v26n8 57798
Read online
File size371.56 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test