JOURNALMABISJOURNALMABIS

Manajemen dan BisnisManajemen dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi sistem komunikasi serta kepemimpinan masyarakat pedesaan di lokasi Ibu Kota Nusantara dalam proyek transformasi menjadi ibu kota kepulauan dan kota cerdas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sampel 113 responden, termasuk pemimpin tradisional, pemimpin agama, dan masyarakat setempat. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat merasa sistem komunikasi pemerintah masih kurang dalam proses perpindahan ibu kota. Masyarakat juga merasa bahwa kepemimpinan pemerintah pusat dan daerah masih sangat kurang. Masyarakat berharap dilibatkan secara aktif dalam persiapan perpindahan ibu kota, menjadi pelaku pengembangan, memiliki kompetensi untuk ikut serta dalam pengembangan daerah, dan akhirnya dapat menikmati hasil pengembangan dengan peningkatan ekonomi dan standar hidup.

Hasil studi menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar area pengembangan Ibu Kota Nusantara merasa belum diundang untuk berperan aktif dalam persiapan perpindahan ibu kota.Pendekatan dan komunikasi pemerintah masih kurang efektif.Kepercayaan publik tertinggi terhadap pemimpin agama dan masyarakat.Masyarakat lebih mengikuti arahan pemimpin tradisional dan agama.Kepemimpinan pemerintah masih dirasa tidak mampu memotivasi masyarakat untuk mengikuti rencana pemerintah.Komunikasi kepemimpinan perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih memahami rencana pengembangan Ibu Kota Nusantara.Kepemimpinan yang diterapkan perlu diperbaiki dengan menekankan kepemimpinan transformasional, yaitu bagaimana para pemimpin lokal mampu memotivasi masyarakat untuk berperan aktif dalam perubahan dan pengembangan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model komunikasi partisipatif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya pemimpin tradisional dan agama, untuk memastikan pesan pemerintah sampai ke seluruh warga. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi strategi pelatihan dan pengembangan kapasitas masyarakat lokal agar mereka mampu bersaing dalam proses pembangunan Ibu Kota Nusantara, seperti pelatihan konstruksi dan manajemen proyek. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi peran lembaga-lembaga adat dan agama dalam mediasi konflik sosial selama transformasi wilayah, serta bagaimana pemerintah dapat memperkuat kolaborasi dengan lembaga-lembaga tersebut untuk menciptakan kepercayaan yang lebih baik.

Read online
File size136.04 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test